Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA Episode 17 [Surprise]


__ADS_3

Sepulang mengantar Anit keterminal,tubuhku terasa lunglai tak bertenaga.Semua terasa hambar.Aku takkan lagi bisa mendekati gadis kecil itu.Kalian tahu seperti apa rasanya,kosong.


Dengan tidak bersemangat kusetir mobilku menuju ke asrama.Ku ingat kembali moment-moment indah bersama Anit.


"Ah kenapa aku lebay sekali.Bukanya Anit hanya pulang sebentar,jika sudah dia akan kembali lagi?Tapi kenapa aku merasa kehilangan sekali ya?",gumanku lirih.


Kalian tahu,aku sudah seperti orang gila yang bicara sendiri,kadang terkekeh sendiri,namun juga menangis sendiri.WAIT....menangis??Ya mengingat kesalahan yang kubuat pada Anit,membuatku menangis namun sekaligus...aahh sudahlah.


Tanpa terasa mobilku sudah memasuki areal Polsek,dimana asrama yang kutempati tepat berada dibelakang polsek ini.


Begitu ku parkirkan mobilku,kulihat mobil Arya masih disitu,dia sedang ngobrol dengan anggota yang lain ditempat parkir.


Begitu aku keluar dari mobil,Arya melihatku dengan wajah penuh tanda tanya.Lalu dia menghampiriku,sambil menatap kearahku,dia bertanya,"Loh kok udah balik?Katanya nganterin Anit?".


Ku hela nafas panjang nan berat,"Heeehh...Anit tidak mau kuantar sampai rumah,ayo masuk dulu aku ceritakan didalam!",ajakku pada Arya.


"Okay!",balas Arya sambil mengikuti dari belakang.Kami pun beriringan menuju kerumah asramaku.


"Duduk dulu Ar,aku ambilkan minum!",kataku pada Arya,aku pun berlalu kebelakang kuambil minuman kaleng dikulkas dengan beberapa camilan.


Ah camilan ini mengingatkan aku pada Anit,karena Anitlah yang membeli ini beberapa waktu yang lalu ketika kami berbelanja bersama."Anit aku kangen kamu!",seruku lirih.


Ku hela lagi nafasku,semenjak Anit mengacuhkan dan menjauhiku,kurasa udara disekitarku berasa beracun,dan menipis.Astaga


Karena aku tak mau Arya menunggu terlalu lama,aku pun segera berjalan keruang tamu sambil membawa minuman kaleng dan juga cemilan.


"Diminum Ar!"seruku sambil mrletakkan minuman dimeja.


Lalu aku pun membuka kaleng,dan kuteguk sampai setengahnya.


"Ada masalah apa antara kamu dan Anit?",tanya Arya membuyarkan lamunanku.


"Aku berbuat salah padanya Ar",jawabku sambil menerawang.


"Astaga,salah apa?Lihatlah,kamu seperti orang yang sedang putus cinta tahu ngga?",gelak Arya.


"Heeh",sambungku."Kamu tahu ngga?Tadi Anit hampir lompat dari mobil yang masih melaju!",sambungku lagi.


"O iya!",seru Arya sambil membelalakkan kedua netranya."Kok bisa?Bagaimana ceritanya?",sambungnya lagi.


Lalu aku pun menceritakan semua.Dari awal aku membuat kesalahan,hingga insiden yang ada dipertunangan malam itu.Tak lupa insiden barusan yang hampir saja mencelakakan Anit.


Ku akhiri ceritaku dengan helaan nafas panjang nan berat.Kini wajahku sudah dipenuhi penyesalan dan kesedihan.

__ADS_1


"Oalah,pantesan Anit ngamuk-ngamuk.Lah kamu sendiri bagaimana?Apa yang kamubrasakan sama dia?",tanya Arya dengan suara sinis."Asal kamu tahu,ingin rasanya aku pukuli wajahmu itu!",serunya lagi.


"Maafkan aku Ar,aku juga ngga tahu.Kalau didekat dia,aku ngga bisa ngontrol tubuhku.Entah kenapa aku selalu ingin menyentuhnya",jawabku.


"Trus sekarang maumu gimana??",tanya Arya.


Tak kusangka meski dia kecewa padaku,namun Arta tetap masih mau membantuku.


"Aku ingin ketemu lagi sama Anit,minta maaf.Jika perly aku ingin bertemu dengan orang tuanya",jawabku.


"Beneran!",tanya Arya sambilengeryitkan kedua alisnya.


"Benarlah,masak iya aku bohong",jawabku.


"Baiklah kalau begitu,kamu siap-siap aja.Nanti habis dzuhur kita bareng-bareng ke kampungku.Kebetulan kita dapat undangan pertandingan persahabatan bola volly.Acaranya nanti sehabis ashar"jawab Arya panjang lebar.


"Baik,aku akan bersiap-siap kalau begitu",jawabku semangat kembali.


Dzuhur pun tiba,aku Arya dan beberapa Anggota yang lain meluncur bersama menuju ke kampung halaman Arya.Tidak sampai satu jam,kami sudah sampai dirumah Arya.


Disana kami sudah dusambut oleh orangvtua Arya dan beberapa tetangga yang lain.Kami pun dijamu untuk makan siang dengan menu khas rasulan.Kami menyambut gembira jamuan orangtua Arya ini.


Aku oun cukup antusias dengan menu khas rasulan ini.Namun saat suapan pertama masuk kedalam mulutku,aku merasa sangat familiar dengan rasa masakan ini.


"Iya,bisa jadi sih.Tapi kok dia ngga kelihatan ya",jawab Arya.


Tak berapa lama,ada seorang gadis yang mengantar buah kemeja makan.Ku lihat gadis itu,dan dia membuka lebar kedua netra indahnya.Sedangkan aku tersenyum manis menyambutnya.


"Ha ha ha,kamu kenapa Nit,merasa surprise ya?",goda Arya pada Anit.


Ya gadis yang mengantar buah potong ke meja makan ,adalah Anit.Gadis kecilku yang imut danenggemaskan.


"Apaan ih mas Arya",jawabnya pada godaan Arya.


"Hai dek!",sapa ku.


"Hai juga mas",jawabnya canggung.


"Ayo ikut makan",kataku sambil kutarik tangannya agar duduk disebelahku.


"Cie cie cie....",riuh suara rekan-rekan anggota yang ikut bersama aku dan Arya.


Baru saja Anit duduk disebelahku,tiba-tiba ponselnya berbunyi.Lalu ia pun mengangkat telfonnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"


"........."


"Sore ini,okay aku otw"


"........"


"Mas Arya,mas Pras dan yang lain,maaf saya ada acara,saya tinggal dulu ya",pamitnya padaku dan juga yang lain.


"Mau kemana sih?",tanya Arya mewakiliku.


"Mau kemasjid,ada acara soalnya mas",jawabnya.


"Ooohh,ya sudah kalau begitu"jawab Arya.


Tak lama kemudian,kudengar mesin motor berhenti,lalu Anit pun keluar.


"Aduh sorry Nit,ini bener-bener urgent",seru temannya Anit.


"Okay,okay",jawab Anit santai.Lalu mereka pun berpamitan dengan kami dan segera pergi meninggalkan rumah Arya.


Ashar pun telah tiba,dan seperti jadual,kami pun melakukan pertandingan persahabatan bola volly dengan salah satu club yang ada dikampung Arya.


Namun ada satu yang membuatku tidak semangat.Dari awal pertandingan hingga pertandingan berakhir,aku tidak bisa melihat Anit.Kemana gadis kecil itu ya.


Pertandingan bola volly telah usai.Namun tiba-tiba kami kedatangan salah satu anggota karangtaruna.


"Sore ndan",sapanya pada Arya.


"Weis sore bro.Gimana ada apa?",tanya Arya.


"Gini ndan,nanti malam kan akan ada pengajian,lalu kampung kita ini yang dapat jatah untuk keamanan,kami bisa minta tolong ngga ndan?",tanya salah seorang anggota karang taruna itu.


"Okay,kami akan bantu sebisa kami",jawab Arya.


"Okay ndan,terimakasih",tutupnya.


Malam pun tiba.Namun hingga malam,aku tetap tidak bisa melihat wajahnya.Hingga dipengajian aku mendemgar suara perempuan temgah menyapa para jamaah pengajian.


Kudengarkan terus suara itu,lama -lama aku sadar,b ahwa suara itu adalah suara Anit.


Setelah itu,kudengar suara yang begitu merdu sedang menyanyikan salah satu lagu sholawat kesukaanku.Ku nikmati suaranya,lalu aku berusaha untuk mengenali suara itu,karena suara itu terdengar tidak asing ditelingaku.

__ADS_1


Saat kusadari sesuatu,aku dibuat surprise,karena suara yang sedang bershalawat itu adalah suara Anggi.


__ADS_2