
Hallo Hai Hai reader setia LIA, Maaf ya judulnya Sa ganti biar sesuai sama alur ceritanya, okay guys
Happy reading and happy literasi semua....
Author POV
Di pagi harinya dua sejoli yang saling bucin itu pun segera melesat kedaerah dimana mereka tinggal.
"Huh akhirnya sampai juga", keluh Anita disaat mereka sudah sampai diasrama.
" Kenapa dek? Capek? ", tanya Pras sambil membuka pintu rumah dan mempersilakan Anita masuk.
" He eh, ngga tahu nich. Eh mas, nanti kita ke kantornya jam berapa ya? ", tanya Anita.
" Jam sembilan an, kenapa emang? ", balik tanya Pras.
" Ngga papa sih he he he. Mas mau kopi, Anita buatkan ya? ", tanya Anita.
Namun sebelum Pras menjawab, Anita sudah melesak kedapur merebus air.
Sepuluh menit kemudian tercium. aroma kopi yang sangat harum.
" Eeemmm wanginya! ", seru Pras.
" Eh he he he diminum mas! ", seru Anit.
" Makasih dek! ", jawab Pras lalu menyeruput kopi buatan Anit.
" Kopi buatanmu emang mantap dek", sambung Pras sambil memeluknya dari belakang.
"Mas Pras bisa aja", jawab Anit sambil menyugar rambut Pras.
" Lah emang gitu kok dek", jawab PrasPras sambil perlahan membuka kerudung yang Anit pakai.
"Mas kok dilepas sih kerudungnya? ", tanya Anit dengan dahi mengeryit.Namun tak berselang lama bulu halus Anit meremang.
" Maas, geli ich", protes Anit manakala Pras mengendus dan mengecup pelan leher jenjangnya.
"Kamu wangi Nit, bikin mas candu", jawab Pras masih sambil mngendus, mendusel dan mengecup pelan hingga sedikit memberikan gigitan dileher bersih Anit.
" Iicch mas Pras uda mirip kaya dracula aja", gerutu Anit yang merasakan geli dan ada sensasi geleyar aneh di tubuhnya.
Pras tidak mempedulikan apa yang diucapkan Anit, dia malah makin asyik menghirup aroma tubuh gadis yang ada dalam rengkuhannya.
"Nit.. ! ", seru Pras dengan suara parau berkabut.
" Eh mas, kenapa suaranya begitu? ", tanya Anit sambil memalingkan wajahnya menghadap Pras.
Tanpa menjawab sepatah kata pun, tiba-tiba Pras meraup bibir ranun Anit.
Anit yang mendapat serangan tiba-tiba hanya mampu membelalakkan kedua matanya. Pelan namun pasti, Anit pun terbawa suasana yang diciptakan Pras.
__ADS_1
Semula bibirnya yang hanya diam mematung, perlahan membalas apa yang dilakukan Pras.
Mereka baru saling melepaskan setelah nafas keduanya sudah hampir habis.
Pras mencoba meraup kembali bibir semanis madu buatan Tuhan itu, namun Anit dengan cukup cekatan menghindar.
"Mas, udah siang loh. Kita ke kantor jam 09.00 kan?"tanya Anit.
" Iya, ini kan baru jam 07.00,masih lama dek! ", seru Pras sambil kembali merengkuh tubuh Anit.
Sementara Anit yang sudah terperangkap dalam dekapan Pras, tak mampu lagi untuk melepaskan diri.
Wajah Pras pun perlahan mendekat kearah Anit, hingga kurang dari satu jengkal saja, wajah mereka akan saling bertemu.
Kruuugg krruuugg....
Tiba-tiba perut Anit menginterupsi.
"Eh eh... kamu lapar dek? ", tanya Pras sambil tersenyum lebar.
Wajah Anit sudah tak bisa lagi menyembunyikan rona merah diwajahnya.
" He he he iya mas, ", jawab Anit sambil menyembunyikan wajahnya didada Pras.
" Ya udah yuuk kita cari sarapan! ", ajak Pras.
" Bentar Anit pakai kerudung dulu", jawab Anit.
Beberapa jam telah berlalu, kini Anit dan Pras tengah berada dikantor Polres untuk pengajuan.
BP4R adalah Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk.
Sidang BP4R ini bertujuan untuk memberikan izin nikah bagi anggota polri yang hendak menikah.
Sidang BP4R adalah sidang wajib sebagai salah satu syarat untuk melakukan pernikahan bagi anggota polri.
Sumber google
Setelah berjam-jam menjalani sidang dan serangkaian tes, Anit akhirnya dapat bernafas dengan lega.
"Aaahh akhirnya selesai juga", lirih Anit sambil merenggangkan otot-ototnya.
" Gimana udah lega? "tanya Pras.
" Huuuuhhh lega banget mas", jawab Anit.
Flash back on.
Setelah sampai didalam ruang persidangan, Anit langsung disuguhkan dengan berbagai macam pertanyaan oleh team penyidang.
"Saudari Anita Angelia, apakah anda tahu seberapa banyak gaji calon suami anda? ", tanya wakapolres.
__ADS_1
" Ijin pak. Maaf saya merasa belum waktunya saya tahu berapa kisaran gaji Briptu Wito Prasetya", jawab Anit dengan tenang meski tak dipungkiri telapak tangannya basah oleh keringat.
"Jadi anda tidak tahu", tegas wakapolres lagi.
" Ijin pak. Belum", jawab Anit lagi.
"Kenapa? Apakah anda tidak bertanya? ", tanya wakapolres.
" Ijin pak. Saya belum bertanya karena saya merasa saya belum berhak tahu dikarenakan saya belum sah menjadi istri dari Briptu Wito Prasetya", jawab Anit lagi.
"Bagaimana jika seandainya gaji dari calon suami anda tidak seperti yang anda bayangkan, lebih sedikit misalnya", tanya team penyidang yang lain.
" Ijin bu. Bagi saya seberapapun besar dan kecilnya gaji dari Briptu Wito Prasetya, tetap akan saya Terima dengan penuh rasa syukur. Karena bagi saya besar dan kecilnya gaji itu tidak penting, yang terpenting adalah bagaimana Briptu Wito Prasetya mencintai dan menyanyangi saya", jawab Anit dengan lugas dan tegas.
Seketika itu juga riuh tepuk tangan terdengar menggema diruang sidang.
"Wah saudara Briptu Wito Prasetya tidak salah memilih calon istri", begitu puji team penyidang BP4R.
Flash back off
"Tapi tadi kamu hebat lho dek", kata Pras.
" Huuuhh hebat apanya mas, ngga lihat ini telapak tanganku sampai banjir begini", jawab Anit sambil memperlihatkan telapak tangannya yang basah.
"He he he, ya udah. Setelah ini kita langsung pulang, atau bagaimana? ", tanya Pras.
" Langsung pulang aja deh mas. Masa iya dengan pakaian seperti ini kita mau jalan-jalan", jawab Anit sambil memperhatikan pakaian yang mereka kenakan saat itu.
Saat itu Pras mengenakan PDH lengkap dan Anit pun mengenakan seragam Bhayangkari lengkap juga.
Jadi tidak mungkin mereka jalan-jalan dengan pakaian seperti itu.
~~~°°°~~~~
Malam harinya setelah mereka selesai makan malam, mereka pun duduk-duduk didepan tv sambil menyalakan TV.
Namun tidak ada satupun dari mereka yang memperhatikan acara TV, mereka sibuk dengan pembicaraan mengenai bagaimana nanti acara resepsi akan diadakan.
"Dek menurutmu, nanti acaranya mau dikampung kamu atau di kampung mas? ", tanya Pras membuka suara.
" Eeemm, kalau misal disini aja gimana mas? Biar enak semua, orang tuaku ngga kejauhan, orang tua mas juga? ", jawab Anit.
" Boleh juga, kalau gitu bagaimana kalau resepsinya dia minggu lagi? ", tanya Pras lagi.
" Eemm, ngga terlalu mendadak ya? ", jawab Anit dengan pertanyaan.
" Mas rasa sih ngga ya. Besok kan kita tinggal mencatatkan pernikahan kita di pencatatan sipil, setelah itu tinggal resepsi aja kan?? ", kata Pras.
" O iya, ya ", jawab Anit.
" Dek... ", bisik Pras ditelinga Anit.
__ADS_1
" Apa sih mas", jawab Anit yang menangkap ada gelagat aneh pada diri Pras.
Pasalnya saat ini, Anit duduk didepan Pras.Dan entah bagaiamana, Anit sudah ada dalam rengkuhan tangan Pras.