Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 8 [PDKT II]


__ADS_3

Happy reading guys....


Anita Angelia POV


Aku masih ikut sibuk ngurus baby Val bersama ibuk.Kakak Vict yang biasanya anteng pun jadi ikutan manja.Mungkin efeck karena mamanya dirumah,jadi dia ada kesempatan bermanja dengan ibuk.


Sehingga aku yang seharusnya hari itu libur,jadi ngga bisa libur.Ya beginilah nasib badan guys.


Sambil mengurus baby Val,sesekali kudengar gelak tawa mas Arya dan bapak bersahutan.Entah apa yang mereka bicarakan.


Aah aku jadi teringat dengan tatapan tajam mas Pras tadi.Apa ya kira-kira yang dipikirkan mas Pras?Apa dia pikir aku dan mas Arya ada hubungan ya?Kok tadi dia melihat aku dan mas Arya sampai segitunya.Masa iya sih mas Pras cemburu sama mas Arya?


Astaga ada apa dengan pikiranku.Kenapa aku jadi takut jika mas Pras cemburu pada mas Arya?Itukan bukan urusanku.Iiisshh...


Tak terasa baby Val yang tadi tengah asyik menyedot ASIPnya,kini sudah tertudur pulas.Asataga berapa lama aku melamun?


Setelah ku pastikan baby Val terlelap,segera kutarik botol dot dari mulut mungil baby Val.Dia agak menggeliat sebentar lalu segera ku puk-puk.Dan akhirnya tertidur pulas lagi.


Aku pun segera beranjak dari kasur tempat baby Val tidur.Ku pindahkan baby Val kedalam boks dengan hati-hati.Agar dia aman ketika kutinggalkan.


Usianya memang baru memasuki tiga bulan,namun baby Val sudah pandai tengkurap.Itu sebabnya aku tidak bisa meninggalkan baby Val tidur dikasur.Karena aku takut baby Val jatuh.


Setelah kupindah baby Val,aku segera menuju dapur untuk mencuci botol dot,lalu mengeringkan dan menstarilkannya.


Ketika aku memasuki dapur,kulihat ibuk tengah menyiangi sayur sambil memangku si kakak Vick.Aku jadi tidak tega melihatnya,akhirnya aku pun berinisiatif mengambil alih pekerjaan ibuk.Yaitu memasak .😀😀😀


"Sudah buk,biar Anit yang melanjutkan",kataku pada ibuk."Kakak Vick kangennya sama mama?",lanjutku bertanya pada kakak Vick dan hanya dijawab kekehan.Lalu ibuk dan kakak Vick pun masuk kedalam.Dan aku melanjutkan masak.


Satu jam kemudian seluruh masakanku sudah selesai.Menu yang kumasak cukup sederhana,hanya sup,ayam,tahu serta tempe goreng dan sambel tentunya.


Setelah semua rapi terhidang dimeja makan,aku segera memberi tahu ibuk.


"Buk sayurnya sudah matang,dan sudah siap dimeja makan",kataku pada ibuk.


"Oh ya,tolong bilang sama bapak,om Arya dan om Pras ya",jawab ibu,lalu berlalu kemeja makan sambil menggandeng tangan kakak Vick.


Aku pun segera berlalu keruang tamu.Dari ruang tengah aku dengar gelak tawa mas Arya dan pak Budi.Entah apa yang mereka bicarakan,namun semakin dekat,ku perhatikan wajah mas Pras terlihat sungguh serius.


Agak ragu aku menyampaikan kepada bapak bahwa ibuk sudah menunggu dimeja makan,karena ku lihat sepertinya mereka sedang serius.


Namun mau tidak mau,aku pun tetap harus menyampaikan kepada mereka bertiga.


"Maaf pak,makan siangnya sudah siap.Ibuk sudah menunggu dimeja makan",kataku pada bapak.


"Mas Arya dan mas Pras juga,mari makan siang bersama,ibuk sudah menunggu dimeja makan",kataku lagi,kali ini atensiku beralih dari mas Arya ke mas Pras.


"O ya,Asataga saking asyiknya kita ngobrol,sampai lupa kalau sudah waktunya makan siang.Ayo Arya,Pras kita makan bersama",jawab pak Budi.

__ADS_1


"O iya,Nit,gimana baby Val,sedang apa dia?",tanya pak Budi padaku sembari berjalan ke arah ruang makan diikuti oleh mas Arya..


Sedang mas Pras,dia mensejajariku ketika berjalan kearah ruang makan.


"Baby Val sedang tidur pak",jawabku sambil kulirik sekilas mas Pras.


DEG


Lirikanku bertemu dengan lirikan mas Pras.Tak kusangka ternyata saat itu mas Pras juga sedang mencuri lirikan kearahku.


Segera kupalingkan wajahku,karena aku yakin saat ini wajahku sudah bersemu merah jambu.Coba ada lubang kelinci,aku pasti langsung ngumpet kedalamnya untuk menyembunyikan wajahku.


Setelah sampai diruang makan aku segera mendekat kearah kakak Vick.Sedang bapak duduk didekat ibu.Aku duduk diantara mas Arya dan kakak Vick.


Setelah ibu mengambilkan makan untuk bapak,aku pun berinisiatif mengambilkan makan untuk mas Arya,namun mas Arya menolaknya.


"Ngga perlu repot Nit,aku bisa ambil sendiri",begitu tolak mas Arya padaku.


"Baiklah,kalau begitu ini untuk mas Pras aja gimana?",tanyaku pada mas Pras yang hanya disahuti dengan senyuman manisnya dan juga anggukan.


"Segini cukup mas?",tanyaku.


Lagi-lagi mas Pras hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


Setelah selesai kuambilkan nasi beserta lauk pauknya,aku pun segera menyerahkan piring berisi nasi dan lauk pauk ke arah mas Pras.


Namun aku tak begitu menghiraukannya.Aku pun segera mengambil nasi dan lauk pauk untuk diriku sendiri.Setelahnya aku menyuapkan satu dua sendok nasi kedalam mulutku.Sambil sesekali menyuapi kakak Vick.


Disela-sela makan kudengar bapak sesekali memuji hasil masakanku.Bahkan ketiga pria dewasa itu tak sungkan untuk saling meledek.Hingga pecah suara tawa mereka.


Kudengar mas Arya meledek mas Pras,lalu diikuti oleh pak Budi,membuat aku penasaran dengan rupa dan wajah mas Pras.


Aku pun menoleh kearah mas pras,dan ternyata dia sedang memperhatikan aku dengan tatapan yang sulit untuk aku artikan.


Aku sedikit mengeryit karena bingung,namun setelahnya aku segera mengganti ekspresi wajahku agar tidak terlihat kepo dengan aura cuek.


Ku lihat sekilas ekspresi mas Pras pun berubah,entah apa yang ada dalam pikirannya.


Setengah jam kemudian,kami selesai dengan makan siang yang penuh dengan gelak tawa.Terutama tawa mas Arya dan pak Budi.


Aku pun segera memberaihkan meja tempat makan.Dan ku lihat mas Pras ikut membantu mengumpulkan piring kotor,lalu dia bawa kewastafel.


Aku sudah selesai membersihkan meja makan,namun aku tak melihat mas Pras keluar dari tempat cuci piring.Segera kuhampiri mas Pras ketempat cuci piring.


"Ya,sudah nyuci piring aja mas.Padahal Anit baru mau ngasih bonya",candaku sembari mendekati mas Pras.


"Sudah mas biar Anit saja yang cuci,mas ke depan sana!",kataku lagi.

__ADS_1


"Sudah ngga papa,jika pun harus bayar bond,aku pasti bayar kok.Berapa banyak semuanya?",katanya menjawab candaannku.


"Kalau gini kan aku jadi bingung,mau ngasih bondnya berapa?Orang sudah nyuci piring,masa masih disuruh bayar.Mas bikin Anit ngga enak kalau gitu",candaku lagi.


Dan mas Pras berhenti mencuci piring,lalu menatapku penuh arti dan berucap,"kalau gitu,untuk membayar rasa tidak enakmu,bagaimana kalau Anit bantuin aku mengerjakan tugas kuliah?".


"Eeemm,kapan itu mas?",tanyaku.


Mas Pras pun kembali melanjutkan cuci piringnya sambil berkata"hari ini.Hari ini kamu libur kan?".


"Hari ini?iya sih hari ini aku libur",jawabku.


"Ya sudah selesai nyuci piring,kamu ikut aku kerumah,bagaimana?",tanyanya lagi.


"Okay baiklah kalau begitu",jawabku sambil menerima piring yang diulurkan mas Pras.


Selesai mencuci piring,aku dan mas Pras berjalan beriringan keruang tamu.Disana mas Arya dan pak Budi yang sedang berbincang,seketika perbincangannya terhenti karena melihat kami yang mendekat.


"Pak Budi terimakasih makan siangnya,maaf saya mau pinjam Anit boleh?",katanya pada pak Budi setelah dusuk disofa.


"Tanyakan sendiri sama Anit,Pras!dia mau atau tidak",jawab pak Budi.


"Tadi sih dia jawabnya mau,ngga tahu kalau sekarang",lirik mas Pras tertuju padaku sambil tersenyum.


"Iiihh mas Pras apaan sih,ya udah ayo biar cepat kelar.Anit keburu ngantuk nanti",jawabku sambil berjalan keluar,"ayoo mas,jadi ngga?",tanyaku lagi setelah diluar.


Mas Pras pun mengikutiku keluar diikuti kerlingan mata oleh mas Arya."Ada apa mereka?",gumanku sambil mengeryit.


Setelag mas Pras berpamitan pada bapak dan mas Arya,dia pun megandeng tangan kananku,dan membawanya berjalan kearah rumah asrama miliknya.


Maaf ya guys telat Up,kuota baru terisi....


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like


Koment


Vote


Hadiah


Favorite


Jangan lupa pula mampir ke I Love You Om Tampan


Mampir juga ke IG @Tutiek-925 yaa...

__ADS_1


Thank you semua.....


__ADS_2