
Mas Pras POV
Harusnya, malam ini menjadi malam. yang penuh dengan gelora diantara aku dan dek Anit.
Tapi gara-gara si semprul ini, aku tak jadi menikmati indahnya dunia.
"Sabar 'dik' nanti kita lanjut", batinku sambil mengelus pelan adik kecilnya.
Mas Pras ketika lagi diajak ngopi dengan rekannya yang malam ini baru lepas piket.
" Pras, diem diem bae. Kenape loe? ", tanya si semprool Sharif.
" Loe tuh yang kenape. Ngangguian orang aja kerjaan loe. Gegara loe nich, istri gue, gue tinggalin noh dirumah. Lagian loe ngapain sih ngajak-ngajak gue kesini? ", tanyaku.
" Sori-sori Pras, gue lagi galau nich. Bantuin napa? ", jawab Sharif.
" What galau... bhua ha ha ha. Gimana ceritanya buaya rawa galau? ", ejekku.
" Anjriit loe, gue dibilang buaya rawa, buaya air tawar noh!", seru Sharif.
" Galau kenape loe? ", sambung ku lagi saat ku lihat air mukanya yang serius.
" Tahu ngga? ", tanya Sherif.
" Engga lah orang loe belum bilang gimana gue bisa tahu", sambungku memotong apa yang mau dibicarakan.
"Dengerin gue dulu kadal sawah! ", seru Sherif padaku.
" Sebenarnya gue tuh naksir sama cewek.Anaknya cantik, dan senyumnya itu loh Pras,bikin meleleh",lebay Sharif.
"Ya udah masalahnya apa? Tinggal loe deketin,beres!",seruku tak sabaran. Kalian catat ya, saat ini adik kecil gue meronta-ronta pingin masuk sarang.
" Maunya sih gitu Pras,eeehh belum juga pdkt,tahu-tahu katanya dia udah nikah aja dikampung. Dongkol ngga coba? "jawab Sharif.
"O iya, ngenes amat nasibmu bro", balas ku sambil menyengir.
" Yaahh mau bagaimana lagi. Kayaknya gue mesti nunggu dia jadi janda dulu deh", jawab Sharif.
"Gilaaa, do'a loe jelek amat. Kalau loe beneran cinta sama itu gadis, harusnya loe ungkapin perasaan loe, bambang", kesal ku pada si Sharif.
" Ya mau gimana lagi, gue naksir berat ma ni cewek. Cinta malah.Eeh ternyata dia udah nikah duluan", jawab Sharif.
"Eh btw nich, istri loe anak mana? Kok belum loe kenalin ke gue? ", tanya Sharif.
" Udah deh jangan ngomongin bini gue dulu. Trus loe maunya gimana dengan tu cewek? Anak mana sih? Penasaran gue! ", tanyaku.
__ADS_1
" Anak hukum Pras, dia baru masuk semester ini", jawab Sharif.
"Ooh.Emang loe ketemu sama dia dimana? ", tanyaku lagi.
" Di kampus lah bambang.Dimana lagi?", jawab Sharif.
"Ooohhh... ", bibirku membulat.
" Cuma oh doang? Ngga ada komen apa gitu? ", tanya Sharif sambil mengeryit.
" Lah trus gue harus bilang apa? WOW gitu? ", tanyaku.
" He he he yang ga juga sih", jawab Sharif sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya udah nich udah malam. Gue pulang dulu, kasihan bini gue.Kalau loe libur, main dah ke asrama, ntar gue kenalin sama bini gue! ", cerocos ku.
" Iya deh,gue juga mau pulang. Badan gue capek semua", jawab Sharif.
"Ya udah gue pulang. Loe ngga usah galau-galau. Jika gadis itu jodoh loe, dia ngga akan kemana kok. Teko tenang ae mas dab! ", pamit ku pada Sharif.
" Okay. Thanks ya Pras! ", jawab Sharif.
Setelah saling berpamitan, kami pun terpisah di parkiran. Aku menuju asrama tempat ku bekerja, sedangkan Sharif, ia segera menuju ke adramanya juga.
Malam sudah larut ketika aku sampai dirumah dinas ku. Karena aku membawa kunci cadangan, maka aku tak perlu lagi mengetuk pintu.
Setelah ku masuki kamar, pemandangan pertama yang ku dapatkan ialah istriku tengah tertidur didepan komputer yang masih menyala.
Kemudian ku angkat tubuh mungil istriku setelah komputer ku matikan terlebih dahulu.
Keesokan harinya, aku terbangun sendiri. Ku raba kasur sebelahku, kosong.
Lalu aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat ku keluar dari kamar mandi, di kasur sudah tersedia baju ganti."Ah istri kecilku, kamu memang yang terbaik", gumanku sambil berpakaian.
Setelah selesai, aku pun segera mencari dimana istri kecilku.
Tiba diruang tamu ku edarkan pandangku, dan sudut mataku menangkap sesosok tubuh mungil tengah duduk menyamping menghadap jendela kaca.
Dengan tubuh hanya berbalut kimono handuk. "Seksi", itulah yang langsung terbesit dalam otakku.
Pasalnya saat itu kimono yang ia kenakan bagian pahanya tersingkap, hingga memperlihatkan paha mulus dan putih.
Tanpa bersuara langsung ku dekati sosok mungil itu. Lalu perlahan ku dekap tubuh mungilnya dari belakang.
" Pagi little princess", sapaku sambil ku kecup pipi merona nya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lihat dek? ", tanyaku setelah ku jatuhkan kepalaku pada pundaknya.
" Hujan... ", jawabnya singkat.
" Hujan...? ", alisku mengeryit. Ya memang saat ini kebetulan tengah hujan.
" Ada apa dengan hujan? ", tanyaku sambil pelan ku elus pahanya yang tersingkap.
" Hujan membuatku tenang. Eehh...... ", jawabnya sambil berpaling melihatku.
Seketika itu juga Anit terlonjak kaget, " Eh mas Pras, sejak kapan disini? ", tanyanya gugup sambil berusaha melepaskan tanganku yang menempel dipaha mulusnya.
" Saking asiknya lihat hujan, sampai ngga sadar kalau suamimu ini tengah kelaparan", sautku sambil makin memgeratkan pelukanku.
Sedang tangan kiriku terus meraba paha mulusnya.Dari lutut ke atas, semakin naik dan semakin naik.
Hingga tanganku telah tiba di pangkal paha Anit. Senyum smirk ku mengembang.
"Rupanya kau sedang menggodaku ya! ", bisikku di telinganya.
" Menggoda apa maksudmu mas? ", tanya Anit sambil menahan tangan kiriku yang kini berada di pangkal pahanya.
" Yang ini tidak pakai, apakah yang ini juga? ", bisikku lagi sambil memindahkan tanganku kebagian dada Anit.
" Iihh mas, mesum ih", jawab Anit lagi-lagi sambil memegang tanganku agar tak menyentuh bagian sensitif tubuhnya.
Namun terlambat, tangan kiriku telah berhasil menyibak kimono handuknya, dan terpampanglah dia gundukan daging dengan ukuran yang 'wow'.
Tanpa basa basi segera kukecupi wajah dan leher Anit dibagian kanan.
Sementara tanganku menahan tangannya agar tak banyak berontak.
Dadaku sudah bergemuruh, adik kecilku pun telah berdiri tegak menantang dan menuntut kenikmatan.
"Maaf semalam mas pulang larut", bisikku dicuping telinganya.
" Eeemmhh ngga papa aahh... ", suara desahannya terdengar merdu ditelingaku.
Membuat nafasku kian memburu, jantungku makin berdetak keras.
Kulepaskan cekalan tanganku pada tangan Anit, dan ku pindahkan tanganku ke dadanya yang berukuran wow itu.
Ku tangkup keduanya sambil ku elus pelan-pelan.
" Halus banget, tak sabar aku ingin mencicipi nya. Pasti manis", gumanku dalam hati.
"Maaaasss..... ", deaahnya lagi yang sudah mulai tak ada perlawanan lagi.
__ADS_1
" Eeemmhh apa dek? ", jawabku di sela-sela cumbuanku.
Pasalnya saat ini, aku tengah mengecupi punggung mulusnya.Ku gigit pelan-pelan sampai meninggalkan bekas kiss mark dipunggung dan lehernya.