
LIA 23. Rasulan
Hai hai reader kesayangan....
Mohon maaf ya,untuk novel ini,Tutiek slow up,namun Tutiek tetap akan berusaha UP tiap hari jum'at.
**Sambil menunggu LIA up,kalian bisa juga baca I LOVE YOU OM TAMPAN (ILYOT) yang sudah END
Atau PELANGI SENJA DIUJUNG TIMUR INDONESIA sekuel dari ILYOT
Atau bagi yang suka dengan CEO bisa baca juga BULE MESUM ITU,SUAMIKU!!
Okay guys...Happy reading semua
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**
"Wow,cantik sekali adikku ini!",seru mas Arya.
Sementara mas Pras,hanya diam menatap Anit dengan penuh arti.
"Sarapan dulu yuuk,nanti baru kita berangkat!",kataku mencoba mengalihkan perhatian mas Pras.
Sungguh jantungku serasa mau jatuh dari tempatnya karena melihat pancaran mata mas Pras.
Jika ada dokter specialis jantung disini,boleh dong periksa Anit.Anit butuh pemeriksaan untuk kesehatan jantung duuuhhh.....
"Okay.Kebetulan aku sudah lama tidak merasakan masakan bulek",seru mas Arya.
"Huuu bilang aja laper belum sarapan",senggahku.
Sementara mas Pras hanya menatapku penuh arti dikala aku sedang berdebat dengan mas Arya.
"Maaf nak Pras,Anit sama nak Arya emang suka gitu kalau ketemu.Mereka ini sudah seperti kucing sama tikus kalau bertemu.Koyo kartun apa kae sing kucing ro tikus kae Nit (kaya kartun apa itu yang kucing sama tikus)?",tanya mamak.
"Tom and Jarry ya buk?",jawab mas Pras.
"Nah yo kuwi Tom end Jeri",jawab mamak lagi."Ayo nak Pras dan Arya,dimakan sarapannya.Mamak mau pergi kenduri dulu",kata mamak lagi.
"Nit,bojone diladeni,ra mangan dewe (suaminya dilayani,ngga makan sendiri)!",seru mamak.
"Nggih mak (ya mak)",jawabku.
Aku pun segera mengambilkan nasi dan lauk pauknya buat mas Pras.
"Ini mas,silakan dimakan!",kataku pada mas Pras."Mas Arya mau diambilkan juga?",tanyaku pada mas Arya.
"Kalau kamu ngga keberatan ya ngga papa Nit",jawab mas Arya.
Aku pun langsung menatap kearah mas Pras,minta persetujuan.Hingga akhirnya mas Pras menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah mas Pras mengangukkan kepalanya,aku pun segera mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk mas Arya.
Kami pun segera melahab sarapan dengan hidangan khas rasulan.Ada jangan lombok ijo,srundeng,peyek dan beberapa hidangan yang lain.
Jangan lombok Gunungkidul ini merupakan sayur khas dari Gunungkidul,berupa tempe kedelai,lombok hijau yang dipotong serong,diambah dengan tahu dan juga krecek.Disajikan dengan kuah santan yang kenta
Srundeng Kelapa Gunungkidul
Srundeng ini seperti srundeng kelapa pada umumnya,yang membedakan srundeng kelapa Gunungkidul dan yang lain adalah srundeng kelapa ini biasanya dicampur dengan kacang tanah goreng atau kedelai goreng.
Peyek Gunungkidul
Kenapa peyek menjadi makanan khas rasulan di Gunungkidul?Kenapa?Karena pada jaman dulu,peyek ini mereka buat,hanya pada hari-hari tertentu.Salah satunya Rasulan ini.Peyek dibuat sebagai pelengkap ketika sedang munjung kerumah kerabat,atau tetangga.
Munjung adalah tradisi orang jawa yang dilakukan dengan cara memberi makanan(dalam hal ini masakan),diberikan kepada kerabat yang bertempat tinggal jauh dari kampung.
Munjung sendiri dilakukan ketika pada hari -hari tertentu.Misal rasulan,lebaran atau pun hajatan.
Selesai dengan sarapan,aku segera mencuci peralatan makan yang baru kami pakai.Sedangkan mas Pras masuk kedalam kamar mempersiapkan berkas-berkas yang akan kami bawa kekantor kelurahan dan kecamatan.
Tak lama kemudian,kegiatanku pun telah selesai.Aku segera menyusul mas Pras yang sedari tadi dikamar dan belum keluar juga.
"Mas..",sapaku."Kok masih disini?Ada yang kurang?",tanyaku sambil mendekat kearah meja rias dan mengambil tas selempangku.
Bukannya menjawab mas Pras justru meraih dan menarik tanganku hingga aku jatuh terduduk dipangkuannya.Karena pada saat itu mas Pras duduk ditepian kasur.
"Mas...!!!",pekikku saking kagetnya dan berusaha turun dari pangkuannya mas Pras.
"Mas..,diluar ada mas Arya lho!"seruku lagi masih terus bergerak kekanan dan kekiri.
Namun bukannya melepaskan,mas Pras justru memelukku semakin erat.
"Sssttt,jangan gerak-gerak dek.Nanti ada yang berdiri tegak lho",bisik goda mas Pras pas ditelingaku,membuat bulu kudukku seketika meremang.
"Berdiri tegak?Apaan tuh mas?",tanyaku penasaran,namun masih terus bergerak berusaha lepas.
"Ssssttt,sudah mas kasih tahu,masih juga ngeyel kamu ini!",seru mas Pras lagi.
Tiba-tiba dibawah b****gku kurasakan ada sesuatu yang bergerak dan terasa keras.
"Eh,apa yang kududuki.Kok tiba-tiba jadi keras.Padahal tadi kan ngga ada?",batinku sambil terus bergerak memastikan bahwa apa yang aku rasakan dibawahku benar adanya.
"Deekk,berhenti kubilang!",kata mas Pras."Kan ada yang berdiri,kamu sih dikasih tahu ngga nurut.Hayoo tanggung jawab!",kata mas Pras lagi penuh penekanan.
__ADS_1
"I-ini apa mas?",tanyaku,karena aku benar-benar ngga tahu apa yang berada dibawahku.
"Tongkat baseball",jawab mas Pras berbisik ditelingaku,dan lagi-lagi membuat bulu kudukku meremang.
"Tongkat baseball...??",tanyaku lagi sambil berpikir."Kok bisa tiba-tiba ada disini?",tanyaku lagi.
"Dasar kamu gadis kecil",jawab mas Pras sambil memeganggi tengkukku.
Dan tanpa aba-aba,mas Pras telah mendaratkan bibir merahnya diatas bibirku.Seketika mataku melotot saking kagetnya,namun kemudian entah bagaimana ceritanya,aku sudah mengalungkan kedua tanganku dibelakang leher mas Pras.
Hingga terdengar suara yang mengangetkanku dan juga mas Pras.
"Woi,Pras Anit,kalau mau cetak adonan nanti malam saja.Sekarang kita ke kelurahan dulu,keburu siang ini!",seru mas Arya menyadarkan tingkah kami berdua.
"Tuh kan,mas sih...",kataku sambil berdiri dari pangkuan mas Pras kemudian merapikan pakaianku.
"Siapa suruh ngeyel",cibir mas Pras sambil menyunggingkan senyum penuh arti.
"Ck..!",aku hanya kerdecak kesal karena ulah mas Pras,lalu aku menjawab panggilan mas Arya."Iya mas,sebentar..!",seruku.
"Makanya ,jangan suka ngeyel kalau dikasih tahu suami",bisik mas Pras tepat ditelingaku kemudian berlalu keruang tamu.
"Maaass...!",seruku tertahan,karena lagi-lagi bulu kudukku meremang dengan tindakan mas Pras.
"Dasar kalian,ngga tahu apa kalau ada jomlo diluar,malah enak-enakan dikamar",cibir mas Arya.
"Makanya,buruan cari pacar.Biar bisa ....",
"Kalian ngomongin apa sih?",tanyaku memotong kalimat mas Arya.
"Ha ha ha,dasar Anit,kamu sudah nikah tapi kok ya masih polos gitu to yo!",seru mas Arya sambil mengusak ujung kerudungku.
"Iiihhas mas Arya,kan jadi berantakan kerudungku.Mas Pras...mas Arya tuh!",rengekku.
"Maklumi aja dek,namanya juga jones he he he",jawab mas Pras sambil mengandeng tanganku dan membawaku menuju mobil.
Sementara mas Arya,hanya mengikuti kami dari belakang,kemudian menuju kepintu kemudi.
"Dek kamu duduk dibelakang sendiri ngga papa kan?",tanya mas Pras.
"Siap,komandan laksanakan!",jawabku sambil senyum manis.
"Gadis pintar!",seru mas Pras sambil mencubit gemas hidungku.
"Iiiihh mas Pras apaan sih,lama-lama hidungku ngga imut lagi kalau gini caranya",sungutku sambil duduk dibangku penumpang.
"Ha ha ha,biar tambah mancung loh dek,hidungmu",kelakar mas Pras sambil duduk dibangku penumpang sebelah bangku kemudi.
Aku hanya mencembik kesal,ada aja yang dilakukan mas Pras.
__ADS_1