Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Perasaan Yang Tak Menentu 2


__ADS_3

Flashback On


Semenjak Aslan pulang dari rumah Cevdav kini dia tambah semangat untuk bangkit dia tak bisa untuk berlarut dalam keterpurukan ini. Dia yang setiap hari selalu membuat kue dengan berbagai rasa dia yang hari ini dan beberapa pegawainya akan turun kejalanan untuk mempromosikan kue-kue buatan nya.


" Aslan apa kamu yakin nak jualan di pinggir jalan dengan mereka?" Sang Ibu tak yakin bahwa putranya akan melakukan hal seperti ini. 


" Aku yakin Bu, jika aku tak melakukan ini maka semuanya akan bangkrut. Jika kami turun ke jalan dan mempromosikan kue-kue kita, siapa tahu ada seorang yang berminat dengan kue kita Bu."


" Ibu tahu Nak tapi apa tak apa untukmu dan untuk kita. Maksud ku pegawai kita apa mereka bersedia?"


Aslan tersenyum dia tahu jelas Ibunya mencemaskan dirinya, dari kemarin mereka sudah mempromosikan kue-kue ini ke jalan dan tak ada satupun orang yang berminat hingga membuat kue-kue itu terpaksa mereka bawah pulang kembali.


" Tak ada salahnya jika kita mau berusaha Bu. Aku yakin nanti ada orang yang akan melirik ke arah kue kita…" Aslan menyakinkan Ibunya agar sang Ibu nya lebih tenang dan tak mencemaskan apa yang akan mereka lakukan.


Aslan dan semua pegawainya kini telah menyebar ke beberapa jalanan untuk mempromosikan kue-kue mereka yang sudah dibuat oleh bosnya. Cuaca yang panas tak membuat mereka menyerah meskipun saat ini masih tak ada satu orang yang ingin mencoba kue tersebut.


" Nona, Tuan, mari coba kue buatan kami, banyak diskon untuk hari ini…" Teriak salah satu dari mereka yang sedang berdiri di belakang meja dan beberapa kue ada di sana.


" Nona silahkan coba kue kami…" Dia menawarkan kue itu kepada orang yang berlalu lalang.


" Tidak terima kasih!" Tolaknya dengan cepat dan segera pergi.


" Tuan, Tuan, mari coba kue yang kami sediakan. Kami yakin anda pasti kembali…" Tawarnya lagi kepada orang orang yang ada di sana.


" Tidak! Tidak! Kami terburu-buru!" Katanya dengan cepat. Beberapa orang itu segera pergi dari sana.


Kedua pengawai itu kini menghela nafasnya dengan berat mereka sudah berusaha agar semua orang mau mencoba kue yang mereka tawarkan tapi tak ada satupun yang ingin mencobanya atau melihatnya. Padahal terlihat begitu menarik kue-kue tersebut tapi tak ada yang ingin melihat ke arah mereka.


" Apa ada yang salah dengan kue-kue kita? Kenapa tak ada satu orang pun yang mau mencoba kue kita?" Mereka putus asa mereka sudah berusaha dengan menantang panas nya cuaca tapi tak ada satupun orang yang ingin mencobanya atau sekedar mampir ke arah mereka hanya untuk melihat-melihat kue itu.

__ADS_1


" Entahlah! Aku juga tak tahu apa ada yang salah. Seingat ku terakhir kedai kita ramai tak ada yang salah dengan kita semua…" Kedua orang itu masih mengingat jelas bahwa tak ada masalah apapun waktu terakhir kedai mereka ramai.


Sedangkan di tempat lain Aslan dan satu laki laki pegawainya kini juga tengah bertahan di bawah panasnya cuaca dengan mereka yang menawarkan kepada orang orang yang sedang melewati mereka.


" Tuan ayo mari silahkan dicoba kue kami, kami yakin anda akan menyukainya dan pasti anda akan kembali lagi…" Teriaknya dengan semangat.


" Banyak diskon untuk hari ini…" Sambungnya dengan semangat.


" Nona silahkan coba kue kami, ada diskon jika anda ingin membelinya…" Aslan menghentikan kedua wanita yang sedang lewat di depan mereka.


" Jangan mengganggu jalan kami, minggir…" Usirnya dengan cepat.


" Nona silahkan coba kue kami!" Aslan mencoba untuk menghentikan orang lain lagi untuk mencoba kue yang dibuat olehnya.


" Minggir dasar!" Wanita itu tanpa sengaja mendorong Aslan dengan cepat membuat Aslan kehilangan keseimbangan hingga dia sedikit hampir terjatuh dan menabrak pundak seorang wanita yang ada di sebelahnya.


Bukankah dia laki laki yang mengambil wanita dari Kemal?" 


" Tak apa! Aku baik-baik saja!" Katanya dengan dia yang mengamati wajah laki laki itu. " Ya meskipun sakit tapi tak apa, nanti pasti bisa segera sembuh."


" Sebagai ganti permintaan maaf saya bagaimana jika anda saya beri kue saya cuma-cuma."


" Anda membuat kue sendiri atau ada orang yang membuatnya."


" Silahkan di coba dulu Nona, anda ingin yang mana."


Wanita itu segera mencoba yang membuat matanya begitu ingin sekali mencobanya. Expresi wajahnya begitu menggambarkan bahwa kue itu begitu enak di dalam mulutnya.


" Hem.. ini enak sekali. Apa kau yang membuatnya?" Tanyanya dengan dia yang masih mencoba kue yang lain.

__ADS_1


" Terima kasih Nona…" Aslan merasa tersanjung mendengar pujian yang terus terlontar dari bibir wanita itu.


" Nona jika kue ini enak kenapa dari kemarin kedai kami sepi bahkan tak ada pengunjung seperti biasanya…" Timpal orang yang berada di sebelah Aslan dengan lesu.


" Jadi kalian tak menjualnya disini? Kalian memiliki kedai atau restoran?"


" Kami memiliki kedai di depan sana. Tapi beberapa hari ini kedai kami sepi hingga kami sepakat untuk turun kemari untuk memancing para pelanggan lagi. Tapi sayangnya tak ada yang ingin mampir atau sekedar meliriknya…" Ucapnya dengan senyum kecut. 


" Kue selezat ini harusnya ada di restoran atau hotel-hotel berbintang. Baiklah begini saja aku akan membeli semua kue mu yang ada di sini lalu akan membawanya ke semua teman ku, aku akan membantu kalian untuk promosikan kue ini, bagaimana?" Tawarnya dengan senang.


Aslan dan satu pegawainya itu saling menoleh untuk sebuah harapan yang baru datang. " Anda yakin dengan ucapan anda?"


" Tentu! Saya akan tawarkan kepada mereka. Teman saya banyak mungkin ada salah satu dari mereka yang ingin bekerja sama dengan kalian itu akan sangat menguntungkan bukan?"


" Tentu kami bersedia Nona! Anda tak perlu membelinya, saya akan senang membawahkan kue semua yang kami buat untuk tester anda."


" Saya akan tetap membelinya Tuan, anda dan pegawai anda sudah bekerja keras tak pantas jika saya membawa tanpa membelinya. Tak apa jangan merasa sungkan kepada ku."


" Nona terima kasih banyak atas bantuan anda saya akan sangat berterima kasih tentang ini."


" Saya Ariana anda bisa memanggil saya Ariana…" Wanita itu menyodorkan tangannya untuk mereka saling berkenalan.


" Saya Aslan!" Mereka saling berkenalan satu sama lain.


Ariana memberikan sejuta harapan kepada semua orang saat ini dan Aslan sangat berharap bahwa ini akan menjadi jalan terakhirnya untuk menemukan orang yang ingin bekerja sama dengan mereka.


Tuhan aku harap dia adalah jembatan yang akan menghubungkan aku dengan orang yang akan bekerja sama dengan ku.


Kasih Like dan Komentar nya dong 😁 makasih untuk yang sudah mampir di sini ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2