
Setelah beristirahat,aku pun segera bangun.Membersihkan diri,lalu melaksanakan kewajibanku terhadap sang pencipta.
Ketika maghrib tiba,aku segera bersiap untuk kemasjid.Melaksanakan ibadah berjamaah sekaligus persiapan buat pengajian malam ini.
Karena lagi-lagi aku didaulat untuk jadi vocalis di group Ropensona,dikampungku.
Sekira pukul sepuluh malam,acara pengajian pun usai.Aku dan teman-teman satu teamku disambut dengan sorak sorai.Maklum aku sudah lama tidak ikut ngisi pengajian.
Dan baru kali ini aku kembali ikut ngisi pemgajian.Tak kusangka banyak ibu-ibu yang menantikan penampilanku.Tak sedikit juga para pemuda yang menantiku.Cie ilah,aku gr kali ya...
Saat pengajian usai,aku berniat ikut rombongan untuk pulang dan mampir kemasjid guna mengembalikan alat-alat serta rebana.
Namun disaat aku sedang berjalan bersama rombongan,tiba-tiba ada yang menegurku.
"Dek,aku ingin bicara",katanya.
Mendengar suara yang serak dan sedikit berat,aku mengkerut."Kok sepertinya aku kenal suara itu?",pikirku.
"Ah,mana mungkin dia ada disini,ini hanya halusinasi",pikirku lagi.
Hingga ku dengar suara mas Arya pun ikut menegurku.
"Nit,kamu tuh ditegur bukanya jawab,malah umak umik koyo mbah dukun",tegur mas Arya.
"Eh,mas Arya!",seruku.Dan saat itu baru kusadari sosok mas Pras,dia menatapku dengan tatapan lembutnya.
"Astaghfirullah,mas Pras,ngapain kesini?",tanyaku dengan ketus,meski dibibir ketus,namun dihatiku seperti ada jutaan bunga yang bermekaran.
"Ya mau ketemu calon bhayangkari dong,masa mau ngapelin anak pak Rt!",seloroh mas Pras.
"Busyet bisa bercanda juga nich Phithekantropus",batinku.
"Calon bhayangkari?siapa tuh?",tanyaku lagi.
"Udah ayo pulang bareng mas",bukannya menjawab,mas Pras malah menarik tanganku.
"Eh,eh ini aku harus kemasjid dulu mengembalikan rebana",sanggahku.
"Udah,biarin teman-trman kamu aja,tolong ya gays,Anitnya aku pinjam dulu",kata mas Pras pada yang lain.
Dan kebetulan saat itu guru ngajiku pas lewat.
"Yo wes nduk,kono pacare dikancani sek.Mesakke adoh-adoh dene",kata guru ngajiku.
"What?",pekikku tak percaya.
"Dengarkan?",kata mas Pras sambil tersenyum miring.
"Ih,apaan sih mas Pras!",kataku
"Apaan,dengarkan tadi guru ngajimu bilang apa?",balik tanya mas Pras.
"Ih,jangan GR ya!",seruku.
"Siapa yang GR,faktanya kamu calon bhayangkari mas!",seru mas Pras sambil mengandeng tanganku menuju parkiran mobil.
"Ih apaan,siapa juga yang mau",jawabku sambil menyembunyikan rona wajahku.
"Kamulah",jawab mas Pras sambil membukakan pintu mobil untukku.
Mau tidak mau,aku pun ikut masuk kedalam mobil mas Pras,kemudian mas Pras pun masuk dijok kemudi.
__ADS_1
"Kok diam aja,ngga usah gugup,santai aja",kata mas Pras menggodaku.
"Aiihh siapa juga yang gugup,ngaco!",seruku.
"Yakin ngga gugup?Coba deh mas cek!",goda mas Pras sambil hampir meletakkan tangannya didadaku.
"Ih apaan sih mas,ngga sopan tahu!",sergahku sambil melotot kearah mas Pras.
"Ha ha ha,lagian yang mau nyentuh kamu tuh juga siapa dek,orang mas cuma mau benerin seatbelt kamu kok,whleeekk",goda mas Pras lagi.
"Dasar phithekantropus!",seruku keceplosan dengan phitekantropus.
"Hah,phithekantropus?Kamu pikir mas manusia purba?",tanya mas Pras sambil mencubit hidungku.
"Aauuww sakit mas!",pekikku sambil mengelus hidungku.
"Ha ha ha,",tawa mas Pras
"Huh dasar phithekantropus erektrus gila!",pekikku.
Dan tiba-tiba mas Pras memberhentikan laju mobilnya.
"Apa tadi kamu bilang?Mas phitekantropus erektrus?",tanya mas Pras dengan tatapan tajamnya.
"Iya ,kenapa?Ngga terima!",tantangku.
"Baiklah,akan mas tunjukkan bagaimana phithekantropusmu ini beraksi!",kata mas Pras sambil membuka pintu mobil dan turun.
Pada saat itu baru aku sadari,kalau aku sudah sampai didepan rumah.Tapi anehnya rumahku tampak ramai.
"Loh kok ramai-ramai?Ada apa ya?",gumanku.
"Aaahh mas Pras apaan ih,lep....",belum lagi Anit selesai dengan bicaranya,dia sudah disambut oleh pak Rt dan juga guru ngajinya.
"Nah ini dia calon pengantinnya,mampir kemana dulu?Kok baru sampai rumah?",tanya pak RT.
"Maaf pak,",jawab mas Pras.
"Ya sudah karena ini juga sudah malam,lebih baik acaranya segera kita mulai",kata pak RT lagi.
Sementara aku hanya terbengong saking bingungnya,"ada apa sih ini",gumanku.
"O iya mas Pras,demi kebaikan bersama,ada baiknya kalian langsung nikah agama saja.Biar tidak terjadi dosa",sambung guru ngajiku.
"What....",aku langsung melebarkan kedua mataku.
"Nikah agama ,maksudnya apa ini?",akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Ealah nduk,kweki piye to?Mas Pras iki ki nglamar kowe,lah daripada ngko malah terjadi dosa,wes mending kalian nikah agama sisan to?",jawab lek Yudi,guru ngajiku.
Mendengar apa yang dikatakan lek Yudi,aku hanya bisa terbengong.
"Baiklah jika memang lebih baik begitu,kulo nderek mawon",jawab Mas Pras.
"Baik,kalau begitu mas Pras sudah siap?",tanya lek Yudi.
"Baik,sudah pak",jawab mas Pras.
"Baiklah,saudara Wito Prasetyo bin Ali Hasan,saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Anita Angelia binti Hadi Sutrisno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan seperangkat perhiasan dibayar tunai"
"Saya terima nikahnya Anita Angelia binti Hadi Sutrisno dengan mas kawin tersebut,TUNAI",
__ADS_1
"Gimana sah,..."
"SAH"
Akhirnya tanpa kusadari aku telah resmi secara agama jadi istri dari briptu Wito Prasetyo,shock pasti.
Aku tak menyangka dalam waktu kurang dari sehari,aku sudah tak lagi menyandang status gadis.
Bagaimana bisa semua berjalan begitu cepat.
Setelah acara ijab kobul,semua yang hadir pun disambut dengan makan bersama.
Sungguh aneh,menikah dihampir tengah malam,menikah dengan salah satu anggota POLRI yang sungguh mirip dengan phithekantropus ini membuatku hampir tak bisa bernafas.
Bagaimana mungkin bisa,tiba-tiba aku resmi jadi nyonya Pras,Ya Allah.Antara jengkel namun hatiku juga berbunga.
Niatku kerja agar aku bisa kuliah,malah aku dapat suami diasrama polri,ya ampun.
Setelah acara jamuan selesai,para tetangga juga lek Yudi berpamitan.
"Selamat yo nduk,dadi istri sing sholehah.Nurut karo suami",kata lek Yudi.
"Nggih lek",jawabku.
"Mas,nitip Anit yo",kata lek Yudi lagi.
"Nggih pak",jawab mas Pras.
Lalu mereka pun berpamitan dan pulang.Kini tinggallah aku mas Pras,dan juga ibu dan Toni.Serta mas Arya.
"Gila kamu Pras,gercep juga kamu",kata mas Arya.
"Iya lah,kalau ngga gercep keburu ketikung nanti",jawab Mas Pras.
"Selamat ya Nit,mas Arya ngga nyangka,ternyata kamu dapat suami diasrama Polri",kata mas Arya.
"Makasih mas Arya",jawabku sambil tersipu.
"Ya udah ,mas pulang dulu ya",kata mas Arya lagi.
"Okay bro,makasih ya",jawab Mas Pras.
"Lek aku bali sek yo,",pamit mas Arya kemamak.
"Yo mas,suwun yo Anit wes dibantu",jawab mamak.
Setelah mas Arya pamitan,kami pun ngobrol sebentar.Mamak banyak memberikan wejangan padaku dan mas Pras.
"Ngih bu,In SyaaAllah Anit bade kulo jagi kados kulo njadi awak kulo kiyambak",jawab mas Pras.
"Yo wes,mamak tak istirahat sek.Kowe yo dho leren",kata mamak.
"Nggih buk",jawab mas Pras.
Lalu mamak pun segera masuk kekamarnya.Tinggallah aku berdua dengan mas Pras.
"Maaf aku mau istirahat ",kataku sambil berlalu kekamar.
Mas Pras mengikutiku dibelakang.Tahukah kalian gimana perasaanku saat ini?Canggung,gugup bercampur jadi satu.
Bayangin aja,aku yang biasa tidur sendiri,tiba-tiba harus tidur berdua,dengan laki-laki lagi.Kebayang kan gimana rasanya....
__ADS_1