
Hai hai hai guys....
Jangan bosan baca tulisan Tutiek ya...
Happy reading semua.....
Wito Prasetya pov
Hai kenalkan,aku Briptu Wito Prasetya.Pagi itu setelah aku berolah raga,aku segera menuju ke asrama tempat biasa aku tinggal.
Untuk seorang polisi muda sepertiku,biasanya lebih memilih ngekos dari pada tinggal diasrama begini.Namun bagiku,aku lebih nyaman tinggal diasrama.
Karena selain aturannya yang ketat,aku juga bisa mengendalikan diri agar tidak membawa pacarku kemari.Bayangkan saja jika dikost,sudah pasti aku akan membawa pacarku pulang.
Dan itulah sebabnya,perempuan yang kujaga baik-baik,lebih memilih selingkuh dengan anggota yang pangkat dan hartanya lebih banyak dariku.
Sudah lebih dari setahun ini hatiku terasa beku dan mati.Aku tak bisa lagi mempercayai seorang perempuan.Hingga malam itu,lirikan seorang gadis berjilbab membuat hatiku ketar ketir.
Tadinya kukira dia adalah pacar Arya,teman satu lettingku.Malam itu kukira Arya sedang menghadap ke pak Budi,nyatanya tadi aku temukan gadis itu sedang menimang baby Val.
Dari situ aku simpulkan bahwa,gadis itu adalah babysitter baby Val.Gadis itu masih terlihat sangat belia,namun cara dia menimang dan memperlakukan baby Val sungguh sangat keibuan.
Membuat hati yang semalam ketar ketir,kini bertambah jadi dag dig dug ser.Kembali kudapati lirikan matanya.Ah Ya Tuhan,lirikan matanya membuat jantungku berhenti berdetak.
"Hey jantung,kamu kenapa?.Masa hanya lihat lirikan gadus kecil itu saja,kamu sudah tak mampu lagi berdetak",gumanku memperingatkan diriku sendiri.
Tapi lirikan mata itu,ah sudahlah.Aku bisa benar-benar gila.Lirikan dan senyum manisnya kenapa terbayang terus dipelupuk mataku ya Allah.
Ah sudahlah,aku harus segera istirahat karena siang nanti aku harus kekampus.Ada beberapa mata kuliah yang harus aku ikuti.
Lalu kupejamkan mataku,ah lagi-lagi lirikan dan senyummu terbayang.
Aku pun lalu terlelap dengan mimpi bertemu dengan sipemilik lirikan tajam dan senyuman manis.
Pov end
Setelah bapak dan ibuk (begitu aku memanggil kedua majikanku) berangkat bekerja,aku pun segera masuk kerumah.Ku tidurkan baby Val kedalam boxbayi.Ku amati wajah mungil nan imutnya,lalu aku pun tersenyum.
Tiba-tiba berkelebat sepasang mata yang mengamatiku begitu tajam."Ah kenapa bayangan mas polisi membayangiku sih",gumanku.
Berkelebat lagi senyum manisnya tadi ketika dia sedang menyapa baby Val."Aish kenapa pula dengan jantungku ini.Mengapa jadi berdebar aneh gini",gumanku lagi.
Akhirnya tak ku hiraukan perasaan aneh itu,aku adalah tipe orang yang ngga mau ambil pusing segala sesuatu yang belum jelas.
__ADS_1
Ku langkahkan kakiku kedapur,lalu kuambil sarapanku.Tak lupa sambil kubaca lagi buku-buku pengetahuan yang diberikan oleh mas Arya.Aku sarapan sambil membaca,itu sudah biasa.
Setelah selesai sarapan,aku segera mencuci semua peralatan makan yang tadi dipakai bapak dan ibu juga aku sarapan.
Selasi dengan bersih-bersih,kutengok baby Val masih terlelap,aku pun lanjut membaca buku.Kini aku berpindah ke ruang baca dirumah ini.
Ku perhatikan ada begitu banyak buku,dan ada satu yang menarik perhatianku,yaitu buku tentang KUHP.Ku ambil buku itu dan mulai kubaca lembar demi lembarnya.
Tak terasa baby Val pun telah bangun dan memgeluarkan suara tangisnya,aku langsung menghangatkan ASIPnya ibu.
Setelah kurasa hangat,langsung aku susukan pada baby Val,dan baby Val pun kembali tenang.Namun setelah ASIPnya habis,baby Val kembali menangis,aku pun segera menimangnya dan kubawa keluar rumah.
"Baby Val kenapa?panas ya didalam?",tanyaku pada baby Val.
Setelah diluar rumah,baby Val tidak rewel lagi.Namun entah kenapa ada perasaan aneh saat itu.Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku.
Aku pun segera menoleh dan benar saja ada sepasang netra coklat terang yang sedang mengamatiku.Memandangku tajam sama tajamnya seperti tadi malam.
"Ah mas polisi ini lagi",gumanku lalu aku pun berpaling sambil menghembuskan nafas panjang.
"Baby Val gerah ya didalem rumah",tiba-tiba suaranya sudah berada disampingku.Membuat jantungku serasa berhenti berdetak.
"Ya Tuhan,ada apa denganku",gumanku lirih.Aku oun segera melirik kearah sebelahku,dan benar saja lirikanku bertabrakan dengan netra coklat terangnya.
"Hey,kenalkan namaku Pras",mas polisi itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
Kusambut ukuran tangannya sambil kusebut namaku,"Anit",singkat hanya sesingkat itu,lalu kulepaskan jabatan tangannya.
"Oh jadi namanya Pras",batinku dalam hati.
"Boleh aku gendong baby Valnya?",tanyanya padaku.
"Eemm emang bapak bisa?",tanyaku.
Kulihat dia membelalakakan kedua netra coklatnya,lalu dia berguman.Entah apa yang digumankannya.
"Bisa kok,aku biasa gendong baby Val",jawabnya.
Lalu kuserahkan baby Val kedalam pangkuannya,"hati-hati ntar dia ngompol lho pak",kataku kemudian.
Lagi-lagi kulihat dia membelalakkan kedua netra cokaltnya.Melihat hal itu aku pun memberanikan diri bertanya.
"Maaf,salah ya saya panggil anda 'bapak'?",tanyaku.
__ADS_1
"Memangnya aku setua itu ya,hingga kamu memanggilku pak?"tanyanya padaku.
"Eeemm ngga juga sih,maaf",jawabku sambil kugigit sedikit bibir bawahku.
Ku lihat pak Pras menelan salivanya,"loh ada apa?",tanya batinku.
Kembali ku lihat pak Pras memperhatikanku,lalu dia berkata,"jika tidak keberatan,panggil saja aku dengan sebutan mas,karena aku masih bujang.Jangan panggil pak,nanti dikira aku bapakmu lagi",jelasnya.
"Baik pak,eh mas",jawabku lagi-lagi sambil mengigit sedikit bibir bawahku.
Dan lagi-lagi kulihat mas Pras menelan salivanya,dan aku masih bingung dengan situasi itu.
Kulihat mas Pras semakin dalam memperhatikan aku,namun aku tak tahu apa yang dia pikirkan.Hingga dia berkata,"baby Val ikut mba dulu ya,om mau kuliah dulu",seraya menyerahkan baby Val padaku.
"Baik om,hati-hati ya",jawabku meniru suara anak kecil sambil menerima uluran baby Val dari gendongan mas Pras.
"Sini-sini baby Val sama mba lagi,omnya mau kuliah",kataku lagi sambil menampilkan senyum terbaikku.
Lagi-lagi mas Pras memperhatikanku dengan begitu dalam.Lalu dia berucap,"ya sudah aku berangkat dulu,jangan lama-lama diluar.Kasih susu lagi aja baby Valnya,nanti palingan dia tidur lagi".
"Baik mas,terimakasih sudah membantuku",jawabku.
Lalu kulihat mas Pras berlalu dan masuk kedalam mobilnya.Lalu meluncur pergi.
Setelah kepergian mas Pras,entah mengapa aku menuruti begitu saja kata-katanya.Aku segera masuk kedalam dan kuhangatkan lagi ASIPnya baby Val.Lalu kususukan pada baby Val.Dan benar saja tak berapa lama baby Val sudah terlelap lagi.
"Heemm bener juga apa yang dikatakan mas Pras tadi",gumanku.
Setelah baby Val terlelap,aku pun segera membersihkan botol ASIP dan mengeringkannya lalu menaruhnya di kulkas.
Terimaksih buat kalian yang sudah bersedia membaca ceritaku danbersedia meninggalkan
Like
Koment
Vote
Juga menjadikan ceritaku ini salah satu Favorit kalian.
Baca juga ceritaku yang lain yang berjudul
I LOVE YOU OM TAMPAN
__ADS_1
Tanks semua.....