
Hai readers semua ,lanjut yuuk ke kisah Anit dan Pras
Cekidot..
Happy reading semua...
Setelah lepas dari pangkuan mas Pras,aku segera bangkit dan berjalan keluar kamar mas Pras.
"Bisa gawat kalau aku ngga segera keluar dari kamar ini",gumanku sambil berjalan.
Namun belum.laginlangkah kakiku sampai dipintu kamar,suara mas Pras sudah menghentikanku.
"Dek,mau kemana?Tugasmu belum selesai loh!",kata mas Pras menginterupsiku.
Aku pun langsung berhenti dan berbalik,ku tatap kedua netra mas Pras,lalu aku berucap,"pulang,tugas yang mana?".
"Pulang??Nih tugasmu selesaikan dulu,kamu udah janji mau bantuin mas loh dek!",jawab mas Pras.
"Eem eem",aku tak mampu mengeluarkan kata-kataku.Aku bingung mau ngomongnya gimana.
"Baiklah,mas ngga bakalan ganggu kok,Suueer deh",kata mas Pras.Lalu diapun berdiri dan berjalan keluar dari kamar dengan langkah lebar.
"Kerjakan tugasmu dengan baik!",kata mas Pras sambil menepuk-nepuk ujung kerudungku."Maaf atas sikap mas yang keterlaluan tadi",sambungnya.
Perkataan mas Pras hanya kujawab dengan anggukan dan senyuman,lalu aku pun kembali kedepan komputer dan mulai mengetik kembali.
Sedang mas Pras,entah pergi kemana akubtak tahu.Satu setengah jam berlalu,aku sudah mulai capek.Badanku terasa pegal,dan mataku pun mulai mengantuk.Kurebahkan kepalaku sebentar dimeja komputer.
Tak lama kemudian kubuka kedua mataku.Oh ternyata aku ketiduran.Tapi tunggu...kenapa aku bisa berada dikasur?Bukankah tadi aku dimeja komputer mas Pras.
APA....
Setelah sadar bahwa tadi aku berada dirumah mas Pras,aku pun langsung duduk tegak.Ku raba kerudungku,dan masih aman.Lalu ku lihat pakaianku,masih aman juga.
"Syukurlah",gumanku sambil mengelus dada dan membuang nafas lega.Namun tiba-tiba suara cekikikan membuyarkan lamunanku.
"Kamu kenapa dek?Tenang pakaianmu masih aman,tapi tidak dengan itu hi hi hi",kata mas Pras sambil menunjuk tubuhku.
"APA ...??",teriakku sambil meloncat turun dari tempat tidur.
"Ha ha ha",ku dengar suara tawa mas Pras begitu keras.
"Maksud mas Pras apa?",tanyaku sambil mendekati mas Pras.Tanganku sudah siap melayang kewajah tampan mas Pras.Aaiihh ada apa dengan otakku??Harusnya aku marah kan dengan semua ini?Kenapa aku malah memuji ketampanan mas Pras?Aaiihh...
__ADS_1
Dengan sigap mas Pras menangkap tanganku,masih dengan sisa tawanya,dia menatap kearah mataku dengan begitu teduh.Membuat jantungku berdetak tak karuan.
"Ini tangan nakal juga ya,suka nampar sembarangan?",kata mas Pras padaku masih sambil memegang tanganku.
Aku berusaha melepas tanganku dari cengkeraman mas Pras."Lepas ih mas",kataku sambil mendelik kearah mas Pras.
Yang mana hal itu justru membuat mas Pras kembali terbahak,hingga membungkuk-bungkukkan tubuhnya.
"MAS!",seruku tak terima."Maksud mas apa sih?Mas pikir ini lelucon apa?",kataku sambil menahan kristal bening yang hendak meleleh keluar.
Melihat aku yang hampir menangis,mas Pras menghentikan tawanya seraya berkata,"Maaf dek,mas cuma bercanda tadi.Mas ngga apa-apain kamu dek.Suueerr".
"Mas pikir lucu apa?Suka banget sih ngetawain Anit",kataku sambil terisak karena air mataku sudah tak mau lagi ditahan.
Aku menangis karena jengkel sekaligus malu.Bagaimana tidak,aku kedapatan tidur dikamar seorang laki-laki yang bukan mahromku.
"Maaf,maafin mas ya!Anit jangan menangis lagi.Udah dong nangisnya",kata mas Pras sambil menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.
"Mas Pras jahat",kataku sambil kupukul-pukul dada bidangnya dengan kedua tanganku.
Mas Pras hanya diam saja,dia biarkan tanganku memukuli dada bidangnya.Setelah beberapa saat,barulah mas Pras bergerak.
Dia tangkap kedua tanganku,lalu dia tarik tubuhku hingga masuk kedalam pelukannya.
"Trus gimana ceritanya Anit bisa ada dikasur mas Pras?"tanyaku masih dalam pelukan mas Pras.
Mas Pras pun melepas pelukannya kepadaku.Dan entah kenapa aku tidak suka mas Pras melepas pelukannya.
Astaga ada apa dengan diriku?
Setelah melepas pelukannya,mas Pras medudukkan ku ditepian tempat tidur,lalu dia berkata,"sebenarnya mas dari tadi itu memperhatikan kamu,dari kamu ngulat ngulet ngga jelas,sampai kamu menyenderkan kepalamu dimeja.Tadinya mas berniat menyuruhmu istirahat,eeh tak tahunya kamu malah udah tidur aja.Jadi ya mas angkat aja tubuh kamu kekasur.Mas ngga tega lihat kamu tidur dimeja gitu.Maafin kelancangan mas ya",cerita mas Pras panjang lebar.
"Eeehh",lagi-lagi aku tak menjawab,hanya helaan nafas panjangku saja yang terdengar.
"Makanya lain kali hati-hati,jangan ceroboh.Sudah tahu dikamar cowok,bisa-bisanya kamu tertidur.Untung dikamar mas,kalau dikamar cowok lain,ngga jamin tuh tubuhmu masih utuh",kata mas Pras menggodaku sambil mencubit hidungky karena dari tadi aku hanya mengembungkan kedua pipiku alias merengut.
"Maaass Praaass",kataku lagi sambil mendelik kearahnya,tak lupa juga kukerucutkan bibirku.
"Ampun deh dek,jangan bertingkah seperti ini.Kamu membuat abang ngga tahan",kata mas Pras yang berarti ambigu bagiku.
"Apa?",jawabku masih dengan nada sengit.
Diraupnya wajahku dengan kedua telapak tangan mas Pras,lalu dia berkata,"Dek kamu jangan bertingkah seperti ini ya didepan lelaki lain".
__ADS_1
"Memangnya kenapa?",tanyaku dengan wajah yang imut.
"Apalagi menunjukkan ekspresi ini didepan laki-laki lain",kata mas Pras lagi,bukannya menjawab pertanyaanku.
"Kenapa Anit ngga boleh bersikap seperti ini didepan cowok lain?",tanyaku lagi.
"Karena sikapmu ini lucu,mas ngga mau kamu jadi bahan tertawaan ha ha ha",jawab mas Pras sambil tertawa.
Mendengar jawaban mas Pras,aku hanya mampu melotot sambil mencerna kata-kata mas Pras.Setelah semuabtercerna dengan baik,aku segera memukul dada bidangnya.
"Dasar mas Prasss,Anit nanya serius jawabnya kek gitu.Mas Pras jelek week",kataku membalas ejekan mas Pras.
"Biarin week",gantian mas Pras yang mengejekku,dia bangkit lalu berlari setelah melihatku siap memukulnya lagi.
Aku pun bangkit mengejar mas Pras.Terjadilah aksi kejar-kejaran dan saling mengejek diantara aku dan mas Pras.
"Mas Pras jelek,berhenti nggak"kataku
"Ngga mau,weeek",jawab mas Pras sambil menjulurkan lidahnya.
"Oiya,awas aja nanti kalay ketangkap",jawabku.
Kami masih saling kejar-kejaran hingga akhirnya akulah yang tertangkap mas Pras.Kami tertawa bersama.dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Udah ah mas,A-nit capek",kataku setelah kami puas bermain kejar-kejaran.Lalu kurebahkan tubuhku dikasur mas Pras.
Mas Pras pun melakukan hal yang sama denganku.Dia juga merebahkan tubuhnya dikasur disebelahku.
"Sekarang jam berapa sih mas?",tanyaku setelah nafasku sudah kembali normal.
"Eem jam empat lebih seperempat,kenapa?",jawab mas Pras.
"Aku belum sholat ashar mas",jawabku."Ya sudah,A nit pulang dulu mau sholat",pamitku pada mas Pras seraya bangun dari kasur empuk mas Pras.
"Nit,sholat bareng yuuk,mas juga belum sholat",kata mas Pras.
"Emang disini ada mukena?",tanyaku.
"Ada ,sudah sana kamu wudhu duluan!",kata mas Pras.
Aku pun menurut,dan segera berlalu untuk mengambil wudhu.Setelah selesai,kulihat mas Pras sudah siap dengan sarung dan baju kokonya.
Dibelakang mas Pras juga sudah tersedia sajadah beserta mukena.Aku pun langsung mengenakan mukena tersebut.Terhirup aroma khas mukena yang masih baru.
__ADS_1