
Mobil pun melesat menuju kekelurahan.Mas Arya yang menjadi sopir kami.Namun baru beberapa meter kami berjalan,mobil kami dihentikan oleh Toni,adikku.
"Iya Ton,ada apa?",tanya mas Arta setelah membuka kaca mobil.
"Maaf mas,mba.Mas Arya bisa bantu kami pengamanan ngga?Ini belum apa-apa sudah ada yang berkelahi mas!",seru Toni dengan nafas ngos-ngosan karena berlari mengejar mobil kami.
"Ton Ton,kamu ngapain sampai ngos ngosan gitu?",tanyaku sambil mengeryit heran.
"Aku habis lari mba,ngejar mobil kalian",jawab Toni."Gimana mas Arya bisa kan?",tanya Toni lagi.
"Lagian motor ada,ngapain lari?",tanyaku lagi.
"He he he,panik aku mba",jawab Toni lagi.
"Ya udah naik,kita antar.Mas Arya bantu mereka aja.Kita biar kekelurahan sendiri.Ngga papa kan,mas Pras?",kataku lagi sambil membuka pintu mobil.
"Iya,ngga papa kok",jawab mas Pras.
Akhirnya mobil pun melaju lagi.
"Dimana lokasi perkelahiannya?",tanya mas Arya.
"Dibalai Serbaguna mas",jawab Toni.
"Kalian ini,apa sih yang diributkan,pagi-pagi bukannya sarapan malah gelud",gerutu mas Arya.
"Entahlah mas,pusing juga aku",jawab Toni.
Akhirnya ,ngga sampai lima menit,kita pun telah sampai dilokasi.Mas Arya dan Toni segera turun disusul oleh mas Pras.
"Pras,kamu ngga usah turun.Biar aku yang tangani.Kamu segera kekelurahan sana!",seru mas Arya kemudian lari menyusul Toni.
"Okay!",seru mas Pras kemudian masuk kembali kemobil.
"Dek,bisa pindah kedepan ngga?",tanya mas Pras sambil menatapku lembut.
Tanpa menjawab,aku pun segera pindah ke jok depan tanpa keluar dari mobil.Saat aku menunduk hendak pindah kedepan,tiba-tiba tangan mas Pras menyentuh benda yang menggantung didadaku.
"Mas Pras,genit ih!",seruku sambil mengerucutkan bibirku.
"Bibirnya jangan dimanyunin gitu bisa,bikin ngga tahan aja dek!",seru mas Pras padaku.
"Ngga,abang tangannya ngga bisa dikondisikan kok!",jawabku masih dalam mode manyun.
__ADS_1
Tiba-tiba mobil berhenti ditepi jalan.Mas Pras melepas sabuk pengamannya kemudian membungkuk kearahku.
Seketika jantungku berhenti berdetak.Tatapan netra mas Pras,seolah menghipnotisku sehingga aku hanya mematung tanpa berkedip.
Cuuupp
Sebuah ciuman mendarat dibibirku.Kutepuk kedua pipiku sehingga menyadarkanku dimana kami berada sekarang
"Ya Allah mas,ingat kita lagi dijalan ini.Nanti kalau digrebeg warga bagaimana?",seruku sambil memundurkan badanku menempel kepintu mobil.
"Salah sendiri mancing-mancing dengan bibir bebekmu itu.Kan mas pikir kamu minta cium lagi",jawab mas Pras.
"What the...?Minta cium lagi?Ih siapa yang minta cium lagi?",tanyaku dengan dahi berkerut.
"Siapa?Ya kamulah istri mas Pras yang masih bocah!"seru mas Pras sambil mengusak kerudungku.
"Iih mas Pras,apaan ih!Berantakan kan kerudung Anit!",seruku,lagi lagi dengan bibir mengerucut.
Lagi-lagias Pras menatapku dengan intens sambil menundukkan tubuhnya kearahku.
"Duh,kenapa mas Pras tiba-tiba jadi soang begini?Main sosor aja",gumanku pelan dengan jantung yang sudah jedag jedug kaya music disco.
Hampir saja mas Pras mencium lagi bibirku,namun tiba-tiba dia berhenti.Aku pun membuka mata yang tadi sempat tertutup.
"Nah kan,udah Anit bilang kan tadi.Untung ngga ngapa-ngapain",cibirku dengan senyum mengejek dibibirku.
Mendengar suaraku,seketika mas Pras berpaling,kemudian dengan telapak kirinya,dia memegang daguku laluendongakkan wajahku.
"Kamu beruntung hari ini,namun tidak dengan nanti ketika kita sudah nikah kantor.Akan ku buat kamu tidak bisa bangkit dari tempat tidur",lembut mas Pras sambil mengecup kilas bibirku.
Bluusssshhhh,wajahku jadi memerah karenanya.Dan aku tak mampu berkata apa-apa lagi.Aku hanya mampu menunduk sambil menyembunyikan rona merah pipiku
Sementara mas Pras kembali menyalakan medin mobil dan kembali melaju kekelurahan.
Tak butuh waktu lama dikelurahan,karena kebetulan banyak tetanggaku yang bekerja sebagai pegawai kelurahan.Dan aku menemui salah satunya untuk minta tolong.
Tidak ada sejam,urusan dikantor kelurahan selesai.Kami pun segera menuju ke kecamatan.Dan lagi-lagi kami dimudahkan dikecamatan,karena lek Jadi,tetangga sekaligus guru ngaji dan juga sahabatku sudah menelfon rekannya yang bekerja dikecamatan.
Selesai dikecamatan,kami langsung meluncur kepolsek untuk mengurus skck.Dan disana kami kembaliendapat kemudahan,karena salah satu sahabat ku juga bekerja disana.
"Nit,calonmu hebat ya,umure luwih enon teko aku,tapi pangkate luwih duwur (umurnya lebih muda dari aku,tapi pangkatnya lebih tinggi),"guman mas Yono saat aku sedang menunggu proses pembuatan skck.
"He he he",aku tak mampu menjawab,hanya bisa terkekeh kecil karena aku juga ngga tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
Setelah semua proses selesai,kami pyn segera berpamitan dan meluncur pulang.
Ditengah perjalanan,aku sudah tak mampu menahannrasa kantukku.Aku pun terlelap dan tak tahu lagi apa yang terjadi.
Hingga kubuka kedua mataku,dan aku langsung terbelalak.
"Dikamar mana ini?Kamar siapa?",gumanku sembari berusaha mengenali kamar yang aku tempati.
"Bukan kamarku,apa mungkin mas Pras langsung membawaku ke Jogja ya?Tapi ini bukan kamar mas Pras!",gumanku sambil terus mengedarkan pandang keseluruh ruangan.
"Sudah bangun.Kamu tidur udah kaya orang mati dek.Untung mas loh,kalau laki-laki lain,sudah habis dek kamu dimakan!",seru mas Pras yang berhasil membuatku malu.
"Alah,lagian kalau mas mau nyuri start juga bisa kok",kataku yang langsung aku bungkam mulutku dengan kedua telapak tanganku.
"Bener nich boleh curi start?",goda mas Pras sambil memainkan alis dan mendekati tempat tidur.
"Ngga,apaan sih mas",jawabku sambil berpaling menyembunyikan rasa malu.
Namun apa yang kukatakan tidak dihiraukan oleh mas Pras,dia justru mendekatiku dan terus menatap wajahku.
Seketika bulu kudukku meremang,merasakan sensasi yang entahlah aku tak bisa menggambarkannya.
"Mas lelaki yang bertanggung jawab dek,jadi mas tidak akan melakukan hal seperti itu ketika kamu sedang tidak sadar.Namun disaat kamu sudah sadar begini,mas juga ngga bisa menahan hasrat dalam dada mas",lembut mas Pras dengan tatapan dalam tepat kekedua bola mataku.
Membuatku merasa terhipnotis.Dan entah bisikan dari mana,bibir kami sudah mulai tertaut satu sama lain.Jilbabku pun sudah terlepas dan entah berada dimana.Meninggalkan rambutku yang terurai hitam nan panjang.
Begitupun dengan blouse yang kupakai,entah bagaimana baju itu sudah terlepas dari tubuhku menyisakan dalaman yang menutupi dua bukit kembarku.
Itupun tak berlangsung lama,karena mas Pras sudah melemparnya kesegala arah.
Sedang bibirnya,sudah bergerilya ditubuh bagian atasku.Dan bagaimana denganku?Jangan tanyakan lagi.
Aku sudah lupa akan semua,rasanya aku tidak ada lagi dibumi ini.Aku melayang jauh diangkasa bersama hangatnya perlakuan mas Pras.
Hingga kurasakan sesuatu yang begitu kuat mendesak ingin keluar,dibarengi dengan rintihan yang aku sendiri tak sadar mengucapkan apa.Karena kata yang aku ingat hanya nama mas Pras,dan hanya itu yang terus aku sebutkan ditengah rasa yang kurasakan.
Disaat tubuhku menginginkan hal yang lebih,tiba-tiba mas Pras melepas sentuhan tangan dan bibirnya ditubuhku.
"Astaghfitullah dek,maaf mas melanggar janji",ucapas Pras kemudian menutup tubuhku dengan selimut yang tersedia disana.
"Eeemmhh mas",seruku saat mas Pras hendak turun dari tempat tidur sambil memegang tangannya.
"Dek,maaf belum saatnya.Nanti jika nikah kantor kita sudah beres,kujamin kamu ngga akan bisa lagi bangkit dari kasur ini",kata mas Pras.
__ADS_1
Dan mau tidak mau aku pun harus melepaskan mas Pras dengan rasa yang tidak aku mengerti,yang pasti ada sesuatu yang belum lega,aneh