Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA episode 11


__ADS_3

Hai hai reders semua,tutiek hadir lagi


Jangan bosan dulu ya guys mengikuti kisah Anit dan Briptu Wito Prasetyo ya...


Happy reading semuanya...


Setelah selesai dengan sholat Ashar,aku segera melipat mukena yang masih nampak baru itu.Lalu aku melangkah ke meja komputer mas Pras untuk menyelesaikan tugas yang diberikan mas Pras padaku.


Sedang mas Pras dia tengah asyik dengan ponselnya,membuatku jadi jengkel melihatnya.Enak aja dia memintaku mengerjakan tugasnya,sedangkan dia malah asyik main ponsel.


Kuhentikan kegiatan mengetikku,lalu kuhampiri mas Pras yang tengah asyik bermain ponsel.Lalu diam-diam kuambil ponselnya sambil menggerutu,"mas Pras enak-enakan mainan ponsel,sedang Anit mas suruh ngetik,dasar curang!".


Mas Pras nampak sedikit kaget,namun hanya sebentar lalu dia malah menyerigai kearahku.Lalu dengan satu tarikan,aku sudah berada lagi dalam pangkuannya.Astaga kenapa aku begitu lemah sih,hanya dengan satu tarikan saja,aku sudah terjatuh dalam pangkuannya.Lalu ini lagi ada apa dengan hatiku??


"Mas Pras apaan sih!",seruku sambil berusaha lepas dari pangkuannya mas Pras.


Namun mas Pras semakin mengeratkan pelukannya dipinggangku.Kudorong-dorong dada mas Pras dengan sekuat tenaga,namun nihil,tenaganya jauh lebih besar dariku.


Aku tak menyerah begitu saja,kini aku ganti memukul-mukul dada bidang mas Pras,dan dia tidak bereaksi apapun.Astaga padahal aku sudah mengeluarkan tenagaku dengan penuh.


Mas Pras,dia malah hanya menatapku penuh arti,membuatku tanganku reflek berhenti memukul dada bidangnya.Ooh ya ampun,mas Pras,jangan menatapku seperti itu.Ini tidak baik untuk kesehatan jantungku.Hey jantung ada apa denganmu...??


Hingga tanpa kusadari ponsel yang sedari tadi kugenggam kini sudah berpindah tangan ke tangan mas Pras.Tatapan mata mas Pras kian intens kearahku,membuat jantungku makin berdetak tak beraturan.


Wajah mas Pras kian dekat kearah wajahku,membuat aku menahan nafas.Makin dekat dan makin dekat,kini hanya tinggal kurang dari lima centi saja.


Aku tak kuasa lagi menahan dengup jantungku yang kian menggila.Akhirnya aku hanya mampuemejamkan mataku,karena jika tidak,aku yakin jantungku akan lompat keluar dari tempatnya.


Dan tak lama kemudian kurasakan kecupan mas Pras mendarat dikeningku.Cukup lama,kecupan mas Pras dikeningku.Untuk beberapa saat aku merasa seperti tengah melayang diudara."Ada apa ini?Apa yang terjadi padaku?"


Setelah beberapa saat,kecupan mas Pras dia lepaskan.Namun mataku masih terpejam,menikmati sisa-sisa rasa yang kurasakan.Rasa yang belum pernah kualami sebelumnya.


Disaat aku sedang menikmati sensasi rasa,tiba-tiba hidungku terasa susah buat bernafas.Langsung saja aku buka kedua mataku.Dan tepat disaat itu,kulihat mas Pras tersenyum menyerigai kearahku.


"Enak ya duduk dipangkuan mas,sampai-sampai kamu ngga mau turun?.Sambil pejam-pejam mata segala lagi!",seru mas Pras yang langsung membuatku tersadar kalau tubuhku sudah lepas dari dekapannya.


Aku pun segera berdiri,dan hendak berlari keluar kamar.Namun baru dua langkah kakiku berlari,suara interupsi mas Pras menghentikan langkahku.


"Dek!,Ini baju yang harus kamu pakai malam nanti",kata mas Pras.


"I-iya mas",jawabku terbata-bata.Lalu kuraih paperbag ditangan mas Pras yang menatapku penuh arti.


"Jangan lupa nanti dipakai,habis maghrib nanti kita berangkat!",kata mas Pras padaku.


"Baik mas",jawabku sedikit canggung.

__ADS_1


*


*


Malam harinya,setelah sholat maghrib aku mengganti pakaianku dengan pakaian yang mas Pras berikan tadi.Warna merah marun kesukaanku.Setelah mengganti baju,lalu aku segera mencari jilbab yang sesuai dengan bajuku.Setelah dapat segera kupoles wajahku dengan sedikit make up dan lipstik dengan warna natural.


Tak butuh waktu lama bagiku untuk berdandan,karena aku hanya menggunakan bedak tipis dan juga lipstik natural.Didepan kudengar mas Pras tengah berbincang dengan pak Budi.


Aku pun segera keluar kamar,dan menuju ke ruang tamu.Diruang tamu sudah ada mas Pras,bapak serta ibu dan juga anak-anak asuhku.


Saat aku datang,mata mas Pras tak henti-hentinya memandangku.Membuat aku menunduk dengan segera,entah kenapamas Pras menatapku dengan begitu dalam.


Pak Budi dan ibuk pun tak luput ikut memandang kearahku,hingga suara kakak Vick terdengar mengunterupsi."Mba Anit,cantik banget!".


"Aiih kakak bisa aja",balasku dengan wajah yang sudah merona karena malu.


Aih aih,dipuji anak kecil aja sampai tersipu-sipu,bagaimana nanti jika Pras yang memujimu Anit..??


"Sudah siap Nit?yuuk kita berangkat!",kata mas Pras padaku.


"Sudah,ayook",jawabku.


"Maaf pak dan ibu Budi,kami berangkat dulu",pamit mas Pras pada kedua majikanku.


"Baiklah,hati-hati dan jaga baik-baik anak gadis orang ini",jawab pak Budi.


"Pak,buk,kami berangkat dulu ya",pamitku pada bapak dan ibuk.


"Ya,hati-hati",kali ini ibuk yang menjawab.


Kami pun segera melangkah keluar menuju parkiran.Setelah tiba diparkiran,mas Pras membuka pintu mobil,lalu mempersilakan aku masuk.


Aku sedikit tercekat,karena tadinya kupikir kita akan menggunakan motor,ternyata mas Pras memakai mobil.Aku pun hanya menurut,dan segera masuk kedalam mobil.


Mas Pras menutup pintu mobil,dan berjalan memutar.Saat itulah ku perhatikan mas Pras dari kaca depan ketika sedang berjalan.


Aku baru menyadari kalau ternyata baju yang kita pakai adalah baju couple.Mas Pras nampak begitu gagah dan dewasa.Jangan lupa dia juga ganteng.Uuuhh mrmbuat dadaku lagi-lagi berdetak tak beraturan.


Aku terus memperhatikan mas Pras hingga tak menyadari kalau dia sudah masuk kedalam mobil dan sudah menutup pintunya.


Hingga aku dikagetkan dengan angin yang tiba-tiba menerpa wajahku."Kenapa tiba-tiba ada angin",pikirku."Tapi kenapa aromanya heeemm,begitu lembut dan aaah lagi-lagi jantungku serasa mau lompat".


"Hei,kamu begitu terpesona ya dengan mas?",suara mas Pras membuyarkan lamunanku.


"Ah- eengg ngga papa.Ng-nggak kok",jawabku terbata.

__ADS_1


"Pakai seatbeltmu!",kata mas Pras namun tak terdengar olehku karena lagi-lagi aku begitu terpesona dengan wajah ganteng mas Pras.


Tiba-tiba kulihat mas Pras mendekat kearahku.Duh duh duh,jantungku."Kondisikan jantung,kalau tidak mau dia lompat keluar",pikirku.


Dan lagi-lagi aku hanya memejamkan kedua mataku.Namyn setelah beberapa saat,tak terjadi apapun."Hey jantung,kenapa kamu kecewa?Bukannya bagus ya jika tidak terjadi sesuatu?",teriakku dalam hati.


Aku pun segera membuka kedua mataku,dan kulihat mas Pras tengah tersenyum manis,sungguh manis kearahku.


Mukaku pun jadi memerah karena malu,ingin rasanya aku terjun kedalam lautan,eeeh tapi aku masih ingin hidup,belum ingin mati.


"Sudah siap?",tanya mas Pras lagi-lagi membuyarkan lamunanku.


"Sebentar,Anit pasang seatbelt..",belum selesai aku bicara,namun kata-kataku sudah kuhentikan karena ternyata seatbeltnya sudah terpasang.


Aku pun hanya mampu menggigit bibirbawahku sambil menggaruk tenggkukku yang tidak gatal.


"Eh,sudah ya?",tanyaku dengan konyol untuk menutupi kecanggungan.


"Makanya jangan ngelamun terus.Segitu terpesonanya ya kamu sama mas??",tanya mas Pras mengejekku.


"Iiihh mas Pras apaan sih?",kataku sambil mencubit lengan mas Pras.


"Aduh,sakit dek!",seru mas Pras sambil mengusap lengannya berlagak kesakitan.


"Iiihh apaan sih abang,masa cuma gitu aja sakit sih?",tanyaku.


"Ha ha ha",tawa mas Pras mengembang.


Mobil pun melaju kearah pusat kota,karena acaranya diadakan disalah satu hotel mewah dipusat kota Yogyakarta.


Thanks buat kalian yang sudah setia menunggu up demi up dari othor ya


Jangan lupa tinggalkan kejak


Like


Koment


Rate


Vote


Hadiah


Jugajangan lupa baca juga karyaku yang berjudul I Love You Om Tampan

__ADS_1


Thanks semua...mmmmuuuuaaaccchhh


__ADS_2