Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
BAB 31 Hujan Di Pagi Hari


__ADS_3

Hujan adalah cerminan


Dikala turunnya halus dan teratur


Ia memberi kedamaian


Namun sikala turun dengan deras disertai angin juga petir


Maka ia membawa ketakutan dan kekhawatiran


Bahkan bencana


Hujan adalah sebuah kerinduan


Datangnya tak bisa sipresiksi


Kadang datang dan kadang juga menghilang


Namun kadang juga sekalinya datang


Eh main keroyokkan


Emang ngga berani sendirian?


Namun hujan merupakan berkah terindah


Bagi hambaNya yang pandai bersyukur


Yogyakarta,Januari 2022


Anita Angelia


**Area 18+


Bocil skip aja yea**...


Happy reading all**.


Author POV


Pagi menyapa,Anit menggeliatkan tubuhnya sambil mengedip-ngedipkan kedua netranya.


"Hooaaammm,sudah pagi rupanya.Eh apa ini?",gumannya sambil perlahan menyingkirkan lengan kekar yang ada diperutnya.


"Oohh mas Pras...What...",pekiknya setelah menyadari dia berada di kasur yang sama dengan Pras.


"Perasaan semalam aku ngga tidur dikasur,kok bangun-bangun dikasur.Eeemm pantes",gumanku lagi sambil mangut-mangut.


Setelah menyadari siapa yang memindah tubuhnya kekasur,Anit pun perlahan turun dari kasur dan segera menuju kekamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan diri,dengan hanya memakai bathdrob Anit pun bergegas kedapur untuk membuat sarapan.Pasalnya pagi ini Anit terlambat bangun.


Iiiisshh belum juga unboxing Nit,udah bangun kesiangan aja loe...


Setelah sampai dapur,Anit segera mencuci beras dan memasukkannya ke magic com.Sambil menunggu nasinya matang,Anit pun membuka lemari es untuk melihat apakah ada bahan sayur untuk dimasak sambil merebus air untuk membuatkan kopi kesukaan Pras.


"Eemm ngga ada sayuran.Cuma telur,bakso dan sosis?Buat sarapan aya ya?",guman Anit sambil mengetuk-ngerukkan telunjuknya kedagu.


"Anit ,Anit!Apa sih yang loe pikirin?.Bikin nasi goreng kan endul!Gitu aja bingung!",serunya sambil menoyor-noyor kepalanya sendiri.


"Okay mari kita mulai bikin nasi gorengnya!",serunya lagi.


Anit pun segera menyiapkan bumbu-bumbunya dan meracik toping apa aja yang mau dipake.


Selesai menghaluskan bumbu,air yang direbus Anit pun telah mendidih.Ia pun segera memindah air tersebut ketermos air panas.


Dimasa itu masih jarang displenser ya guys,jadi andalan tempat buat air panas adalah termos.


Tak lupa Anit menyeduh kopi terlebih dahulu mumpung airnya masih panas.


Selesai membuat kopi,Anit segera memanaskan minyak goreng dan mulai memasak nasi gorengnya.


Lima belas menit kemudian ,nasi goreng ala chef Anit telah selesai dihidangkan lengkap dengan telor ceplok diatasnya.


Karena Pras belum juga keluar kamar,Anit berniat membangunkan Pras kekamar.


"Oh mas Pras sudah mandi rupanya.Syukur deh,aku tinggal nyiapin baju gantinya aja",guman Anit sambil mengambil se potong kaos dan celana pendek,lalu ia letakkan diatas kasur yang sebelumnya sudah ia rapikan terlebih dahulu.


Sambil menunggu Pras selesai mandi,Anit pun berlalu keluar kamar menuju keruang tamu yang berdekatan dengan ruang makan.


Anit mendudukkan dirinya menyamping dengan kepala yang menuju kearah luar jendela.


Ia menikmati rintik demi rintik hujan yang turun.Entah mengapa melihat rinai hujan seolah memberikan ia ketenangan.


Saking asiknya Anit melihat hujan,hingga ia tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya.


Anit POV


Pagi ini aku bangun kesiangan,dengan tergagap-gagap aku segera berlari kekamar mandi.


Setelah itu langsung menuju kedapur.Dengan cekatan karena mengejar waktu,ku lakukan aktifitas dapur.


Selesai memasak dan membuat kopi untuk mas Pras,aku segera melesat kekamar untuk membangunkan mas Pras.


Namun dikala aku hendak kekamar,tiba-tiba hujan turun.Bagai sahara yang merindukan.air,begitu pun denganku.


Dengan semangat ku langkahkan kakiku menuju kamar.Namun saat sampai dikamar ternyata mas Pras sudah dikamar mandi.


Aku pun segera menyiapkan pakaian ganti untuknya.Setelah itu dengan semangat aku keluar kamar menuju ruang tamu.

__ADS_1


Begitu diruang tamu,segera ku dudukkan diriku disofa.Lalu segera ku pandang rinai hujan yang turun dengan deras namun syahdu.


Maaf ya reader,aku emang penyuka hujan.Bahkan seandainya aku ngga ada disini,ingin rasanya aku keluar menerjang hujan dan bermain dengannya.Eeemm pasti menyenangkan.


Saking asyiknya,aku hanya menjawab sepotong-sepotong atas peetanyaan yang diajukan mas Pras padaku.


Hingga aku dikagetkan dengan sesuatu yang menempel dipahaku.


"Eh...kok mas Pras bisa menyentuh langsung kulitku?Bukannya tadi aku sudah pakai...",gumanku dalam hati sekwtika berhenti saat ku ingat bahwa aku belum pakai baju dan hanya menggunakan kimono handuk.


"Eeh kenapa juga aku tak pakai dalaman tadi.Hadeegghh b*d*h banget sih",rutukku dalam hati tatkala kurasakan tangan mas Pras menyentuh bagian terprivasi ku.


Bahkan aku hanya membelalakkan mata disaat mas Pras sudah menyibak bathdrob bagian kiriku hingga terpampang aset kembarku.


Ingin ku menolak perlakuan mas Pras saat ia mulai mengecupi wajah dan leherku.


Namun hati dan tubuhku berjalan tak seirama.Hatiku menolak namun tubuhku menghianati.


Hei tubuh sebenarnya kamu itu punya siapa?


Sehingga bukannya menolak,aku justru melenguh dikala mas Pras mengecupi leher dan belakang telingaku.


Apalagi saat kedua tangan kekarnya mengelus dengan lembut dua aset kembarku.Jantungku seakan memompa lebih cepat.


Dan geleyar-geleyar aneh kembali ku rasakan menimpa tubuhku.


Aku ingin lebih dari ini!Astaga perasaan apa ini?


Tak cukup hanya mengelus,kini tangan mas Pras sudah mulai m*****s aset kembarku,dan entah sejak kapan kedua tanganku sudah mengalung indah dileher mas Pras.


Sementara bibir mas Pras tak henti-hentinya mengecupi leher dan punggung polosku.Pasalnya saat ini baju mandiku sudah lepas dari tubuhku.


"Maaf semalam mas pulang larut.Kamu pasti menunggu-nunggu mas!",bisik mas Pras disela cumbuannya.


"Eeemmmhh nggaaakk pa-paaa maaasshh",jawabku sambil menahan *******.


"Jangan ditahan dek,keluarkan saja suaramu!",bisiknya lagi ditelingaku membuat jantungku makin tak karuan.


Duh mas Pras ngga tahu apa kalau suara serakmu itu membuat jantunku makin tak karuan?


Setelah berbisik,mas Pras segera menyambar bibir merah ranumku,lalu ia l***t dan ia h***p dengan penuh kelembutan.


Dari bibir turun keleher dan memberikan beberapa kissmark disana.Turun lagi ke tulang selangkaku hingga aku pun melenguh.


"Eeemmmhh maaass Praaasshh",desahku akhirnya tak tertahankan pasalnya bukan hanya tangann saja yang sedang me****s aset kembarku,namun juga bibirnya.


Dan entah sejak kapan aku berada dalam pangkuan mas Pras.Melihat tingkah mas Pras,tanpa kusadari dengan reflek tanganku meremas gemas rambut mas Pras menyalurkan rasa yang entah dalam rongga jantungku.


Mas Pras semakin aktif dengan gerakan tangan dan bibirnya,sementara aku hanya mampu melenguh nikmat sambil terkadang menekan kepala mas Pras agar lebih dalam masuk kedadaku sambil meremat rambut coklat lurusnya.

__ADS_1


__ADS_2