Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 22 [Visual


__ADS_3

Damai dan nyaman.Itulah yang kurasakan saat kepalaku bersandar pada dada bidang mas Pras.Perlahan mataku pun terpejam menjemput asa dialam mimpi.


Hingga tak terasa adzan subuh pun membangunkanku.Perlahan ku buka kedua netraku dan disaat kedua netraku terbuka sempurna,kudapati seraut wajah tampan yang masih terlelap dalam mimpinya.


"Masya Allah,ternyata kamu benar-benar ganteng mas",gumanku pelan.


Kemudian kuelus alis tebalnya dengan ujung jariku,lalu hidungnya yang bangir,lalu ke pipinya yang putih dengan rahang yang tegas.


"Ya Allah mas,bahkan kulitmu lebih putih dari pada kulitku",gumanku lagi.


Dari pipi putihnya,jariku beralih kebibir merahnya.Disitu aku terpaku.Masih terbayang manisnya bibir itu saat semalam menciumku.


"Ternyata rasa bibirmu manis mas.Bibir ini yang sudah memerawani bibir suciku",gumanku sambil mengelus lembut bibir mas Pras.


"Terimakasih sayang",tiba-tiba dia berucap.


Seketika aku terjengit dan secara reflek kutarik tanganku yang ada diwajahnya,namun justru mas Pras menangkapnya kemudian dia kecup dengan mesra.


"Selamat pagi sayang",sapanya masih sambil mengecupi tanganku.


"Pa-pagi mas Pras",jawabku gugup,dan tiba-tiba kurasakan sesuatu menghangat dikedua pipiku.


"Iiihh,kenapa pipimu memerah sayang?Heemm?",goda mas Pras.


"Iihh mas,apaan sih.Bangun yuuk udah adzan loh",kataku sambil berusaha lepas dari pelukan mas Pras.


Cuuuppp


Tiba-tiba mas Pras mengecup pipiku lembut.Dan lagi-lagi kurasakan sesuatu yang hangat menjalari kedua pipiku.


"Ya Allah imutsnya",gumannya pelan sambil mencubit pipiku.


"Udah ah mas,Anit mau bersuci dulu",kataku masih sambil tersipu malu.


"Ya sudah,kita sembahyang berjamaah ya!",perintah mas Pras.


"Baiklah",jawabku kemudian aku segera turun dari ranjang,kemudian pergi kekamar mandi.


Lima belas menit kemudian,kami telah selesai menunaikan kewajiban terhadap sang khalik.


"Dek,hari ini kita kekelurahan dan kecamatan ya.Buat ngurus legalisir surat-surat yang akan kita pakai buat pengajuan nikah kantor!",kata mas Pras.


"Okay mas ",jawabku santai,kemudian aku beranjak keluar kamar untuk menghirup udara segar khas pagi.


"Mas,Anit keluar dulu ya.Mumpung masih pagi,disini udaranya enak",kataku sambil berlalu.


"Okay",jawab mas Pras.


Tak selang lama,aku pun berkata dari luar kamar,"Mas,kopinya mau ditaruh dimeja depan,atau dikamar?".


"Dimeja depan aja dek",seru mas Pras.

__ADS_1


"Okay",jawabku,kemudian kopi yang masih memgeluarkan asap memgepul itu kuletakkan di atas meja.


Setelah itu aku langsung keluar rumah sambil menghirup udara segar.



Visual Anita


Setelah beberapa saat,kulihat mas Pras pun mengikutiku keluar dengan pakaian yang sudah rapi.


Dia bersandar didinding pintu ruang tamu sambil menatapku.Uuuhh meleleh rasanya hati ini mas.



Visual:Briptu Wito Prasetyo


"Ada apa mas?",tanyaku saat mataku bertemu dengan netra mas Pras.


"Ngga papa.Kamu belum siap-siap?",tanya mas Pras.


"Bentar lagi ya mas.Kopimu dimeja itu,buruan diminum nanti keburu dingin loh",jawabku sambil tersenyum manis ke mas Pras.


"Iya udah kok",jawab Mas Pras.


"Okay",jawabku namun tiba-tiba kudengar suara seseorang yang sangat ku kenal.


"Nit,masih pake sweater aja,belum siap-siap?",tanya Mas Arya yang tiba-tiba datang dengan jaket abunya dengan senyum manis dibibirnya.



"Iya mas,masih dingin banget soalnya",jawabku.


"Alah,dingin tinggal peluk suami.Noh dia udah siap dipeluk",goda mas Arya.


"Iihh mas Arya,apaan sih?",tanyaku dan entah kenapa kedua pipiku terasa hangat.


"Cie malu-malu loh dia.Emang belum di gol tadi?",tanya mas Arya sama mas Pras.


Mendengar pertanyaan mas Arya,aku hanya menautkan kedua alisku,"di gol?Maksudnya apa 🤔?" batinku,tapi akhirnya aku hanya menggedikkan bahuku cuek.


"Duduk dulu deh mas,Anit bikinin kopi!",seruku.


"Tahu aja kamu,kalau mas belum ngopi!",seru mas Arya.


"Tahulah,kelihatan kok dari wajahnya he he he",jawabku sambil terkekeh.


"Huuu dasar bocah!",seru mas Arya sambil mengusak ujung kerudungku.


"Kheeemm,Arya!",seru mas Pras sambil menatap tajam kearah Arya.


"E busyet,posesif amat loe",cibir mas Arya.

__ADS_1


Sementara aku hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan para bujang lapuk,eehh mas Pras udah bukan bujang lagi ding.Ingat ya ,itu suamiku.Jangan diganggu.Kalau mau ngganggu,ganggu aja tuh mas Arya,biar dia ngga jadi jones,jomlo ngenes.


Tak butuh waktu lama,aku pun segera membawa kopi yang tadi sudah selesai kubuat.


"Kopinya mas Arya!",seruku saat kutaruh kopi diatas meja.


"Okay,makasih ya Nit!",seru mas Arya.


"Sama-sama mas",jawabku."Maaf,Anit siap-siap dulu ya!",pamitku sambil berjalan menjauh.


Namun baru selangkah dari ruang tamu,tiba-tiba tanganku dicekal lalu ditarik,hingga aku limbung dan akhirnya jatuh terduduk dipangkuan seorang pria tampan.Siapa?Siapa lagi kalau bukan mas Pras,suamiku.


"Mas!!Apaan sih.Malu tahu sama mas Arya!",seruku namun dengan wajah yang sudah terbenam didada bidang mas Pras.


"Biarin si jones ini kepingin dek.Kamu ngga ada teman jomlo apa?Jodohin noh sama sijones",kata mas Pras sambil mengecup pipiku.


"Mas Pras!!",seruku sambil memukul dada bidangnya,dengan sigap mas Pras meraih jemariku,lalu mengecupnya mesra.


"Hoooeeekk,kalian jangan bikin aku gumoh ya",kesal mas Arya.


"Ha ha ha,makanya,sana cari pasangan,biar kalau kepingin ada tempat buat praktek",jawab mas Pras dengan kerlingan disudut matanya.


"Iiihh mereka ini ngomongin apa sih,ngga ngerti aku",batinku.


"Mas,aku siap-siap dulu.Nanti keburu siang loh",kataku agar aku bisa terbebas dari pembicaraan dua laki-laki dewasa ini.


"Okay",jawab mas Pras,lagi-lagi dia memgecup pipiku,aaiihh.


Aku pun segera meloncat turun dari pangkuan mas Pras dan segera berlari kekamarku dengan rona merah dikedua pipiku.


"Aiihh,Anit pipinya merah loh!",seru mas Arya mengejek.


Aku tak membalas perkataan mas Arya,hanya juluran lidahlah yang jadi penggantinya.


"Pras,gimana semalam.Kelihatannya Anit biasa saja.Jangan bilang kalau belum gol?",tanya Arya.


"Kamu ini kepo aja Ar,coba deh sana cari patner",elak Pras.


"Nantilah,kalau udah ketemu.Eh berkas-berkasnya udah kamu siapin kan?",tanya Arya.


"Sudah,sudah ready malahan dari kemarin ditas",jawab Pras.


"Okay.Berarti tinggal berangkat kan in?",tanya mas Arya lagi.


"Pastinya",jawab mas Pras.


Tak butuh waktu lama untuk bersiap-siap bagi seorang Anita Angelia.Dia adalah perempuan simple nan sederhana,namun begitu cantik dilihat mata.


Hingga kurang dari setengah jam,gadis cantik itu sudah selesai bersiap-siap.


"Aku sudah siap!!",serunya saat sudah berada diruang tamu.

__ADS_1


"Wow,kamu cantik banget Niit",puji mas Arya kagum.


__ADS_2