Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
Awal sebuah kisah


__ADS_3

Waktu itu senja telah berganti malam,kegalauanku tak juga reda.Aku tengah bwrada dalam sebuah pilihan.Antara terus meneruskan studyku ke jenjang universitas atau aku hentikan sementara karena aku butuh dana untuk menyekolahkan adikku juga.


Dari kecil aku sudah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pengacara.Bukan karna apa-apa,namun karena sedari kecil aku selalu menerima ketidak adilan disekitar tempat tingalku.


Aku yang sedari kecil selalu dihina dan dibully,tak pernah peduli dengan mereka,yang ada dalam otakku adalah bagaimana caranya agar aku mampu menjadi seperti apa yang aku cit-citakan.


Namun diujung senja ini,hariku benar-benar diantara dilema.Jika kuteruskan studyku,maka adikku akan terancam tidak sekolah.Namun jika kubatalkan studyku,rasanya sangat sayang semua beasiswa ini akan hangus begitu saja.


Aku terus berdo'a memohon petunjuk pada Allah sang Pencipta alam semesta ini.Seperti hari-hari biasanya,setiap adzan maghrib,aku sudah bersiap-siap menuju ke masjid.


Masjid adalah tempat dimana aku bisameluapkan segala apa yang aku rasakan.Dimasjid ini,aku selalu mendapatkan kedamaian.


Bahkan dimasjid juga,aku selalu bisamenemukan solusi setiap masalah yanga aku hadapi.Maka adzanmaghrib kali ini,tidak aku lewarkan.Aku segera bergegas menuju kemasjid.


Setelah selesai sholat berjamaah,aku lebih memilih untuk membaca Al-Qur'an.Bertadarus adalah salah saru cara yang selalu aku lakykan disaat hatiku sedang dilanda gelisah.


"Nduk kamu ngga pulang dulu?",sapa salah satu imam masjid dikampungku.


"Mboten lek,kula ajeng ngaji riyin.Biasa nembe mumet lek(tidak lek,aku maungaji dulu.Biasa baru pusing)",jawabku sambil cengegesan.


"Yo wes sak karepmu.Mugo ndang oleh pencerahan (ya udah terserah.semoga segera mendapat pencerahan)",jawab lek Yudi,salah satu imamasjiddan juga ustad dimasjid kampungku.


"Siap lek",jawabku lagi.


Lalu lek Yudi pun berlalu pulang kerumah,karena memang waktu isya masih agak lama.


Sementara aku,segera membuka Al-Qur'an dan kubaca dengan teliti.Setengah jam berlalu tanpa terasa,hinggatiba-tiba terdengar suara adzan.


Menandakan bahwa telah masuk waktu isya.Aku pun segera menyudahi ngajiku,dan kukembalikan kembali Al-Qur'an kerak.


Setelah selesai sholat isya',kami bersiap-siap untuk melakukan sholawat al berjanji karena kebetukan ini adalah malam jum'at.


Malam dimana hari yang penuh berkah.Dan dikampung kami biasa setiap malam jum'at selalu melakykan shalawat al berjanji.Tak kusia-siakan kesempatan ini.Aku pun turut serta dalam kegiatan ini.


Selain penuh berkah,aku juga dapat ketenangan jiwa disaat lantunan shalawat dikumandangkan.Cess hati ini terasa begitu sejuk dengan shalawat yang dibacakan.


Sekira pukul sepuluh malam,acara shalawat al berjanji pun selesai,aku segera bergegas pulang umtuk mengistirahatkan tubuhku.Tak lupa kutunaikan sholat istiqarah agar aku dapat jawaban dari segala kebimbangan hatiku.


Burung merdu berkicau dipagi hari nan indah,menandakan bahwa hari telah dimulai.Lalu aku bagaimana,jangan tanya lagi.Aku sudah terbangun dari tadi jam tiga pagi,bangun dijam segitu sudah merupakan rutinitasku.


Aku sudah bangun dan mulai membantu ibu yang memasak didapur,untuk dijual dipasar tradisional dikampungku yang bukanya hanya dua kali dalam sepekan.


Setelah semua ready,aku mengantar ibu kepasar untuk berjualan,sedangkan aku sendiri setelah mengantar ibu,aku pun bergegas pulang dan bersiap-siap untuk bekerja disalah satu toko sembako yang ada dikampungku.


Ditoko inilah,aku menyambung pendidikanku hingga aku mampu lulus sekolah menengah atas.


"Nduk piye awakmu?sidane kuliah neng ndi?(Nduk gimana kamu?jadinya kuliah dimana)?",tanya Mak Sam sipemilik warung.


"Ngapunten niki mak,kulo tasih bingung.Menawi kulo lanjut kuliah,Toni mboten saget sekolah mak(ngga tahu ini mak,saya masih bingung.Kalau saya lanjut kuliah,nanti Toni tidak sekolah)?",jawabku pasrah.

__ADS_1


"Walah yo eman-eman to nduk,wong kowe ki gari milih universitas kui wes genah mlebu,jian nasibmu nduk ket cilik kok wes kon prihatin.Sing sabar yo nduk,ngko nek.wes dadi rejekimu rak mesti ono dalane(Walah ya sayang to nduk,orang jamu itu tinggal pilih universitas itu sudah jelas masuk,duh nasibmu nduk dari kecil kok sudah harus prihatin.Yang sabar ya nduk,nanti kalau sudah jadi rejekimu pasti ada jalannya)",nasihat mak Sum padaku.


"Njih mak",jawabku kemudian.


Lalu aku meneruskan pekerjaanku,dari mengecek stok barang,hingga melayani pembelipun aku lakukan.


Disore harinya,tetanggaku yang jadi anggota polri datang kewarung untuk membeli rokok.


"Eh mas Arya,kapan pulang mas?",sapaku.


"Nita,baru aja Nit,biasa ya!",jawabnya.


"Siap mas",jawabku lalu kuambilkan rokok yang biasa dia beli.


"Ini mas rokoknya",kataku sambil mengangsurkan rokok pada mas Arya.


"Nit,katanya kamu dapat banyak undangan dari universitas ya,trus kamu mau pilih yang mana?",tanyanya kemudian.


"He he he,ngga tahu mas masih bingung",jawabku malu-malu."Kayaknya aku tynda dulu deh mas,biar buat Toni daftar SMA dulu",sambungku kemudian.


"O iya,ya sayang dong,trus rencana kamu gimana kedepannya?",tanya mas Arya lagi.


"Eeemm mungkin aku akan cari kerjaan dulu mas,trus semester depan baru masuk kuliah",jawabku.


"Ooohh pekerjaan apa?",tanyanya lagi.


"Belum tahu juga mas,yang jelas yang bisa parttime,biar aku ada waktu buat lanjut kuliah",jawabku.


"Boleh juga tuh mas,aku nanti tinggal disana kan berarti?Lumayanlah ngurangin uang kos he he he",jawabku sambil nyengir.


"Dasar masih bocah sudah banyak perhitungan ya kamu?"jawab mas Arya sambil mengusak ujung kerudungku.


"Ha ha ha kan lumayan mas,uangnya bisa ditabung",jawabku lagi.


"Baiklah,nanti coba aku hubungi komandanku,kalau deal nanti malam kita langsung otw,gimana?",tanya mas Arya lagi.


"Apa mas,nanti malem?",tanyaku kaget.


"Iya kenapa?Belum.pamitan sama pacarmu?",tanya mas Arya sambil menggodaku.


"Iih mana ada pacar mas,pacarku sudah kubuang kelaut buat makanan hiu",jawabku.


"Eeeh busyet sadis amat,jadi jomblo nih?",tanyanya lagi.


"Udah ah mas,jangan ngomongin pacar,aku mau kerja dan kuliah dulu,kuraih cita-cita aku dulu,baru mikirin nikah.Aku ogah pacaran cuma nambahin dosa aja!"seruku pada mas Arya.


"Kamu memang hebat Nit,semangatmu benar-benar patut dicontoh",puji mas Arya padaku.


"Alah mas biasa aja,ntar kerudungku ini bisa sobek kalau mas Arya ngomongnya gitu",jawabku.

__ADS_1


"Ya sudah pokoknya,kalau nanti malam siap,kamu harus ready nanti aku antar kesana,okay?",tanyanya lagi.


"Baiklah mas kalau gitu",jawabku kemudian.


Setelah itu mas Arya segera keluar dari toko karena ada pembeli yang lain yang harus aku layani.


Sebelum maghrib,aku sudah pulang kerumah,aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa berangkat kerja jika jadi.Tak lupa berkas-berkasku dari sekolah untuk keuniversitas juga aku siapkan.


Tepat sehabis maghrib mas Arya datang kerumah,waktu itu aku sedang menuaikan sholat maghrib.Selesai sholat,baru aku temui mas Arya.


"Maaf mas,tadi baru sholat,udah lama ya nunggunya?",tanyaku.


" Ngga kok,Nit aku sudah menghubungi pak Budi,komadanku,dan beliau bersedia.Aku juga sudah menceritakan semua tentang riwayat sekolahmu bagaimana.In Syaa Allah nanti beliau bisa membantu",kata mas Arya.


"Oooh baiklah kalau begitu,berarti kita berangkat malam ini ya mas?",tanyaku kemudian.


"Iya kita berangkat nanti jam delapan ya,kamu siap-siap dulu.Jangan lupa berkas-berkasnya juga dibawa!",kata mas Arya mengingatkan.


"Sudah aku siapkan semua kok mas,tinggal berangkat",jawabku.


"Udah pamitan juga sama pacarnya?",godanya lagi.


"Aiih mas Arya,kenapa pacar lagi sih yang ditanyakan?",kataku sambil memukul lengan mas Arya.


"Ha ha ha,habis kamu lucu kalau ngomongin pacar.Eeh emang benar ya kamu sudah putus dari siTri itu?",tanyanya lagi.


"Udah lama mas,sejak masuk SMA kan aku udah putus sama dia",jawabku.


"Lalu kamu ngga nyari pacar lagi?,masa sih ngga ada yang mau disekolahmu?",tanya mas Arya lagi.


"Heeemm,ada banyak sih mas,cuma akunya males ah mas pacaran,udah ah jangan ngomongin aku mulu yang masih bocah.Mas Arya dong yang harusnya sudah punya istri",jawabku.


"Lah kok gantian aku yang kena Nit?",tanya mas Arya.


"Ya iyalah mas,mas Arya itu sudah 27 tahun loh,sudah punya calon istri belum?"tanyaku gantian menggoda.


"Aku mah banyak Nit,tunggal tunjuk mana yang aku mau",jawabya sarkas.


"Iiih pedenya...",jawabku sambil tertawa.


Okay guys segini dulu ya nanti sambung lagi,semiga kalian suka dengan ceritaku


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Favorit


Kalian adalah semangat buat Anit,thank you semua...


__ADS_2