
Hai hai met malem guys
Hap
py reading ya....
Malam harinya setelah Anit selesai bersiap-siap,Anit segera berpamitan pada Ibu dan adiknya.
"Bu,Anit mau ke Sleman kerja,diajak sama mas Arya",kataku pada Ibu.
"Loh terus kuliahmu gimana?",tanya ibuku.
"In Syaa Allah nanti Anit kerja sambil kuliah bu,kata mas Arya bos Anit bisa bantu nanti",jawabku.
"Heeehh,yo wes nduk sak karepmu.Ibu mung iso ndongo mugo-mugo bosmu wong apik ben koe iso neruske kuliahmu.Sepurane nduk,ibu ora iso ngragati koe kuliah(ya udah terserah.Ibu hanya bisa berdo'a semoga bosmu orangvyang baik agar kamu bisa melanjutkan kuliahmu.Maaf ibu tidak bisa membiayai kuliahmu)",kata ibu padaku.
"Injih bu,mboten nopo-nopo(iya bu ngga papa)",jawabku sambil kurangkul ibuku yang sudah terlihat rapuh meski belum begitu tua.
"Ton,kamu sekolah yang bener,sekarang giliran kamu yang bantuin ibu,jangan tahunya cuma main doang",kataku kemudian ke Toni adikku.
"Iya mba,Toni ngerti kok",jawab Toni.
"Nih kunci motor mba,dirawat motornya,ra dinggo pacaran sek.Sekolah sing bener.Ngko nek wes kerjo ge pacaran!",nasihatku pada adiku yang memang tahun ini masuk ke jenjang sekolah menengah atas.
"Siap mba,ngga usah khawatir.Mba kerja dan lanjut kuliah aja yang bener.Jangan kelayapan disana,Nanti mentang-mentang jauh dari rumah,mba terus kelayapan nggajelas!",gantian adikku menasehatiku.
Langsung saja ku toyor kepala Toni sambil berucap,"waton wae nek ngomong ki.Lagian yo ra popo toh.Toh selam mba SMA mba ngga pernah pacaran.Nanti mba mau cari pacar polisi ganteng neng asrama weeek",kataku sambil meleletkan lidah mengejek Toni.
"Nek ono polisi sing gelem ro koe mba",jawab Toni sarkas.
"Woo dasar kampret",jawabku.
Melihat aku dan Toni bertengkar,ibu hanya menggelengkan kepalanya.Karena setiap kami bertemu,kami pasti berantem ngga ada yang mau ngalah.
"Heemm bar iki ra ono le ngejaki aku ribut mba",kata Toni tiba-tiba.
"Huuu urung opo-opo wes melo ndisik lho koe ki",jawabku.
"Mba hati-hati ya disana,Aku bakalan kangen mba karo koe",kata Toni lagi membuat aku jadi sedih.
"Lah kan ngko mba sebulan sekali balik to dik!",jawabku.
"Iyo yo,yo wes lah kono lek ndang lungo.Aku yo selak sepet le ndelokke",jawab adikku lagi.
"Wooo dasar kampret ngusir mba yo koe,okay mba lungo",jawabku sambil tertawa yang disahuti tertawa juga sama adikku Toni.
Tak berapa saat,ma Arya datang kerumah.
"Assalamu'alaikum",sapa mas Arya.
"Wa'alaikumsalam",jawabku,"masuk mas Arya",sambungku kemudian.
"Siap.Udah siap pergi?",tanyanya padaku.
"Sudah mas,tinggal otw nih kita",jawabku.
"Okay,Lek Anit kulo jak mbotdamel nggene komandan kulo nggih",kata mas Arya pada ibuku.
"Yo mas,ngati-ngati.Bulik titip Anit yo",jawab Ibu.
"Ngih bulik",jawab mas Arya.
__ADS_1
"Ayo Nit,udah siap kamu?",tanya mas Arya padaku.
"Siap mas!",jawabku tegas sambil memberi hormat.
"Woo dasar bocah",jawab mas Arya sambil mengusak ujung kerudungku.
"Bulik,kita berangkat ya",pamit mas Arya pada ibuku.
Aku pun segera melangkah mendekati ibu,lalu kusalami dan kucium punggung tangannya seraya berkata,"Bu,Anit berangkat kerja,Do'akan semoga kerjaan Anit berkah dan barokah",pamitku.
"Iyo nduk,ibu mesti do'ake.Mugo koe betah terus iso nganjutke opo sing dadi cita-citamu",jawab Ibu sambil mengusap lembut ujung kerudungku.
Lalu kupeluk tubuh ringkih ibuku.Dan aku berpaling oada adikku yang nakal ini.
"Ton,mba bwrangkat.Nitip ibu.Inget kamu harus bantu kerjaan ibu.Jangan pacaran dulu.INGAT!",kataku sambil bersalaman dengan adik nakalku itu.
"Iya mba,mba tenang aja.Sana buruan cari pacar polisi",jawab Toni"mas Arya,ngko mba Anit kenalno ro koncomu mas.Jare mba Anit pengen nggolek pacar polisi",kata Toni lagi.
"Wook lha dasar ember,koe yo", sahutku,"jangan didengarkan mas Arya.Toni emang suka ngaco orangnya",kataku kemudian ke mas Arya.
Kami pun segera berangkat ke salah satu kabupaten yang ada di Jogja dengan naik mobil punya mas Arya.
Disepanjang perjalanan,mas Arya tak henti-hentinya menggodaku tentang masalah pacar dan pacar.
"Alah mas Arya,kaya udah punya pacar aja,weekk",jawabku ketika mas Arya tak hentinya menggodaku.
"Lah kan mas udah bilang,kalau mas tinggal tunjuk,Perempuan mana sih yang bakalan nolak mas ciba week?",gantian mas Arya yang mengejekku.
"Iya sih,ngga bakalan ada cewek yang nolak mas Arya,kecuali aku weeekk!",balasku pada mas Arya.
"Huuu kalau kamu sih masih bocah,ngga masuk hitunganku yeee",balas mas Arya.
Begitulah kami menghabiskan sisa perjalananku dengan saling mengejek.Aku dan mas Arya memang sudah seperti kakak adik.Karena mas Arya terlahir dari dua bersaudara.Dan mas Arya anak kedua.Jadi dia sudah menganggapku seperti adik kandungnya.
"Malam pak,mau bertemu siapa",tanya salah seorang anggota polri yang berjaga.
"Malam,saya mau bertemu dengan pak Budi",jawab mas Arya.
"Oh pak Arya ya,silakan pak",kata salah seorang anghota polri yang berjaga.
Sebelum mempersilakan mas Arya,anggota polri yang sedang berjaga itu melihatku sekilas.Tatapannya tajam dan penuh selidik.Namun aku cuek saja seperti biasa karena aku sudah sering dapat tatapan mata seperti itu.Namun entah mengapa,tatapan anggota polri satu ini,membuat hatiku ada geleyar aneh.Namun segera kutepis rasa itu.
Mas Arya pun segera melajukan mobil kearah rumah tempat tinggal pak Budi sang komandan mas Arya.Tak berapa lama,mobil pun berhenti ditempat parkir.
"Sudah sampai mas Arya?"tanyaku.
"Iya,kita turun dulu.Bawa tasnya nanti aja",jawab mas Arya,"ayo aku kenalin dulu sama pak Budi",sambung mas Arya lagi.
Aku hanya menurut saja dan mengikuti gerak langkah mas Arya.Setelah sampai didepan pintu,mas Arya segera mengetuk pintu.
Tok tok tok
Pintu pun terbuka,dan terpampanglah seorang pria berusia kurang lebih 38 tahun.
"Eh Arya,masuk-masuk",katanya.
"Ayo Nit,masuk!",ajak mas Arya.
Aku pun mengikuti mas Arya untuk masuk kedalam rumah pak Budi ini.
Setelah kami duduk,mas Arya memperkenalkan aku dengan pak Budi.
__ADS_1
"Ndan,ini aku ceritakan tadi siang,namanya Anit.",kata mas Arya kemudian dia menceritakan dengan detail bagaimana selama ini aku perperilaku sampai aku bisa menamatkan sekolah menengah atas.
"Begitu ndan ceritanya",tutup mas Arya.
"Eeemm,kamu SMA ambil jurusan apa Nit?",tanya pak Budi padaku.
"Saya ambil kelas IPA pak",jawabku.
"Trus rencananya,kamu mau lanjut kuliah dijurusan apa?",tanyanya lagi.
"Hukum pak"jawabku singkat.
"Hukum?Kamu pingin jadi pengacara?"tanya pak Budi lagi.
"Iya pak,itu adalah cita-cita saya sejak kecil",jawabku lantang.
"Baik,bisa diatur nanti.Yang penting kamu mau bantu isttiku ngasuh baby Val,karena besok istriku sudah mulai masuk kerja.Cuti hamilnya sudah selesai",terang pak.Budi panjang lebar.
"Siap pak"jawabku.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu.Kamarmu disebelah sana",jawab pak Budi sambil menunjukkan arah kamarku.
"Sudah sana masuk,tasmu biar mas Arya yang ambilkan",kata mas Arya menyuruhku masuk.
Aku oun segera melangkah menuju kamarku.Sementara mas Arya mengambilkan tasku yang berisi baju-bajuku kemobil.
"Ndan aku nitip Anit ya,dia gadis yang baik dan penuh semangat",kata mas Arya pada pak Budi.
"Tenang,bakalan kujaga itu gadis kecil.Masih lugu dan polos gitu.Ternyata masih ada ya gadia lugu dan polos begitu",guman pak Budi.
"Makanya saya nitip dia ke komandan",jawab mas Arya.
"Tenang aja,dia aman dirumahku",jawab pak Budi.
Lalu mas Aryabpun mengantarkan tasku kekamar sambil berpamitan.
"Nit,ini tasmu.Kamu baik-baik disini.Jangan khawatir disini aman",kata mas Arya meyakinkan aku.
"Siap mas Arya",jawabku ceria.
"Kamu memang gadis kecilku yang baik",jawab mas Arya sambil mengusak ujung kerudungku.
"Ya sudah mas Arya pamit dulu,nanti jika ada waktu senggang mas akan main kesini",katanya lagi.
"Siap mas.Hati-hati pulangnya",jawabku sambil tersenyum ceria.
Readers....gimana ceritanya seru kan,makanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa
Like
Vote
Koment
Favorit
Biar Tutiek tambah semangat nulisnya.
O iya jangan lupa juga mampir ke ceritaku yang lain yaitu
I Love You Om Tampan
__ADS_1
Ceritanya ngga kalah seru lho...
Thanks semuanya....mmmmmmuuuuuaaaacchhh