
Pagi ini aku tak menyangka akan menjadi pagi yang terindah selama hidupku.Pasalnya pagi ini diatas sofa ruang tamu,aku dan Anit melakukan itu untuk yang pertama kalinya.
Ini bukan hanya pertama bagi Anit,namun untukku juga.
Saat ini aku tengah menikmati nasi goreng yang sudah dingin.Bagaimana tidak dingin,karena setelah nasi goreng matang,bukannya kami nikmati tapi malah kami tinggal main enak-enak selama lebih dari tiga jam.
Ah anganku kembali lagi ke atas sofa tadi!
Sambil mengunyah nasi gorengku,ku pandangi wajah ayu dihadapanku.
Dengan rambut yang sedikit berantakan,bibir yang membengkak,serta leher dan dadanya yang penuh dengan tanda merah mahakarya bibirku.
Ck kenapa dia begitu manis?
"Shitt hanya melihatnya saja adik kecilku sudah on kembali",gumanku dalam hati.
Aku pun kembali terbayang dengan vidio yang kemarin sempat aku tonton.
Lalu kugerakkan meja makan,mencoba mengetes kekuatannya.
"Sepertinya cukup kuat untuk ku rebahkan tubuh mungil dan menghujamnya diatas meja ini",batinku sambil menatap wajah ayunya.
Lagi-lagi otakku membayangkan adegan enak-enak itu diatas meja makan.
Tanpa terasa nasi goreng dipiringku pun telah habis tak tersisa,lalu ku minum air putih dan mengemasinya ke washtafel.
Saat ku simpan piringku,kulihat Anit tengah melamun.Entah apa yang dipikirkannya.
Bahkan saat kupindah piringnya yang telah kosong pun tak ia sadari.Lalu segera kudekap tubuh mungilnya dari belakang sambil kubisikkan.
"Apa yang tengah kamu pikirkan dek",tepat ditelinganya aku berbisik sambil ku kecupi cuping telinga dan lehernya.
"Haah ...apa mas?",jawabnya dengan gugup.
Lalu Anit pun menyambar segelas air putih dan meminumnya hingga tandas.Tanpa ia sadari ada setetes air yang tumpah nan menetes melewati leher putihnya.
Glek....
Ku telan saliva dengan susah payah."Ya Tuhan seksi sekali gadis kecil dihadapku ini",gumanku tanpa suara.
Akhirnya ku kecupi leher yang tadi dilewati air dengan gairah yang sudah mengubun kembali.
Kurasakan tubuh Anit sedikit terlonjak,namun setelah itu sepertinya dia mulai bisa menguasai diri lagi.
"Mas...aku mau membereskan meja dulu",cegahnya.
"Meja mana yang mau kamu beresi dek,hem?",jawabku sambil terus mengendus aroma tubuh gadis kecil didepanku.
Entah mengapa setelah pergulatan panas tadi,kini aroma tubuhnya semakin membuatku candu.Aroma tubuh Anit sudah seperti nikotin buatku.
"Eeemmhh ya me-meja makanlah maasshhh...!",jawabnya terbata dengan penuh ******* membuat darah didalam jantungku terasa semakin cepat memompa.
"Semua sudah mas bereskan sayang,saat kamu tadi melamun.Emang kamu ngelamunin apa ,heem?",jawab sekaligus tanyaku pada Anit.
"Eehh itu...anu....",
"Anu apa?Kenapa kamu jadi gugup gini sih dek?Kenapa?",tanyaku lagi,kali ini sambil ku perhatikan wajah ayunya.
"Eemm ngga kok ,ngga papa",jawabnya singkat lagi-lagi sambil mengalihkan pandangan.
"Kenapa sih?Apa jangan-jangan kamu sedang membayangkannya diatas meja ini?",godaku ditelinganya.
"A..apa...?Ng..ngga kok",
"Iya juga ngga papa kok sayang.Mas akan mewujudkannya untukmu dengan senang hati",kataku sambil tersenyum penuh arti.
Lalu tanpa aba-aba,langsung ku l***t bibir merah manisnya,ku goda bibir atas dan bawahnya.
Tak lupa dua tanganku yang bebas ku gunakan untuk mengeksplor semua lekuk tubuhnya.Terutama dibukit kembar yang berujung pink kecoklatan.
Setelah mulutnya sedikit terbuka,langsung kueksplor kedalam mulutnya,ku absen seinci demi seinci setiap sudut rongga mulutnya.
__ADS_1
Ya Tuhan dek,kamu seperti alkohol...memabukkan...
Saat kurasa Anit sudah pasrah dengan semua,segera kurebahkan tubuh kecilnya diatas meja makan.Aku pun bersiap melakukannya,tiba-tiba....
Tok
Tok
Tok
Suara pintu diketuk dari luar dan terdengar suara,"Permisi ndan".
Oh shitt gagal sudah part 2 dimeja makan.Lagian apa-apaan sih,bukannya hari ini aku free.
Ku hela nafas dengan kasar dan panjang.Dan mau tidak mau kuhentikan aktifitasku.
"Dek maaf ,ada yang ganggu",kataku sambil ku lihat tubuh mungil yang sudah polos tanpa sehelai benang yang menempel disana.
"Ngga papa mas.Samperin gih,kali aja ada yang penting",jawab Anit seraya turun dari meja.
"Ya udah mas kedepan ya",kataku hendak melangkah.
Namun sebelum ku langkahkan kakiku terdengar suara pekikan Anit.Aku segera berbalik menghampirinya dan bertanya.
"Ada apa dek?",tanyaku penuh kekhawatiran.
"Iìiisshh..itu ku perih mas",jawabnya sambil mengalihkan wajahnya.
Ya Tuhan pipinya memerah lagi,duh bikin junior bangun lagi kan.
Segera ku tepis pikiran mesumku.Lalu kuturunkan tubuh mungilnya dan dengan gendongan ala bridal style kubawa Anit menuju ke kamar.
Sesampainya dikamar kurebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Mau mandi?Mas akan siapkan airnya",kataku sambil berlalu menuju kekamar mandi.
Setelah selesai mengisi bathup dengan air hangat,segera kuhampiri Anit dan ku gendong kembali ia kekamar mandi lalu kurebahkan tubuhnya secara perlahan kedalam bathup.
Apa itunya sakit ya,astaga kenapa aku ngga bisa ngerem ya.Ini kan yang pertama buat dia pasti itunya sakit sekali.
"Dek ,mas kedepan dulu ya,nanti kalau perlu apa-apa panggil mas okay",kataku sambil kuelus pelan surai indahnya.
"He eh,eehh mas...!",tiba -tiba Anit berseru.
"Iya ada apa dek?",tanyaku.
"Mas mau nemuin anggotamu dengan tubih seperti iti?",tanya Anit.
Mendengar pertanyaan Anit,alisku mengeryit"maksudnya apa?".
Ah astaga baru aku sadari kalau saat ini aku masih dengan tubuh polos tanpa sehelai benang,pantas saja Anit memalingkan pandangannya.
"He he he astaga dek,untung kamu ingetin.Berarti didepan...?",tanpa menunggu jawaban Anit aku segera berlalu keluar dan mencari celana pendek dilemari.Sedangkan tubuh atasku kubiarkan tanpa baju.
Aku pun segera berlari keruang tamu,tak lupa kusingkirkan terlebih dahulu baju-baju yang berhambur dilantai karena part 2 yang tertunda tadi.
Setelah sampai diruang tamu,segera kuperhatikan sofa,lalu segera kubersihkan dengan tissue.
Setelahnya ku buka pintu,dan disana masih ada anggota yang masih menungguku.
Hah hujan sudah reda ya,sejak kapan?Kok aku tidak menyadarinya.
"Maaf saya baru bangun tidur,ada apa ya?",tanyaku.
"Siap,ijin ndan,anda disuruh menghadap kapolsek"
"Baik,sebentar saya mandi dulu",jawabku.
"Siap"
Setelah menyampaikan perintah kapolsek,anggota itu segera berlalu menuju kekantor kembali.
__ADS_1
Aku pun segera masuk kedalam rumah dan segera menghampiri Anit yang masih berendam di bathup dengan mata terpejam.
Astaga gadis ini,rupanya dia tertidur.
Tanpa menunggu lama.Segera kuangkat tubuh mungilnya kekasur.Setelah kukeringkan tubuhnya dengan handuk,aku pun segera menganti bajunya,dan menyelimuti tubuhnya.
Setelah itu aku segera mandi.Berganti pakaian dinas harianku dan segera menemui kapolsek.Sebelum keluar kamar kuhampiri tubuh mungil yang tengah terlelap dibalik selimut.
"Terimakasih dek,kamu pasti lelah sekali pagi ini.Maaf karena mas kamu harus kecapekan begini",gumanku sambil mengecup keningnya yang halus.
Heeeehh mas Pras gimana Anit ngga capek,dari pagi hingga menjelang dzuhur tubuhnya terus kamu hajar tanpa ampun.
Sebenarnya aku juga ingin merebahkan tubuh lelahku disamping gadis kecilku.Bohong jika aku tidak merasakan capek. Namun perintah kapolsek tidak bisa kuabaikan,meski ini hari free ku,tapi perintah tetaplah perintah.
Aku pun segera berlalu menuju kantor didepan rumah dinasku.Sesampainya dikantor,aku langsung menuju kekantor kapolsek.
Tok
Tok
Tok
Ku ketuk pintu kantor kapolsek.Dan dari dalam terdengar suara "masuk",akunpun segwra membuka pintu dan setelah sampai diruangan,segera ku beri hormat kepada kapolsek.
Setelah kapolsek membalas hormat ku dan menurunkan tangannya,aku pun segera berkata.
"Ijin pak.Siap menghadap",kataku.
"Duduk Wit",jawab kapolsek.
Aku pun segera duduk dikursi depan kapolsek.
"Ijin pak.Maaf ada apa ya bapak meminta saya untuk menghadap?",tanyaku.
"Ini ada surat perintah untukmu dari Polres",jawabnya sambil menyerahkan amplop berwarna coklat padaku.
Aku pun segera menerima amplop itu dan segera membaca apa isinya.
"Selamat kamu dipindah tugaskan ke Polres untuk bergabung dengan bareskrim disana",jelas kapolsek.
"Ijin.Siap laksanakan pak",jawabku dengan tegas.
"Baiklah hanya itu tadi keperluanku.Kembali lah kerumah.Hari ini kamu free kan?",tanya pak kapolsek.
"Ijin.Siap iya pak",jawabku.
"Ya sudah sana istirahat.Sepertinya kamu kecapekan",kata pak kapolsek sambil terkekeh.
"Ijin.Siap pak",jawabku dengan sedikit rona merah dipipiku sambil berdiri.Setelah kuberi hormat kepada kapolsek,aku pun segera keluar dari kantor kapolsek dan segera menuju ke rumah dinasku.
Sampai dirumah segera kuganti bajuku dan kurebahkan tubuh lelahku disamping gadis mungilku yang masih terlelap dengan tidurnya.
Tak berapa lama mataku pun segera terpejam menyusul Anit yang sudah menggapai mimpi lebih dulu.
Entah berapa lama aku tertidur,namun dikala ku buka mataku,keadaan kamar sudah cukup gelap dan saat kulihat jam didinding,disana jarum jam kearah pukul setengah enam.Ini menandakan bahwa aku tertidur selama hampir empat jam.Kutatap tubuh disebelahku yang masih nyenyak dalam tidurnya.
*********
Maaf guys,sebenarnya episode ini sudah aku up sejak Minggu 30 jan 2022,eeh ditolak karena terlalu hareudang katanya.
Akhirnya harus aku revisi total guys.
Semoga kali ini lulus sensor ya guys.
Jan lupa like and koment nya ya
Vote juga dan setangkai mawar atau secangkir kopi itu akan sangat berarti bagi saya.
Maturnuwun sedaya....
Mmmmuuuuuaaaaccchhh......💙💙**
__ADS_1