Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 19 Kenekatanku....


__ADS_3

Hai hai hai readers setia Love In Asrama,Apa kabar kalian,masih semangatkah menunggu kisah Anit dan Briptu Wito Prasetyo...??


Follow IG @tutiek_925 🌷🌷🌷🌷🌷


Okay guys,skuy lanjuut ke kisahnya...


🌷🌷🌷 Happy reading🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Anit POV


Hah apa maksud mas Arya,enak aja dia mbatalin janjinya.Trus ini mas Pras,ngapain juga pake nawarin diri buat nganter.Cih...kalau bukan karena terjebak sandiwara ogah banget aku dianterin dia.


Okay,okay...aku harus atur strategi.Gimana caranya agar aku tetap bisa pulang kampung tanpa diantar si Phitekhantropus.Mas Pras.


Setelah perdebatan panjang dan sedikit kecewa akan putusan mas Arya,akhirnya aku menyanggupi permintaan mas Arya agar mas Pras yang mengantikan dia mengantarkan aku pulang kampung.


Sebenarnya disini bukan masalah siapa yang mau mengantarkanku pulang sih,tapi lebih ke kenyamanan aja.Karena jujur aku lebih suka naik bus daripada harus satu mobil dengan si Phitekantropus ini.Iiihh ngak banget deh.


"Baiklah mas mas Arya,ngga papa biar mas Pras saja yang mengantarku",kataku pada mas Arya.


Begitu mendengar kalimat persetujuanku,dengan segera mas Pras meraih tasku dan memasukkannya kedalam mobil mas Pras.


Setelah berpamitan,aku segera melangkah masuk kedalam mobil,awalnya aku mau duduk dibangku belakang,namun mas Pras sudah lebih dulu membukakan pintu penumpang disebelah bangku kemudi.


Dengan senyum palsu aku akhirnya masuk kedalam mobilnya.Selama perjalanan tidak ada yang buka suara diantara kami.Suasana berubah canggung.H ingga akhirnya kuberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


"Mas!",seruku


"Iya",jawabnya singkat sesingkat seruanku.Tsk


"Ngantar Anit keterminal aja ya!",pintaku pada mas Pras.


"Apa,maksudmu gimana?",tanya mas Pras.


"Iya,tolong antar Anit keterminal aja.Anit mau pulang naik bus aja",jawabku.


"Ngga bisa,kamu harus kuantar.Mas harus jawab apa nanti kalau Arya bertanya",jawab Mas Pras.


"Jawab aja apa adanya,gitu aja kok repot",jawabku.


"Ngga bisa dek,mas harus antar kamu.Jangan kaya gini dek.Okay mas akui mas salah,tapi tolong jangan jauhi dan acuhkan mas!",jawab Mas Pras.


"Kenapa harus begitu??Memang ada hubungan apa antara Anit dan mas Pras?",tanyaku."Bukankah hubungan kita cuma sandiwara ya?",tanyaku lagi.


"Pokoknya kalau kamu tidak mau mas antar,mendingan kamu ngga usah pulang!",seru Mas Pras.


"Daripada kamu pulang naik bus,mending kamu kubawa pulang aja kerumah orang tuaku.Dinikahin jauh lebih baik daripada aku kehilangan Anit",batinku.

__ADS_1


Kemudian kuinjak pedal gas dan kulajukan mobilku dengan kecepatan tinggi.


"Mas kita mau kemana?",tanyaku saat kulihat terminal bus Prambanan dilewati mas Pras begitu saja.


"Jangan -jangan aku mau dibawa pulang kekampungnya ini",batinku saat kulihat mas Pras terus mrlajukan mobilnya kearah timur.


"Mas hentikan mobilnya,atau aku lompat!",ancamku agar mas Pras segera menghentikan laju mobilnya.


"Ngga,mas ngga akan berhenti.Kamu mau mas bawa pulang ke Tulung Agung"katanya.


Memdengar kata-katanya,aku pun nekat hendak.keluar mobil yang sedang melaju dengan kencangnya.Kubuka kunci pintu mobil dan siap membuka mobilnya,namun secara tiba-tiba mas Pras berhenti.


"Apa yang kamu lakukan dek!",seru mas Pras sambil mencekan lenganku."Baiklah mas antar kamu keterminal,tapi mas mohon jangan ulangi lagi lagi keluar dari mobil yang melaju,itu sangat berbahaya,kamu tahu itu!",serunya lagi.


Aku pun mengurungkan niatku untuk turun dari mobil itu.Sebelah bibirku terangkat.


"Siapa suruh main-main sama Anit.Dikira aku tidak tahu apa kalau mas Pras mau membawaku kekampungnya.Dasar Phitekantropus",gumanku dalam hati.


Tak lama kemudian sampailah kami keterminal bus Prambanan.Aku segera turun dari mobil dan segera naik ke bus.


Kulihat mas Pras berbincang sebentar dengan supir,entah apa yang mereka bicarakan.Setelah aku duduk didalam bus,mas Pras tidak segera meninggalkan terminal.


Dia masih duduk diatas cap mobilnya sambil memperhatikanku.Namun kuacuhkan tatapannya.


Sepuluh menit kemudian bus mulai melaju meninggalkan terminal.Namun sempat kutengok kebelakang,mas Pras masih memandang kearah bis.


Aku masih menengok kebelakang hingga mas Pras tak lagi terlihat.


"Jujur sebenarnya aku mulai jatuh cinta padamu Phitekantropus",gumanku.


Bus pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kampung halamanku,Bejiharjo.Dimana esok hari akan diadakan upacara bersih dusun atau dikampungku disebut rasulan.


Akan ada banyak kegiatan nantinya.Diantaranya sore hari biasanya diisi dengan pertandingan bola volly dan juga bola kaki.


Malam harinya akan diadakan pengajian,yang sebelumnya juga diadakan sembahyangan untuk umat Kristiani.


Puncak acara biasanya diadakan upacara adat yang diisi dengan kesenian tradisional berupa klenengan dan juga tari reog.


Dan dua tahun sekali selalu diadakan pawai kebudayaan.Pawai ini diikutu oleh seluruh lapisan masyarakat,mulai dari anak-anak hingga dewasa.Dan kebetulan tahun ini akan diadakan pawai.


Aku cukup antusias hanya dengan membayangkannya saja.Terbayang sudah bagaimana meriahnya tradisi rasulan kali ini.


Satu jam kemudian,bus yang kutumpangi telah sampai dikampungku.Aku pun segera turun dan bergegas mencari tukang ojek.


Akses menuju kampungku paling mudah ditemouh dengan ojek.Bukan karena medannya sulit,tetapi karena memang tidak ada angkutan yang samapai kekampung halamanku.


Setelah mendapat tukang ojek,akunoun segera membonceng dan pak driver pun meluncur kekampungku,tepatnya didusun Grogol V.


Butuh waktu kurang lebih seperempat jam untuk sampai kerumahku dengan menggunakan motor berkecepatan sedang.

__ADS_1


Setelah seperempat jam berlalu,aku pun telah sampai didepan teras rumahku.Kubayar jasa tukang ojek,lalu kulangkahkan kakiku menuju pintu rumahku.


"Assalamu'alaikum!",seruku pada orang rumah.


Dari dalam rumah terdengar jawaban salamku,lalu ada yang membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam",jawab penghuni rumah lalu membawaku masuk kedalam.


"Mau mangkat rene jam piro nduk (tadi berangkat kesini jam berapa nduk)",tanya ibuku.


"Ngapunten mak,wau jam pinten (entahlah tadi jam berapa),"jawabku sambil mencium punggung tangan ibuku."Mamak sehat?" tanyaku.


"Alhandulillah sehat nduk!",jawab mamak.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu mak",jawabku.


"Yo wes kono lek istirahat.Ngko bengi jatah ngisi sholawatan to(ya udah segera istirahat sana.Nanti malam jatah sholawatan kan?)",tanya mamak.


"Nggih mak.Nggih mpun Anit tilem riyen nggih mak (iya mak.Ya sudah Anit tidur dulu ya mak)!",jawabku,kemudian aku berjalan menuju kekamar dan segera merebahkan diri.


Baru hendak terpejam,tiba-tiba bayangan mas Pras ketika mencuri ciuman ku terbayang.


"Astaghfirullah...!",seruku sambil menetralkan detak jantungku."Bisa-bisanya aku kebayang hal.memalukan seperti itu",gerutuku.


Aku pun segera berdzikir agar pikiran-pikiran kotorku segera menghilang.Dan akhirnya aku pun terlelap.


TBC


Rasulan\=acara adat untuk merayakan hasil panen.


Klenengan\=kesenian tradisional berupa musik yang ditabuh dari seperangkat gamelan.


*Tari Reo**g*\=adalah tari yang dibawakan oleh beberapa laki-laki ataupun bperempuan dengan diiringi musik bende dan juga gendang.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Okay guys segini dulu ya,


Jangan lupa kasih


LIKE


KOMENT


VOTE


RATE


Setangkai mawar pengharum ruangan boleh,atau mau buatin Tutiek secangkir kopi asyik juga,atau mau ngasih sebuah hati juga bagus.

__ADS_1


Intinya Tutiek mau ngucapin terimakasih sebanyak-banyaknya buat para readers dimanapun kalian berada.


Matursuwun sedayanipun 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2