
**Hujan terimakasih telah menjadi saksi
Saksi betapa indah pagiku kini
Saksi akan hilangnya mahkota yang kujaga selama ini
Saksi atas pasrahnya jiwaku pada imamku
Hujan terus siramilah aku dan cintaku juga suamiku
Agar ia selalu tumbuh subur dan menghasilkan benih cinta
Benih cinta yang akan menyatukan kita selamanya**
***Yogyakarta,29 Januari 2022
//Anita Angelia//
Warning....Area 21+
Skip jika belum cukup umur
Nekat baca resiko tanggung sendiri 😎
Happy reading semua***...
Tanpa jeda mas Pras terus dan terus memberiku kenikmatan.Ditengah dersnya hujan yang mengguyur asrama,kami terus memadu kasih.
Entah bagaimana ceritanya,diruang tamu,diatas sofa ini kami sudah sama-sama polos tanpai sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami.
Bibir dan tangan kiri mas Pras masih aktif di aset kembarku.Sedangkan tangan kanannya sudah meraba dan mengelus setiap lekuk tubuhku.
Dari dada menuju pinggang terus turun keperut datarku bermain-main disana,kemudian turun kebawah hingga sampai pada lembah berbukit dipangkal pahaku.
Tangan mas Pras perlahan mengelus pangkal pahaku.Kadang ia melalukan gerakan memutar pada bagian atas aset paling pribadiku.Kadang naik turun melewati goa kecil disana.
Terus dan terus dia lakukan begitu sambil tangan dan mulutnya tak henti bermain secara bergantian si aset kembarku.
Membuatku merasa seakan meledak,jantungku semakin bergemuruh sedang darahku semakin memanas dan deras mengalir.
"Maaass Praaasshh...",desahku tersengal karena menginginkan lebih.
Secara naluriah ku lebarkan kedua pahaku,hingga mas Pras makin leluasa mengobrak abrik pangkal pahaku dengan buasnya.
Pasalnya tak cukup hanya tangannya saja,namun bibirnya pun setelah puas bermain dengan aset kembarku,dia terus bergerak menuruni tubuhku.
Bermain-main sebentar diatas perut dan pusarku lalu turun kelembah berbukit ku.
Sesaat kedua netraku membola saat kurasakan sapuan lidah mas Pras diatas lembah berbukitku.
"Aaaahhh maaass Praaaassshhh",racauku karena saat ini entah bagaimana aku akan menjabarkan.
Saat ini jiwaku seakan terbang diatas taman bunga dengan aroma yang harum.Sekaligus nikmat secara bersamaan.
Iiiisshh apa ini yang dinamakan nikmat?
__ADS_1
Pasalnya lidah mas Pras sudah mengkorek-korek sesuatu dibagian atas lembah berbukitku.Sementara jarinya dia tusukkan kedalam goa kecil dilembah berbukitku sambil ia naik turunkan dengan pelan.
Tubuhku benar-benar menggila.Aku meliuk-liukkan tubuhku layaknya cacing kepanasan.Terkadang aku hingga gemetaran dengan sensasi yang baru kali ini aku rasakan.
Kedua tanganku tak hentinya menekan dan meremas rambut mas Pras sambil terus kupekikkan namanya.
"Aaaahhh maaaasss Praaaassshh....",teriakku karena ledakan rasa.Aku tak lagi peduli dengan para penghuni asrama jika mendengar suaraku.
Namun beruntungnya saat itu hujan masih turun dengan deras,jadi suaraku menyatu dengan suara hujan.
Namun meski diluar hujan lebat,namun disofa ruang tamu ini hawanya terasa panas.
Pasalnya dengan entah bagaimana,mas Pras sudah memposisikan tubuhnya diatas tubuhku yang sudah ia rebahkan diatas sofa.
"Dek kamu sudah siap?",serak mas Pras karena kabut gairah.
Sedangkan aku sudah tak mampu lagi menjawab,selain hanya mengangguk sambil menggigit kecil bibir bawahku.
Melihat tingkah ku,mas Pras langsung mendaratkan bibirnya diatas bibirku sambil ia arahkan juniornya masuk kedalam goa sempit yang gelap dan lembab punyaku.
"Aaakkhh....."pekikku tertahan karena lum***n mas Pras.
Tanganku kencang menjambak rambut mas Pras dikala juniornya berhasil masuk separuh di goa sempitku.
Dengan pelan mas Pras menenggelamkan juniornya agar masuk sepenuhnya ke goa sempitku.
Saat itu terjadi,yang kurasakan memang sakit,tapi tak sesakit yang orang-orang katakan.
Mungkin karena mas Pras sudah benar-benar membuat goa sempitku siap menerima juniornya.
Sementara aku yang berada dalam kuasa tubuh mas Pras hanya bisa pasrah menikmati segala yang dilakukan mas Pras pada tubuhku.
Gerakan mas Pras yang semula pelan lambat laun kian cepat,kadang pelan namun sangat dalam,kadang juga cepat.Hingga membuat tubuhku menggelinjang tak karuan.
Cukup lama kami bermain diatas sofa dengan ditemani deras hujan dan dengan bwlerbagai gaya.
Seperti saat ini dimana posisiku sedang menungging menghadap jendela membelakangi mas Pras.
Sedang mas Pras menggerakkan tubuhnya dengan cepat dan kuat menghujam lembah berbukitku dari belakang.
Suara lenguhan kami saling bersahutan.
"Aaakkkhh maaasss Prrlaasshhh!"seruku karena rasanya ada yang mendorong keluar dari dalam lembah berbukitku.
Sedangkan mas Pras semakin mempercepat gerakannya hingga dengan teramat kuat dan dalam ia menghujam lembah berbukitku sambil menegadah keatas.
"Aaaakkkhh dek ,maass keluarh....",teriaknya dengan keras.
Hingga kami pun jatuh terkulai diatas sofa ruang tamu.
Untung hujan masih turun dengan deras,jika tidak sudah dapat kupastika para tetangga asrama akan berbondong-bondong datang karena suara teriakan kami.
"Terimakasih dek,kamu benar-benar luar biasa!",seru mas Pras berbisik ditelingaku lalu ia tingalkan satu kecupan dikeningku.
"I love you dek" cuuup...
__ADS_1
"I love you mas Pras....",jawabku sambil tersenyum manis.
Mas Pras kembali mengecupi wajahku.Ia tak peduli dengan keringat yang membanjiri wajahku.
Mas Pras terus mengecupi dan me****t habis bibir ranum merahku.Membuat adik kecilnya yang tadi tertidur karena kecapekan bangun kembali.
Tangan mas Pras sudah mulai aktif kesana kemari meraba setiap lekuk tubuhku.Mencoba memberi rangsangan agar aku kembali merasakan nikmat.
Namun dikala semua nafas dan gelora sudah menggebu-gebu,tiba -tiba...
kruyuuukk...kruyuuukk..... (anggap bunyi perut ya guys)
"Duh ini perut malu-maluin aja!" gumanku kecil.
"Hah astaga kamu lapar dek?",tanya mas Pras seketika.
"He he he...maaf...!"seruku dwngan cengiran kuda.Eh...
"Ya sudah kita sarapan dulu.Mas ngga mau jamu pinsan gara-gara kelaperan karena melayaniku.Tapi nanti setelah makan ,mas akan kembali memakanmu",kata mas Pras sambil memakaikan baju mandi ketubuhku.
Aku pun segera bangkit dan hendak menuju kamar untuk ganti baju.
"Mau kemana?",tanya mas Pras.
"Ke kamar ganti baju mas",jawabku sambil menunjuk kamar mas Pras.
"Ngga usah.Kamu sarapan dengan baju itu saja.Karena setelah sarapan,mas akan kembali memakanmu!"serunya sambil tersenyum penuh arti lalu membopong tubuhku kemeja makan.
Sampai di meja makan,mas Pras mendudukkanku disalah satu kursi.
Saat tengah sarapan,ku lihat mas Pras menggerak-gerakkan meja makan sambil tersenyum miring kearahku.
"Aaaahh apa yang dipikirkan oleh mas Pras?",gumanku takut dalam hati.
"Apa jangan-jangan dia mau dimeja makan?",pikirku langsung terbayang adegan disofa tadi terjadi dimeja makan.
"Astaga ada apa dengan otakku?",gumanku sambil menggelengkan kepala kuat-kuat.
"Apa yang kamu pikirkan dek....?",bisik mas Pras ditelingaku sambil mengecupi cuping telinga dan memelukku dari belakang.
"Hah......"
**Duh hareudang hareudang....
Suami mana suami...
Aaaahh gegara Anit dan Pras nich,author jadi nyari pak Su.
Please jempol dan komennya ya
Vote nya juga janhan lupaa
Setangkai MAWAR atau secangkir KOPI pun juga boleh
Ditunggu ya reader semua....
__ADS_1
Maturnuwun...mmmmmuuuuuaaaaccchhh**......