
Hai hai hai readers semua...
Jangan bosan dulu yeeaa...
Happy reading semua....
Sesampainya dirumah asrama mas Pras,aku langsung duduk dikursi ruang tamu.Sedangkan mas Pras masuk kekamarnya.Tak lama kemudian dia keluar.
"Nit,sini komputernya dikamar,kamu bantu ngetik ya!",ajak mas Pras.
"Heeehh,baiklah"jawabku sambil menghela nafas panjang.
Ada rasa sedikit canggung ketika aku memasuki kamar mas Pras.Ku toleh pintu kamar yang ternyata masih terbuka.
"Kenapa menoleh kearah pintu,mau pintunya mas tutup?",goda mas Pras padaku.
"Jangan!",seru ku.
"Ha ha ha,kamu ini lucu sekali sih dek",kata mas Pras lagi.
Mendengar panggilan mas Pras yang berubah terhadapku,refleks aku berbalik kearah mas Pras.Ku tatap matanya,lalu ku tanya,"tadi mas panggil Anit apa?".
"Dek,kenapa memangnya?",jawab mas Pras balik bertanya.
"Ngga papa sih.Hanya saja rasanya gimana ya mas?",jawab Anggi sambil menggaruk belakang jilbabnya sambil nyengir.
Tiba-tiba mas Pras berjalan mendekatiku,lalu bertanya,"Bolehkan mas memanggilmu dek?".
Aku makin bingung dengan mas Pras,pasalnya ngga hanya merubah panggilan untukku,namun dia juga merubah panggilannya sendiri.
Jika biasanya dia menyebut dirinya aku,kini dia menyebut dirinya mas.Aneh sekali..
"Kok diam?Sudah ada yang panggil kamu dek ya?",tanya mas Pras dengan raut wajah yang berubah sendu.
"Ng-ngga kok m-mas",jawabku tergagap karena tidak enak sama mas Pras.
"Kalau ngga papa,berarti nanti malam,Anit mau dong temani mas?"tanya mas Pras.
"Menemani mas?",beoku."Kemana?",tanyaku kemudian.
"Iya,temani mas keacara pertunangan teman mas",jawab mas Pras.
"Kok Anit sih mas,emang pacar mas kemana?",tanyaku,meski ada desir aneh dihatiku ketika aku menanyakan pacar pada mas Pras.
"Iya,mau siapa lagi?Orang mas ngga punya pacar",jawab mas Pras.
"Masa sih?",tanyaku.Aku sudah merubah posisi dudukku,yang tadi menghadap komputer,kini aku menghadap mas Pras yang duduk diranjangnya.
"Benar.Kalau ngga percaya,tanya aja sama Arya tuh!",jawab mas Pras.Yang entah mengapa membuat hatiku terasa lega.
Astaga ada apa ini..
"Heran,padahal usia kalian ini sudah cukup matang lho,tapi kenapa ngga mas Arya,ngga mas Pras koknya sama-sama belum punya pacar",sahutku kemudian.
__ADS_1
"Ya kalau si Arya itu,dia masih gagal move on dari pacarnya yang meninggal karena kecelakaan dulu",jawab mas Pras.
"Ooohh gitu ceritanya,terus kalau mas Pras kenapa kok ngga punya pacar?Padahal diusia mas Pras ini,mas udah pantas menikah loh",kataku dengan antusias.
Bagaimana tidak,kenal dua cowok berlebel,yang jika memginginkan perempuan tinggal tunjuk,tapi belum punya pacar alias jomblo.
"Siapa yang mau sama mas dek?"tanya mas Pras padaku.
"Lah pasti banyaklah yang mau sama mas.Perempuan mana sih yang bakalan menolak manusia-manusia berlebel macam mas Pras dan mas Arya",jawabku.
"Eemm,gitu ya?",jawab mas Pras sambil manggut-manggut.
"Iya lah!",jawabku antusias.
"Berarti termasuk kamu juga dong?",jawab mas Pras
"Apa...?,aku mas?",tanyaku dengan kedua netra yang membelalak lebar.
"Iya,tadi katamu ngga bakalan ada perempuan yang nolak kan?"
Aku menganggukkan kepala
"Berarti termasuk kamu dong,kamu kan perempuan juga"
Aku memnelalakkan kedua netraku,dengan rahang bawah yang hampir menyentuh lantai.
"Kok malah bengong?",kata mas Pras.
"Kenapa?kamu bukan perempuan?",tanya mas Pras sambil mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Apaan sih mas Pras",tanyaku yang tanpa sengaja menutup kedua netra mas Pras dengan telapak tanganku.
"Kamu yang apaan dek,mas kan cuma memastikan kalau kamu juga perempuan",jawab mas Pras sambil melepas tanganku yang menutupi matanya.Namun bukannya dilepas,tapi malah digenggam dengan erat.
"Iiihh enak aja,ya aku perempuan lah",jawabku tak sengaja kedua netraku menatap kedua netra mas Pras yang juga menatap lembut kearahku.
Duh jantungku,ada apa dengan jantungku???
"O iya,kok aku ngga percaya kalau kamu juga perempuan",kata mas Pras,membuat aku mengeryit dan berpikir.
Namun belum sempat otakku berfikir,tubuhku sudah tertarik dan mendarat dipangkuan mas Pras.
Jantungku serasa berhenti saat itu juga.Sedangkan wajahku,aku yakin saat ini wajahku lebih merah dari kepiting rebus karena malu.
Aku berusaha beranjak dari pangkuan mas Pras,tapi dia justru memeluk pinggangku dengan erat.
"Mas,apaan sih,lepasin Anit",kataku sambil meronta-ronta.
Tapi bukannya melepas,mas Pras malah menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan.
"Ada apa dengannya?Ya Allah tolonglah hambamu ini!",do'aku dalam hati.
"Diamlah sebentar,jangan banyak bergerak.Biarkan mas seperti ini sebentar saja",ucap mas Pras dengan suara yang tiba-tiba berubah sendu.
__ADS_1
"Ada apa dengan mas Pras?",pikirku.
"Mas kenapa,cerita sama Anit,biar mas sedikit lega!",kataku yang entah bisikan dari mana,tiba-tiba tanganku mengelus rambut mas Pras dengan lembut.
"Dek,tadi kamu berkata kalau tidak akan ada perempuan yang menolakku kan?"
Kuanggukkan kepalaku
"Ada dek,ada.Tepatnya dia menghianatiku,dia berkhianat dan lari kepelukan laki-laki yang jauh lebih kaya dan pangkatnya lebih tinggi dariku.Demi harta dia mengkhianatiku.Bahkan demi harta dia rela jadi yang kedua dek",kata mas Pras panjang lebar.
"Sabar mas,berarti dia bukan yang terbaik untuk mas.Harusnya mas bersyukur Allah telah memperlihatkan dia yang sesungguhnya.Bahkan disaat mas dan dia belum menikah.Coba kalau Allah menunjukkan aslinya dia ketika kalian sudah menikah,pasti ngga kebayang kan betapa malunya",kataku panjang lebar.
Mas Pras melepas pelukannya,lalu mendongak menatapku sambil berkata,"benar juga apa yang kamu katakan dek".
Karena kedua tangan mas Pras terlepas dari pinggangku,aku pun ambil kesempatan untuk segera beranjak dari pangkuannya.Namun baru aku mau bangkit,kedua tangan mas Pras sudah kembali memeluk pinggangku.
"O iya,nanti malam temani mas ya.Bantu mas menghadapi mantan mas,pasti nanti dia juga ada disana.Kumohon",kata mas Pras lagi memelas.
"Tapi Anit ngga biasa keacara kaya gitu mas.Nanti.Anit malu-malu in lagi.Mana Anit ngga ada baju buat acara begituan lagi",kataku mencoba menolak sambil nerusaha terlepas dari belitan tangan mas Pras.
Tangan mas Pras sudah seperti tentakelnya squidword,yang jika sudah menempel susah terlepas.
"Aku akan melepaskanmu,asal Anit berjanji mau menemaniku nanti malam",kata mas Pras kemudian.
"Kalau Anit ngga mau,gimana?",tanyaku.
"Ya sudah mas ngga akan melepasmu.Mungkin mas juga akan melakukan sesuatu padamu",bisiknya ditelingaku.
"Aaiihh,tidak ...tidak,baiklah,Anit mau,Anit mau",jawabku panik.
"Baiklah kalau begitu,kamu sudah janji ya!",kata mas Pras kemudian melepasku dan membiarkanku beranjak dari pangkuannya.
Maaf reader semua,up nya terhambat
Terimakasih buat kalian yang sudah setia menunggu up up nya Tutiek ya,
Terimakasih juga buat kalian yang sudah memnerikan
Like
Koment
Vote
Rate
Favorit
Jangan lupa juga mampir ke kisahku yang lain yang berjudul I LOVE YOU OM TAMPAN
Follow juga IG @tutiek_925 ya...
Thank you semua....
__ADS_1