Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 21 [Malam pertama I]


__ADS_3

Setelah sampai dikamar,tiba-tiba aku dikejutkan oleh tangan kekar yang melingkar diperutku.Aku hampir pingsan saking kagetnya.


Debaran jantungku makin tak beraturan.


"Ya Allah,apakah mas Pras akan meminta jatahnya malam ini?Aku belum siap ya Allah",pekikku dalam hati.


"Dek,kamu tenang aja.Mas belum akan meminta hak mas,sampai nikah kantor kita selesai",bisik Pras.


"Eh...i- iya,mas",jawabku gugup karena tiba-tiba mas Pras sudah mendaratkan kecupannya dipipiku.


Mas Pras semakin erat memelukku,dan kurasakan ada sesuatu yang menonjol dinelakang tubuhku.


"Ih apaan kok ada yang menonjol?",pikirku,bagiku itu sesuatu yang aneh."Kira-kira apa ya,kok tiba-tiba ada benda menonjol?Apa jangan-jangan itunya mas Pras?Astaghfirullah",kembali aku berhipotesa.


"Maaf mas,Anit mau ganti baju dulu",kataku untuk melepaskan diri dari rengkuhan mas Pras.


"He he he,dasar gadis kecil,tunggu aja kita selesai nikah kantor,akan ku pastikan kamu ngga akan bisa beranjak dari kasur",bisik mas Pras sambil melepas rengkuhannya padaku.


Mendengar apa yang dibisikkan mas Pras,seketika tubuhku merinding.Ngeri.


Aku tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi ketika nikah kantor nanti telah usai."Apakah mas Pras akan menyiksaku?Kenapa dia ingin aku tak mampu beranjak dari kasur?",pikirku dengan perasaan berkecamuk.


"Sepertinya mas Pras tidak mencintaiku,buktinya dia ingin aku tak bisa beranjak dari kasur",pikirku lagi sambil kulepaskan hijab yang menutupi rambutku.


Lalu kuambil baju tidur yang biasa aku pakai,dan aku beranjak keluar kamar untuk kekamar mandi berganti pakaian.


Tak butuh waktu lama aku sudah selesai dengan ganti bajuku.


Saat tiba dikamar,kulihat mas Pras sudah merebahkan tubuhnya diatas kasurku.Dia pun telah berganti pakaian dengan kaos dan celana pendek.


Saat aku masuk kamar,tiba-tiba mas Pras melepaskan baju kaosnya.Hingga perutnya yang sixpack terpampang nyata dihadapanku.


Ku telan salivaku dengan kelat."Astaga roti sobeknya",batinku,khayalku pun tiba-tiba melayang tak karuan.


Entah setan apa yang merasuki otak suciku,hingga aku berfantasi sedang berada dalam kungkungan tubuh kekar mas Pras."Astaghfirullah",lagi-lagi aku terpekik kaget dengan otakku.


"Heh,lab liurmu itu!Jangan sampai menetes!",seru mas Pras.


Seketika aku mengelap bibirku,"Mana,orang ngga ada",sanggahku,karena memang ngga ada air liur yang menetes.


"Ha ha ha,kamu ini lucu sekali sih dek!Sini mendekat ke mas Pras!",seru mas Pras.

__ADS_1


"Apaan sih mas Pras.Suka banget deh nggodain Anit",sungutku,namun tak urung aku pun beringsut mendekat kearah mas Pras.


Begitu aku sampai didekat mas Pras,lalu ikut duduk disebelahnya.Ku lihatas Pras menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan.


"Ada apa demgan mas Pras?",pikirku.


"Mas,kenapa sih ngelihat Anit begitu?",tanyaku.


"Ternyata kamu cantik banget dek.Apalagi kalau ngga pakai hijab,kamu makin seksi",kata mas Pras.


Seketika aku melotot,lalu dengan reflek aku memengang rambutku,"Astaghfirullah,aku ngga pakai hijab",pekikku.


Pantas saja mas Pras melihatku sampai begitunya.


"Iih mas Pras,aku kan jadi malu",jawabku.


"Untuk apa malu,mas ini kan suamimu.Meski kita baru nikah agama",jawab Mas Pras.


Mendengar kata mas Pras,aku segera bangkit dari dudukku.


"Mau kemana?",tanya mas Pras.


"Pakai hijablah mas,risih aku dilihatin mas sampai sebegitunya!",cetusku.


Dan akhirnya aku pun terjatuh,tepat diatas tubuh mas Pras yang sedang duduk bersandar diatas kasur.


"Kenapa?Kamu sudah ngga tahan pengen peluk mas ya?",goda mas Pras.


"Hah,apaan.Ngga iih",seruku sambil berusaha bangkit,namun mas Pras malah memeluk tubuhku makin erat.


"Mas,lepasin Anit ih",seruku sambil memukul dada mas Pras.


"Ngga!",seru mas Pras.


Lalu sebelah tangan mas Pras meraih daguku,sebelah tangan yang lain tetap mengunci tubuhku dengan pelukannya.


Netraku pun langsung tertuju ke netra indah mas Pras.


"Ya Allah,matanya indah banget",batinku.


Kutelusuri wajah ganteng mas Pras,dari mata turun kehidung mancungnya,lalu oohh astaga bibirnya,ya ampun adek meleleh mas.

__ADS_1


Lama aku terpaku pada kedua bibir tipis mas Pras,hingga sesuatu yang kenyal tiba-tiba meraup bibirku.


Aku terbelalak mencoba mencerna apa yang terjadi,dan kurasakan jempol mas Pras mencoba menarik daguku agar bibirku terbuka.


Dan entah apa yang kurasa saat itu,aku pun perlahan membuka bibirku,seketika kurasakan lidah mas Pras menelusup kedalam mulutku.


Untuk beberapa saat aku hanya terdiam,hingga mas Pras melepaskan raupan bibirnya.


Namun hanya sesaat,lalu mas Pras kembali memengang tengkukku,dan meraup lagi bibirku dengan lembut.Naluriku mulai bekerja dan perlahan kubalas apa yang dilakukan mas Pras.


Sungguh jiwaku melayang saat itu.Ini memang bukan yang pertama mas Pras mencium bibirku.Namun ini adalah kali pertama kubalas ciuman mas Pras.


Saat bibir tipis mas Pras meraup bibirku,perlahan ku buka bibirku,hingga lidah mas Pras langsung menelusup masuk kedalam mulutku.Menggoda lidahku yang kelu,hingga akhirnya lidahku pun mengikuti irama yang dibuat mas Pras.


Cukup lama kami saling bertaut dan bertukar saliva,entah siapa yang memulai duluan dan mengakhiri,lalu memulai lagi.


Yang pasti kami larut dalam ciuman hangat yang berubah jadi panas.Hingga mas Pras melepas ciumannya.


"Cukup ini dulu dek.Mas ngga mau nanti mas kebablasan.Terimaksih karena sudah mau menerima mas jadi suamimu",kata mas Pras lembut.


"Mas,boleh Anit tanya?",tanyaku.


"Heem boleh,mau tanya apa?",jawab mas Pras.


"Kenapa mas memilihku jadi pendampingmu?Bukannya yang ngejar-ngejar mas banyak?Bahkan para polwan di polsek pun ada yang berusaha mencuri perhatian mas,kenapa mas malah memilihku yang hanya pengasuh bayi?",tanyaku panjang lebar.


"Karena mas mencintaimu,Kamu tahu dek.Mas sudah merasa jatuh hati sejak pertama melihatmu memasuki asrama bersama Arya.Saat itu entah kenapa melihat mata dan senyummu,hatiku bergetar aneh",jawab mas Pras.


"Lalu hubungan kita yang bersandiwara itu gimana?",tanyaku lagi.


"He he he,maaf sebenarnya itu hanya alasan mas,agar mas bisa dekat dengan kamu dan mas bisa mengikatmu.Mas tak mau ada yang mendekatimu.Apa kamu tahu,sejak pertama kamu memasuki asrama,banyak anggota polsek yang langsung membicaraknamu,bahkan ada yang berniat mendekatimu.Dan saat itu entah kenapa,hatiku terasa panas.Aku tak rela kamu didekati oleh lelaki lain",jawab mas Pras panjang lebar.


"O iya?",tanyaku dan aku masih setia diatas tubuh mas Pras.Entah mengapa rasanya aku tak mau lepas.Aku merasa begitu nyaman.


"Begitulah.Ekhem....nyamannya diatas tubuh mas?",tanya mas Pras sambil menatapku penuh arti.


"Eemm,eeh....anu..anu...",jawabku gugup.


"Anu apa heem?",tanya mas Pras,dan lagi-lagi mas Pras meraup bibirku sambil dengan pelan membalikkan posisi.Kini aku berada dalam kungkungan tubuh kekar mas Pras.


Selang beberapa saat mas Pras melepas tautan bibirnya.Dan direngkuhnya tubuhku dengan begitu hangat.Nyaman,itu yang kurasakan.

__ADS_1


Tak berapa lama,mas Pras pun turun dari tubuhku,lalu meletakkan kepalaku diatas dada bidangnya.


"Tidurlah dek,besok acara kita banyak",kata mas Pras sambil mengelus pelan rambutku.


__ADS_2