Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Bayangan Yang Indah 2


__ADS_3

" Aslan kemana Cevdav? Apa dia belum pulang?" 


" Entahlah Bu aku tak berani menghubunginya, dia tadi berkata bahwa keluarganya ingin dia makan di rumah nya…" Aslan tampak sedih.


" Apa mereka tak ingin kau-"


" Mereka mengajakku Bu, hanya saja aku tak bisa meninggalkan kedai. Ditambah lagi kedai dari tadi pagi sampai sekarang tak ada pengunjung sama sekali."


Jika dilihat dari tadi pagi untuk pertama kalinya kedai dari Aslan tampak sangat sepi tak seperti biasanya, kedai itu begitu sepi tak ada satu orang pun yang masuk ke dalam sana. Hanya orang yang berlalu lalang di depan kedai nya tak ada orang yang mampir hanya sekedar meminum kopi.


Wanita tua itu kini melihat kedai mereka yang tak ada pengunjung sama sekali, bahkan roti roti itu masih penuh di sana. Ada rasa cemas tapi dia juga tak bisa menunjukan kepada putranya.


" Padahal Aslan ingin membuka satu cabang lagi Bu, tapi hari ini kedai kita tak ada satu orang pun yang mampir. Hari ini kita benar benar rugi…" Pikirannya Aslan terbagi dengan kedainya yang tiba tiba tak ada satu orangpun yang masuk sedangkan pikiran yang lainnya memikirkan istrinya yang pulang kerumah orang tuanya.


" Apa mungkin mereka bosan dengan kue kita bos!" Timpal salah satu pegawai nya yang merasa kasihan.


Aslan membuang nafasnya dengan kasar menatap meja meja yang ada di depannya tak ada satu orangpun yang duduk di sana. " Entahlah aku juga tidak tau. Tapi yang jelas kita harus berusaha lagi. Mulai besok kita akan adakan diskon untuk menarik pelanggan kita lagi."


" Kita akan siap membantumu bos!" Aslan tersenyum setidaknya mereka masih saling bersama dan masih memiliki orang orang yang berada di dekatnya.


" Sebaiknya kalian pulang dulu, hari ini kita tutup lebih awal…" Semua orang menuruti apa yang dikatakan oleh bosnya.


Mereka semua bersedih karena mereka harus tutup lebih awal bukan karena mereka kehabisan kue tapi karena tak ada satu pengunjung yang mampir di sana meskipun hanya sekedar meminum kopi.


***


" Ma sebaiknya Cevdav pulang ini sudah malam…" Kini mereka semua telah berkumpul di rumah keluarga Kemal.

__ADS_1


Sang Mama yang tadi mendapatkan kabar bahwa Cevdav mengantar makanan untuk putranya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengundang sahabat itu untuk datang meskipun hanya sekedar makan malam.


" Kemal Mama merindukan Putri Mama! Kenapa kamu tak senang Cevdav berada di sani…" Mama kemal tampak sangat merindukan wanita yang sudah di anggap putrinya itu. Beberapa bulan mereka sudah tak bertemu karena wanita itu lebih memilih menikah dengan laki laki lain di banding dengan putranya.


" Kemal tak apa! Mama aku di sini juga ingin meminta maaf karena aku menikah deng-"


" Sudahlah Sayang jangan di pikirkan tentang itu, semuanya sudah lewat. Kami semua sudah mengerti bahwa cinta sudah bicara maka semuanya tak akan bisa berbuat apa apa…" Jawabnya dengan tersenyum.


Meskipun di hati wanita tua itu menyimpan kekecewaan tapi dia tak ingin memperpanjang malam ini. Sikap Cevdav yang tak berubah sama sekali kepada Kemal membuatnya yakin bahwa cepat atau lambat cinta itu pasti akan tumbuh.


Malam ini dua keluarga itu saling bercanda tawa bersama seakan semuanya tak ada yang terjadi, mereka melepaskan rasa rindu dengan kebersamaan malam ini. Keluarga yang harmonis itu terlihat begitu rukun dan bahagia tak memperdulikan sosok suami putrinya.


Bagaimana aku harus pulang, aslan pasti sudah menunggu. Batin Cevdav yang tampak gelisah.


Kemal yang melihat Cevdav gelisah dia segera menatap jam yang ada di tangan nya dia tau bahwa wanita itu pasti memikirkan suaminya. Dia menghela nafasnya berat ketika rasa sesak tiba tiba muncul di dada nya.


" Kau ingin pulang?" Kemal segera berbisik pelan ketika mereka sudah duduk di ruang keluarga setelah makan malam.


" Hmm.. ini sudah malam aku takut Aslan mencari ku dan aku juga tak enak untuk berpamitan kepada mereka…" Kedua orang itu kini saling menatap kedua orang tau nya yang begitu senang karena mereka telah berkumpul malam ini.


Seperti tak ada beban dan tak ada masalah di antara mereka semua. Memang awalnya tak ada masalah hanya saja mereka dulu bersandiwara dengan rasa marah tersebut.


" Mama Papa ini sudah malam aku akan mengantar Cevdav pulang…" Suara Kemal membuat semua orang yang sedang tertawa langsung menghentikan tawanya.


" Ini masih pukul delapan."


" Ma biarkan Cevdav pulang, dia tak sedang bersama suaminya tak baik seorang istri berada di luar rumah terlalu lama atau terlalu malam."

__ADS_1


" Tapi Cevdav bersama keluarganya juga bukan bersama orang lain Kemal…" Timpal Mama Cevdav yang juga tak terima dengan apa yang dikatakan laki laki itu.


" Baiklah kalau begitu! Cev kau panggil suamimu agar datang kemari dan kalian bisa menginap di rumah ku. Kamar ku kosong kalian bisa tidur di sana."


" Tidak!" Tolak tegas dari sang Mama Kemal. Dia tentu saja tak akan membiarkan laki laki yang dia benci menginjakan kaki nya di rumah miliknya.


Semua orang langsung menatap ke arahnya dengan pandangan yang berbeda beda. " Sebaiknya kamu antar Cevdav pulang Kemal. Mama bukannya tak suka Cevdav menginap di sini tapi kamar mu itu belum kami bersihkan jadi tak mungkin Mama menyambut tamu dengan kamar yang berantakan dan kotor…" Elaknya dengan cepat.


Kemal tersenyum tipis dia tau bahwa Mama nya tak mungkin membiarkan Aslan menginap di sana. Kemal dengan cepat menarik tangan Cevdav yang kemudian berdiri. Mereka segera berpamitan untuk Cevdav pulang.


" Terima kasih lagi lagi kamu menolongku…" Mereka sudah berada di dalam mobil dengan Kemal mengantar Cevdav pulang.


" Itulah gunanya sahabat!" Jawabnya dengan tersenyum.


" Jangan menghindariku lagi Kemal."


" Aku tak menghindar mu hanya saja aku memang sangat sibuk tapi aku minta maaf jika kamu merasa bahwa aku menghindarimu."


Mereka saling bercerita keseharian mereka masing masing tawa mereka begitu lepas tak ada kecanggungan antara kedua sahabat itu. Meskipun Kemal masih menyimpan rasa luka dan rasa cinta tapi laki laki itu pandai menutupinya dan menjadikan itu adalah bagian perjalanan hidup nya. 


Perjalan yang memakan waktu itu tak terasa ketika mobil itu berhenti di sebuah rumah sederhana. Kemal menatap sebentar rumah itu dia tak menyangka wanita yang lahir dari keluarga kaya raya terpandang kini harus tinggal dirumah sederhana seperti ini.


" Kau tak ingin turun dulu?" 


" Tidak terima kasih! Kau pasti lelah sekarang sebaiknya segera bersihkan badanmu lalu istirahat yang cukup…" Kemal yang selalu perhatian itu selalu membuat Cevdav merasa bahwa mereka adalah kakak beradik.


" Kau juga harus segera istirahat dan jangan terlalu lelah, hati hati di jalan selamat malam…" Cevdav segera keluar dari mobil dan menatap kepergian mobil Kemal yang pergi pelan meninggalkan dirinya di depan rumah.

__ADS_1


__ADS_2