
Hello hai hai reader semua ....
Semoga up kali ini lancar jaya ya ,tak ada sensor 😁😁
Chekidot semua....
Happy reading.....
Saat ku buka kedua mataku,ruang kamarku terlihat gelap.Lalu ku alihkan mataku ke jam dinding yang menempel ditembok kamarku.
"Eemm sudah jam 17.30,lumayan lama juga aku tertidur",gumanku sambil merentangkan kedua tanganku.
Sesaat ku lihat tubuh mungil disampingku yang wajahnya menghadap kearahku.Ia nampak terlelap dalam tidurnya.
Ku perhatikan wajahnya lali ku sibakkan helaian rambut yang menghalangiku dari pandangan cantik wajah istriku.Dia masih nampak terlelap.
"Segitu capeknya ya kamu dek?Sampai sejak siang hingga petang kamu masih terlelap",gumanku.
Kemudian ku kecup kening dan pipinya.Namun dia hanya melenguh dan kembali melanjutkan tidur cantiknya.
Melihat kamar yang semakin gelap,aku pun memutuskan untuk segera bangkit dan menyalakan lampu-lampu dalam rumah dan juga kamar.
Setelah itu aku melanjutkan langkahku menuju kamar mandi.Ku bersihkan diriku disana.Selesai lalu ku ganti handukku dwngan baju santai.
Ku perhatikan gadis mungilku masih terlelap tidur.Akhirnya kuhampiri lagi wajah ayunya.Ku pandangi lagi wajahnya,lalu kekecup pelan pipi putihnya sambil sesekali ku toel-toel pipi dan hidungnya.
"Dek,bangun sudah malam ini.Kamu ngga ingin jalan-jalan?",bisikku.
*Ya kalau Anit masih kuat jalan mas Pras,ngga nyadar apa tadi pagi digempur hampir 5 jam*?
Anit hanya sedikit membuka matanya karena masih menyesuaikan dengan cahaya lampu.Lalu perlahan membuka matanya dengan lebar dan berkata.
"Eeeemmmhh mas Pras,ngapain ih ganggu",lenguhnya lalu kembali terpejam.
"Eeh...!!Ya ampun kamu lucu banget sih dek",batinku.Lalu
"Dek ini udah malam lho,kamu ngga mau bangun mandi dulu?",tanyaku sambil mentoel-toel pipinya.
"Eeemmmhh apaan sih,aku masih ngantuk!",balasnya.
"Baiklah sepertinya malam ini kita memang harus kejar setoran.Malam ini kita habiskan waktu kita dikamar sampai pagi!",seruku lalu dengan sigap kuraup kedua bibirnya.
"Eh...apaan sih mas",pekik Anit sambil bangkit dari tidurnya.
"Mas mesum...!"pekiknya lagi dengan bibir manyun yang membuatku semakin gemas melihatnya.
"Makanya kalau ngga mau dimesumi,san gih buruan mandi!Udah malam loh ini",kataku lagi.
Tapi bukannya menjawab,istri kecilku ini justru mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan.
"Astaghfirullah,aku tidur selama itu",gumannya sambil membekap mulutnya sendiri.
Aku hanya mengulum senyum dan mengelengkan kepala melihat tingkah absurdnya.
*Ah ternyata istri kecilku bisa seabsurd itu tingkahnya*.
Tidak kujawab gumanan Anit,hanya ku perhatikan saja tingkahnya.Setelah itu dia menatapku,entah apa yang ada dalam pikirannya.Entah
__ADS_1
Setelah itu dia bangkit dari tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Aku terbelalak.Kaget
"Dek selimutnya mau dibawa kemana?",tanyaku sambil meraih selimutnya.
Dengan reflek ,Anit pun menutup bagian-bagian sensitifnya dengan tangan.Astaga
Aku dibuat terpingkal karenanya.Wajahnya memerah.Lalu ia lari kedalam kamar mandi dan menutup rapat pintunya.
Sedangkan aku,masih tergelak dengan tingkah lucunya sambil kurapikan tempat tidur.
Cukup lama aku menunggu dia selesai mandi.Entah apa yang ia lakukan,hingga dia begitu betah berlama-lama dikamar mandi.
Karena khawatir terjadi sesuatu padanya,aku pun segera menuju pintu kamar mandi,dan dengan penuh kekhawatiran ku ketuk pintunya.
"Dek,kok lama banget dikamar mandinya,kamu kenapa?",tanyaku dengan tidak sabaran.
Semenit...dua menit...tiga menit....
Tidak ada jawaban disana,akhirnya kembali ku letuk pintu kamar mandi,kali ini dengan sedikit keras.
"Dek,,kamu dengar mas?",tanyaku lagi
Lagi-lagi tidak ada jawaban.
"Dek,mas hitung tiga kali kamu ngga buka pintu,mas dobrak pintunya!!",seruku penuh dengan perintah.
*Busyet dah mas Pras,dikira Anit adik letting kali ya*....
"Satu......dua....ti....."
Krieeettt.....(anggap suara pintu terbuka ya guys...)
Sebelum habis dihitungan ketiga,Anit sudah membuka pintu kamar mandi,namun hanya kepalanya saja yang menyembul keluar.
"Ada apa lagi dengan mahkluk absurd satu ini",batinku sambil ku perhatikan wajahnya.
"Mas...eee...anu...itu...engg",gugup Anit.
"Apa sih dek?Jangan bikin mas khawatir.Ada apa?",tanyaku masih dengan mode khawatir.
"Enggg....itu mas..anu....eeemmm...bisa tolong ambilkan handuk?",tanyanya akhirnya.
"Apa....?!!!!".
Bbbbhua ha ha ha...aku tak mampu lagi menahan gelakku.Hingga aku tersentak dengan suaranya yang sedikit melengking.
__ADS_1
"Maaf dek.Lagian siapa suruh buru-buru kekamar mandi ngga bawa handuk.Kirain mas kamu mau ngajak mas mandi lagi",godaku sambil menyerahkan handuk dan juga baju ganti untuknya.
*Duh baiknya mas Pras*
Tanpa berucap sepatah katapun Anit segera mengambil handuk dan baju ganti yang ku angsurkan kehadapannya.
Tak berapa lama dia pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi dan wajah yang sedikit merona.
Dengan tersipu malu Anit berucap makasih padaku.Sedangkan aku hanya memandanginya dengan itens.Wajahnya semakin merona.
"Dek itu mu masih sakit ngga?",tanyaku sambil duduk ditepian ranjang.
*Lihatlah wajah meronanya,kenapa dia makin menggemaskan begini sih*?
"Gimana sih dek?Ditanya kok ngga dijawab?",tanyaku lagi karena Anit hanya tersipu.
Dan lagi-lagi wajah meronanya mendominasi.Dia hanya menggeleng sambil menggigit kecil bibir bawahnya.
*Bisa stop ngga sih dek,adik kecilku makin ngga kuat nahan rasa ini*
Akhirnya saking gemasnya,aku pun langsung menyerang bibir merahnya tanpa ampun.Aku tahu dia kelabakan.
*Salah sendiri mancing-mancing terus dari tadi.Kan jadi kena*
Setelah nafasnya tersengal,ku hentikan bibirku dan ku satukan dahi kami.
"Bersiaplah,kita keluar bertemu dengan WO",bisikku dengan susah payah menahan si adik kecil.
Setelah ku kecup keningnya,aku pun segera keluar kamar menuju ruang tamu.Lebih aman bagi adik kecilku diruang tamu dari pada dikamar.
~☆☆☆☆☆~
Kini kami tengah berada disalah satu resto di tengah pusat perbelanjaan kota Djogja.Kami tengah berdiskusi dengan pihak WO yang akan menghandel acara kami nanti.
Sesudah semua kita sepakati,kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan di Malioboro.Menikmati indahnya suasana malam minggu di Malioboro.
Melihat para pedagang kaki lima yang berderet disepanjang jalan Malioboro dengan aneka rupa dagangan yang berbeda.
Ada yang memajang baju-baju batik,tas batik,miniatur-miniatur dari pesawat hingga candi borobudur yang terbuat dari kayu.Dan masih banyak yang lainnya.
\*Namun mungkin untuk tahun 2022 ini semua itu sudah tidak bisa dinikmati karena mereka direlokasi,dan kawasan Malioboro benar- benar dikhususkan untuk pejalan kaki.
Perlu diketahui,setting novel ini adalah tahun 2004 an\*.
Disaat kami sedang asyik memperhatikan para pedagang,tanpa sengaja kami bertemu dengan Arya.Teman satu lettingku sekaligus tetangga rasa abang untuk Anit,istriku.
"Wah wah wah,ada pengantin baru rupanya",sapanya dengan wajah khasnya.Jahil
"Mas Arya!",pekik Anit begitu melihat mahkluk usil yang satu ini.
Aku yakin dia pasti akan menanyakan hal-hal absurd nanti.Ck
"Anit....!",serunya,"gadis kecil yang tak lagi gadis",godanya pada Anit.
Ku kulum lagi senyumku malakala ku lihat Anit memutar matanya malas.
__ADS_1