Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA Episode 18 [Ngapain mas disini?]


__ADS_3

Hai hai readers Love In Asrama,masih semangat ngikutin kisah Anit dan Bribtu Pras kan ya...??


🌷🌷🌷Follow IG @tutiek_925🌷🌷🌷


O iya guys mampir juga ke novel I LOVE YOU OM TAMPAN & PELANGI SENJA DIUJUNG TIMUR INDONESIA yaaa


Okay guys skuy ikuti kisahnya...


🌷🌷🌷🌷Happy reading guys🌷🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Wow,masya Allah,ternyata ini suara Anit",gumanku pelan.


Saat itu disekitarku sedang riuh dengan suara orang-orang yang datang dimajlis ta'lim ini.Namun seketika mereka terdiam disaat mendengar sholawat dilantunkan.


"Ssttt,Anit tuh Anit,ya Allah merdu sekali suara mu Nit.Andai kamu mau jadi pacarku",kata salah satu orang disitu.


"Woi,jangan ngarep.Anit tuh perempuan sholehah.Kamu pikir dia mau sama kamu.Sholat kemasjid aja seminggu sekali,pingin macari Anit",celetuk yang lain yang langsung disambut suara tawa.


"Sssttt kalian bisa diam ngga sih.Walau aku tak bisa jadi pacar Anit,paling tidak malam ini aku bisa menikmati suara Anit yang merdu",jawab salah satu pemuda itu.


"Hey hey,rupanya disini ada pengagum rahasia Anit toh",sambung Arya tiba-tiba.


"Iya tuh ndan,dipikir si Anit mau kali sama dia",ledek salah satu pemuda itu.


"Kalau suka bilang,siapa tahu Anit terima",kata Arya membuat jantungku terasa nyeri.


"Ha ha ha mana berani saya ndan,kepala saya bisa bolong nanti karena ditembak komandan",jawab pemuda itu membuatku mengerutkan dahi.


"Maksudnya apa?",batinku.


"Ha ha ha,mana ada.Kalau kamu sungguh-sungguh sama Anit,ya ngga mungkinlah aku 'dor' kepalamu",jawab Arya membuatku lega.Ternyata selama ini Arya selalu melindungi Anit dari para pemuda ini.


"Eh ndan,tapi kira-kira Anit sudah punya pacar belum ya?Kalau belum,maulah aku ta'arufan",kata pemuda yang lain.


"Belum,tapi kayaknya lagi dekat tuh sama salah satu anggota POLRI,kalau kamu berani saingan,ya coba aja",jawab Arya,seolah memberi lampu hijau padaku agar aku memperjuangkan cinta Anit.


"Wah,mending aku mundur alon-alon ndan!",seru pemuda itu yang langsung disambut tawa oleh beberapa pemuda yang lain.


Mendengar celetukan mereka,aku hanya terkekeh.Ternyata Anit adalah idola para pemuda dikampungnya.


"Pras,diam aja dari tadi!",seru Arya membuyarkan lamunanku."Kamu kenapa?",sambungnya.


"Ngga papa Ar,aku cuma kagum aja sama para pemuda disini.Ternyata mereka sangat menghargai Anit",jawabku.


"Ya,begitulah Anit Pras.Dia selalu jadi idola para pemuda.Dari yang seumuran sama Anit hingga yang seumuranku.Contohnya kamu.Bahkan yang umurnya dibawah Anit pun,banyak yang mengagumi",jelas Arya panjang lebar.


Membuat aku semakin kagum pada sosok Anita Angelia ini.

__ADS_1


Ya,memang kusadari aku sangat mengagumi gadis kecil ini.Cantik,lembut,sholehah dan selalu membawa keceriaan dimana pun ia berada.


Tanpa terasa ,acara pengajian malam ini pun telah usai.Pengajian ditutup dengan sholawat,yang lagi-lagi dibawakan oleh Anit.


Sepertinya,gadis ini adalah maghnet group sholawat itu.Yang belakangan aku tahu bahwa nama group itu adalah Ropenshona.


Sebuah group sholawat yang sering mendapat undangan mengisi pengajian,bahkan hajatan.Aku dapat informasi itu,saat aku bertemu dengan salah satu pemimpin group itu.


Dan ternyata salah satu pemimpin group Ropenshona itu juga menaruh hati pada Anit.Namun tidak diterima oleh Anit,karena Anit masih ingin fokus bekerja dan belajar,katanya.


Hal ini membuatku semakin ingin menjadikan Anit Bhayangkariku.Ah...tapi bagaimana caranya...🤔🤔??.


Setelah aku berbincang sejenak dengan salah satu pemimpin group sholawat ini,tiba-tiba Anit muncul dengan membawa beberapa peralatan sholawatan.


Kedatangan Anit langsung disambut oleh beberapa pemuda yang jadi keamanan pengajian.Mereka segera mengambil apa yang dibawa Anit dengan berbagai celetukan yang hanya disambut senyum ramah oleh Anit.


"Beb,sini biar aku saja yang bawa"


"Duh bidadari kok bawa berat-berat.Sini mas bantuin"


Dan masih banyak celetukan yang lain dan hanya dijawab Anit dengan ucapan terimakasih sambil menyerahkan barang bawaannya.


"Mas,maaf malam ini Anit pulang bersamaku ya",tiba-tiba suara Arya membuyarkan rayuan para pemuda gombal itu.


"Yaaaa komandan curang!",seru mereka bersamaan.


Seketika Anit berpaling kearahku,sambil membuka lebar netranya Anit menautkan dahinya.


"Assalamu'alaikum,malam dek Anit",sapaku.


"Wa'alaikumsalam,mas Pras",jawab Anit dengan senyum yang dipaksakan.


Terlihat sekali jika dia tidak berkenan dengan kehadiranku.


Setelah para pemuda itu berlalu,kudengar helaan nafas panjang Anit.


"Nit,nanti kamu pulang diantar Pras ya,mas ada acara sama para pemuda nich!",kata Arya mengintruksi.


"Haaahh,heeehh ya sudahlah",jawabnya dengan berat hati.


Akhirnya kubawa Anit masuk kedalam mobilku,kubukakan pintu penumpang disamping kemudi.Tak seperti biasanya,kali ini Anit menurut,TUMBEN.


"Ngapain mas disini?",tanyanya kemudian disaat aku sudah masuk dan duduk dibelakang kemudi.


"Tadi mas dan teman-teman mas,dapat undangan pertandingan bola volly persahabatan dek.Selain itu mas ingin bicara sama kamu,tentang kita", jawabku.


"Apa?Tentang kita?Memangnya kita ada apa?",tanya Anit berderet macam kereta api.


"Cie antusias sekali sih tanyanya.Satu-satu dong dek kalau bertanya!",seruku sambil menggoda Anit.

__ADS_1


"Tsk,apaan sih",ketus Anit sambil memutar bola matanya.


"Cie,penasaran ya...?",tanyaku.


"Iiih,siapa juga yang penasaran,Gr",ketusnya lagi.


"Baiklah,sepertinya kamu memang ngga bisa diajak bercanda.Maunya diajak serius ya?",tanyaku lagi.


"Iyalah,males kali,bercanda-bercandaan segala",jawab Anit masih dalam mode ketus.


"Duh,duh,duh...cantik-cantik kok ketus ya,ntar ilang lho dek cantiknya",godaku.


"Udah deh buruan,mas mau ngomong apaan?",tanya Anit sedikit melembut.


"Nah gitu dong,kan tambah cantik kalau ngga ketus",jawabku.


"Jadi ngomong ngga nich?",tanya Anit menekan setiap katanya.


"Iya iya,calon bhayangkari mas",godaku lagi pada Anit membuatnya menengok kearahku sambil membuka lebar netranya.


"Apa?",tanyanya masih dengan mode kagetnya.


Membuat aku gemas melihatnya.Kalau Anit sudah jadi bhayangkariku,sudah pasti kumakan gadis kecil ini saat ini juga.


"Iya,kamu kan calon bhayangkari mas",jawabku santai.


"Mas,kita sekarang bukan dalam mode sandiwara ya.Kita dikampung halamanku.Jadi tolong kalau bicara jangan ngawur!",jelas Anggi panjang lebar.


"Siapa yang ngawur dek?Okay baiklah akan aku jelaskan,tapi kita turun dulu,ini sudah sampai.Kalau kita ngga segera turun,mas yakin malam ini juga kita bakalan dinikahin",jawabku karena memang kita sudah sampai didepan rumahnya Anit.


TBC


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Nah penasaran kan dengan apa yang mau dibicarakan Pras pada Anit?


Tunggu di next up ya guys


Jangan lupa kasih jejak kalian dengan


LIKE


KOMENT


VOTE


Setangkai mawar,sebuah hati,atau secangkir kopi juga boleh


Maturnuwun para readers 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2