
" Sayang katanya tadi ada Tuan Kemal?" Aslan yang baru saja keluar dengan dia yang berusaha untuk menetralkan rasa dada nya yang sesak karena rasa cemburunya.
" Iya tapi dia sudah pergi…" Cevdav menjawabnya dengan tersenyum.
" Kau senang pada akhirnya dia menemuimu lagi?"
" Hem! Dia adalah sahabat yang sudah aku anggap kakak ku sendiri Aslan, dari dulu dia memang selalu bersikap seperti seorang kakak kepada adiknya."
Kau naif sekali Sayang apa kau tak tahu bahwa Tuan Kemal menyukaimu dari dulu. Dari tatapan nya dapat terlihat jelas bahwa ada cinta yang begitu besar di hatinya. Batin nya Aslan dengan menatap kearah istrinya yang begitu polos.
" Sayang tadi Kemal mengatakan kue ku begitu enak, apa aku bisa mencobanya aku penasaran karena dia begitu lahap memakannya."
Aslan yang ingin menjawab nya kini tak bisa karena Cevdav sudah langsung pergi masuk ke dapur untuk mencoba kue yang telah dibuat olehnya. Cevdav begitu penasaran karena melihat laki laki itu begitu lahap memakan kue buatannya.
" Sayang jangan di maka-"
Wajah yang tadi penasaran kini langsung berubah menjadi kecut, dia langsung memuntahkan makanan yang ada di dalam mulutnya. Wajahnya begitu tak bersahabat dia langsung berubah tak menjadi penasaran ketika tahu rasa apa yang ada di mulutnya.
" Rasanya kenapa seperti ini?" Katanya dengan menatap suaminya dengan heran.
" Sayang rasanya memang seperti itu."
" Tapi tadi Kemal mengataka-" Cevdav menutup mulutnya yang tak percaya bahwa Kemal mengatakan bahwa makanan itu begitu enak tapi nyatanya rasanya sangat kacau.
" Jadi dia tetap memakan kue yang rasanya seperti ini! Astaga!" Sambungnya dengan tak menyangka. " Aku sungguh malu Sayang!" Dia menutup wajahnya dengan rasa yang sungguh malu.
" Tak apa Sayang, besok kau bisa mengirim kue untuknya sebagai permintaan maaf untuknya…" Aslan memeluk istrinya.
" Bolehkah jika aku sendiri yang mengantarnya? Aku juga ingin meminta maaf langsung kepadanya aku sungguh tak enak sungguh!"
__ADS_1
Aslan mengangguk. " Tapi aku tak bisa ikut bersamamu besok karena aku harus mengantar kue ke tempat lain, tidak masalah bukan jika kamu sendiri."
" Tak apa!" Mereka kini saling berpelukan dengan perasaan yang berbeda. Aslan berusaha untuk membuang rasa jauh jauh cemburu tersebut sedangkan Cevdav dengan rasa yang tak enak kepada Kemal.
Sedangkan di tempat lain Kemal merasakan perutnya yang sakit dia berulang kali keluar masuk kamar mandi karena merasakan sakit pada perutnya. Kemal yang tadi memakan kue yang rasanya sangat kacau kini harus merasakan akibatnya yang seperti ini.
" Tuan tak apa? Apa kita perlu kerumah sakit?" Sang asisten kini merasa cemas karena melihat bosnya yang dari tadi bolak balik keluar dari kamar mandi.
" Tidak perlu aku baik baik saja!" Jawabnya dengan duduk di sofa ruang tamunya. Saat ini Kemal sedang berada di apartemen miliknya dia tak mungkin berada di kantor dalam keadaan seperti ini.
" Tapi anda begitu lemas dan pucat Tuan, saya takut terjadi sesuatu dengan anda."
" Tak apa, ini hanya salah makan saja…" Dia mengatur nafasnya yang tak normal. Dalam hitungan detik Kemal kini telah berlari lagi masuk ke dalam kamar mandinya perutnya tak bisa diajak kompromi dalam hal makanan seperti ini.
Sang asisten yang merasa kasihan kini dengan segera menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa bosnya.
***
" Sayang kenapa kau tak sabar heh? Kita tak boleh terburu buru memisahkan mereka. Jika kita terburu maka semuanya akan berantakan."
" Apa kau tunggu putriku memilih anak dari nya baru kau bertindak memisahkan mereka? Dengar Metin aku tak mau memiliki cucu dari kasta rendah seperti dia."
" Aku tahu kau tenanglah dulu, kita harus pelan pelan. Kau lihat saja sebentar lagi semuanya akan berjalan sesuai rencana ku."
" Satu bulan jika satu bulan mereka tak berpisah maka aku sendiri yang akan memisahkan mereka…" Ancamnya dengan segera pergi meninggalkan suaminya.
Sedangkan Metin hanya menggeleng kepala karena mendengar istrinya yang tak sabar untuk memisahkan putrinya dengan suaminya.
Sedangkan di tempat lain Yurcel Umit tengah memantau perkembangan rencana mereka yang akan dimulai sekarang, Yurcel yang sedang berbicara dengan orang yang duduk di depannya kinu berbicara serius. Mereka semua telah merencanakan sesuatu yang akan membuat satu laki laki yang membuat hati putranya hancur merasakan rasa hancur yang sama dengan putranya.
__ADS_1
" Kau paham yang aku katakan?"
" Paham bos, orang orang kami sudah bekerja dari kemarin dan saya rasa sekarang mereka sedang merenungi nasibnya…" Yurcel mengangguk dengan senyum tipisnya dia tak sabar melihat orang itu menangis darah di depannya.
" Bagus! Aku akan mengabari Metin tentang ini…" Orang itu segera pergi meninggalkan bosnya yang merasa puas tentang kabar ini.
Yurcel kini dengan segera menghubungi sahabatnya mengatakan rencananya sudah berjalan dari kemarin mereka kini tinggal menunggu hari dimana kehancuran mereka akan tiba.
" Aku tak sabar dia merasakan laki laki miskin itu hancur seperti hancurnya Putra ku…" Yurcel kini penuh dendam.
" Bahkan ini akan lebih melukai hati nya Yur, kau tenang saja kita berdua akan pastikan dia akan kehilangan semuanya…" Timpal Metin yang ada di ujung telpon.
" Kau benar…" Kini mereka kembalu merencanakan sesuatu lagi untuk meneruskan sesuatu apa yang sudah mereka susun dengan apik dan rapi.
Sedangkan Kemal kini lemas tak berdaya di atas Bed nya dia yang diperiksa oleh dokter pribadinya kini harus mendapatkan perawatan lebih intensif karena cairannya habis karena dia harus bolak balik ke kamar mandi.
" Tuan Kemal apa yang membuat anda seperti ini? Apa anda memakan sesuatu sebelum seperti ini?"
" Hem! Aku makan kue buatan sahabatku setelah itu aku merasa sakit pada perutku sampai sekarang…" Jawabnya dengan tak berdaya kali ini dia pasrah ketika jarum suntik menusuk pergelangan tangannya.
" Saya akan membawa sampelnya untuk kami cek siapa tahu dia sengaja memberikan obat sakit perut."
" Tidak! Jangan bawah sampelnya dia tak mungkin melakukan hal itu kepadaku…" Tolaknya.
" Tapi Tuan zaman sekarang semuanya bisa saja terjadi."
" Jangan lakukan apapun atau kau mau lepas jabatanmu di rumah sakit…" Ancamnya.
" Maafkan saya Tuan!" Sang dokter kini terpaksa menurut apa yang dikatakan oleh pasiennya.
__ADS_1
Aku rasa kue itu buatan dari Nona Cevdav, anda sangat mencintai Nona hingga anda rela mengorbankan diri anda seperti ini Tuan. Aku merasa kasihan kepada anda Tuan, aku harap suatu saat nanti Nona merasakan bahwa anda mencintainya dengan tulus. Batin sang asisten dengan menatap bosnya yang sudah mulai memejamkan matanya.
Cinta memang buta, tidak peduli akan terluka yang terlihat hanya ingin melihat orang yang dicintai merasakan kebahagian penuh di mata nya.