Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 14 [Pesta pertunangan I]


__ADS_3

Setelah tiba diatas gedung,aku segera menuju kesebuah bangku kosong.Kurentangkan kedua tanganku.Dari sini suasana Jogja terlihat begitu sedehana namun indah.


Dan tiba-tiba kurasakan pelukan hangat dari arah belakang tubuhku.Membuat aku terlonjak kaget.Hingga pelukan itu terlepas dariku.


"Maaf dek,aku terbawa suasana",kata Pras sambil tersenyum canggung.


"He he he,maaf mas,diatas sini kita bisa jadi diri kita sendiri.O iya mas,kenapa mas mengajakku kemari?",tanyaku sambil mengeryitkan keningku.


"Aku cuma mau minta maaf,tadi aku sudah mengatakan kalau kita sudah bertunangan.Setelah ini pasti akan ada banyak pertanyaan untukmu.Bersiap-siaplah untuk acting selanjutnya!",kata mas Pras padaku.


Namun entah kenapa,aku merasa kecewa.Sepertinya aku bukan hanya acting,tetapi aku sudah benar-benar tenggelam dalam permainan ini.


"Hey hati,ini hanya pura-pura ya,kamu jangan baper",peringatku untuk hatiku.


"Kamu kenapa,kok diam saja",tanya mas Pras membuyarkan lamunanku.


"Eh,oh ngga papa mas.Anit hanya sedang atur strategi tentang apa yang akan Anit lakukan setelah ini",jawabku mengalihkan perhatian.


"Ooohh,kirain kamu kecewa karena ini hanya permainan saja dek?",kata mas Pras.


Dan entah mengapa hatiku semakin sakit mendengarnya.Namun aku tetap berusaha tersenyum manis.


"Kenapa aku musti kecewa mas,kan emang kita ngga ada hubungan apapun",sahutku.


"He he he pinter",kata mas Pras sambil mengusak ujung hijabku.


Yang mana kata-kata mas Pras ini semakin melukai perasaanku.


"Yuuk,kita kembali kebawah,takutnya mereka pada mencari kita lagi?",kata mas Pras.


"Okay,ayuuuk",jawabku sambil menyambut tangan mas Pras yang terulur padaku.


Kami pun menuruni beberapa anak tangga yang ada disana sambil bergandengan tangan.


Waktu kami sampai ditempat acara,ternyata acaranya sudah berganti dengan acara dansa.


Kulihat dua pasang laki-laki dan perempuan sedang berdansa diatas lantai.Dan ketika kami datang,mereka langsung meminta kami untuk berdansa juga.Mendengar permintaan mereka,aku jadi kalang kabut.Gimana tidak,aku kan tidak pernah berdansa.


"Ayook Nit,kita turuti kata mereka!",bisik mas Pras ditelingaku.


"Tapi Anit ngga bisa berdansa mas.Anit belum pernah berdansa sebelumnya",jawabku.

__ADS_1


"Tenang,kamu tinggal ikuti langkah kakiku.Jika aku melangkah kekanan,maka kamu melangkah kekiri.Begitu sebaliknya,okay",kata mas Pras lagi.


"Tapi,nanti Anit malu-maluin mas Pras,kalau Anit ngga bisa",jawabku.


"Ngga akan.Kamu yakin aja deh dek.Pasti kamu bisa",bisik mas Pras lagi menyemangatiku."Gimana,mau ya!",pintanya lagi dengan tatapan yang lembut.


"Ooooh Tuhan,jangan biarkan jantungku berdetak seperti ini,ini hanya sandiwara Tuhan!",seruku dalam hati.


"Gimana kok malah bengong",tanya mas Pras lagi.Kali ini mas Pras sudah menarik kedua tanganku lalu dia letakkan diatas kedua bahunya.


Kemudian kedua tangan mas Pras,dia letakkan dipinggangku.Untuk sesaat aku merasakan ada sensasi aneh dalam diriku.Aku berusaha menguasai jantungku agar tak melompat keluar.


"Sudah siap?Dimulai dari langkah kananku ya",bisik mas Pras ditelingaku lagi.


Aku pun hanya mengangguk pasrah."Semoga saja aku tidak memalukan",do'aku dalam hati.


Lalu perlahan kami pun mulai melangkahkan kaki kami.Ketika kaki mas Pras melagkah kekanan,maka aku kekiri.Dan begitu sebaliknya.


Hingga tanpa kami sadari,kami telah hanyut dalam alunan musik dansa.Hingga ditengah pesta tinggal kami berdua yang masih berdansa.


Entah mengapa,aku merasa begitu nyaman dalan dekapan mas Pras.Hingga kami tersadar ketika kami dengar suara siulan dan ucapan cie cie.


Aku pun otomatis menyembunyikan wajahku kedada bidang mas Pras.Yang mana hal itu malah membuat yang lain makin bersorak mengoda kami.


"Kayaknya habis ini,bakalan ada yang tunangan lagi nich",celetuk salah satu rekan mas Pras.


"Iya nich kayaknya,jomlo akut kita telah menemukan pasangannya.Buruan dihalalkan saja Pras biar tidak ditikung lagi",kali ini aku kenal suaranya.Dan segera aku menoleh kearah suara,dan benar saja itu adalah suara mas Arya.


Wajahku semakin merona merah karena malu.Malu bercampur sedih.Mas Arya ngga tahu aja,ini semua hanya sandiwara.Aku pun hanya mampu tersenyum getir.


"Do'akan saja Ar,aku dan gadis kecil ini berjodoh",jawab mas Pras sambil menggandeng tanganku lalu mengajakku bergabung dengan mas Arya.


"Cie cie yang punya pacar baru,malu-malu meong",goda mas Arya padaku.


"Mas Arya apaan sih",jawabku sambil mengerucutkan bibirku.


"Jangan bersikap seperti itu dengan laki-laki lain.Mas ngga suka!",bisik mas Pras dengan nada penuh tekanan.


Aku pun sontak memandang kearah dua netranya.Dan kulihat disana ada kilatan cemburu yang begitu besar.Astaga...


"Ngapain juga mas Pras cemburu.Bukannya ini hanya permainan ya",batinku sambil cemberut.

__ADS_1


Yang mana hal ini justru membuat mas Arya semakin terlihat cemburu.Gimana tidak,saat aku cemberut gitu,banyak pasang mata mata yang menatapku lalu tersenyum,terutama rekan-rekan mas Pras dan mas Arya yang masih jomlo.


"Sudah kubilang,jangan bertingkah seperti itu didepan laki-laki lain.Apa mau aku cium disini,sekarang juga",ancam mas Pras begitu arogan.


"Mas kenapa sih,bukannya kita hanya pura-pura ya",tanyaku sambil berbisik kesal.


"Kita memang pura-pura.Tapi acting kita harus meyakinkan",jawab mas Pras sambil merengkuh pinggangku dari samping.


Aku pun jadi makin cemberut,membuat mas Pras segera membopong tubuhku sambil berkata,"maaf semuamya,pacarku ngambek.Dia harus cairkan dulu",sambil berjalan,mas Pras terus membopongku keluar dari ruangan itu.


Aku berusaha berontak,namun sedetik pun mas Pras tidak mau melepaskan aku.Hingga kami tiba disebuah lif.Mas Pras segera menekan lif itu,setelah terbuka,dia segera mendorongku masuk.


Kebetulan dalam lif hanya ada kami berdua,sehingga mas Pras menghimpit tubuhku didinding lif.


Kudorong kuat tubuh mas Pras saat dia berusaha menghimpit dan menekan tubuhku.Namun tenagaku kalah jauh dengan tenaganya.


"Mas Pras,mas mau apa?",tanyaku masih sambil mendorong dada mas Pras agar ngga menempel didadaku.


Mas Pras hanya terdiam,dia terus berusaha menghimpit tubuhku.Sedangkan aku terus melawan,hingga mas Pras meraih kedua tanganku dan diletakkan diatas kepalaku.


Akhirnya mas Pras berhasil menekan tubuhku didinding lif.


"Mas,apa yang akan mas lakukan?",tanyaku lagi was-was.


Mas Pras diam,dia hanya menempelkan dahinya didahiku.Sambil terus menatap tajam kearah netraku.


"Kamu nantang mas ya dek?",tanyanya dengan suara yang terdengar aneh ditelingaku.


"Menantang?,Maksudnya apa mas?",tanyaku lagi.


"Tadi kubilang apa,jangan suka mengerucutkan bibir didepan laki-laki lain kan.Kenapa tidak kamu turuti hah?",tanyanya lagi.


"Loh mas kenapa sih,emang kenapa kalau aku begini",tanyaku sambil mengerucutkan bibirku.


Namun bukan jawaban yang aku dapatkan,melainkan ciuman mas Pras.Mas Pras begitu rakus melahab bibirku.Seolah-olah bibirku akan lenyap jika tidak segera dilahap.


Hal ini membuatku gelagapan.Ini adalah kali kedua mas Pras ******* bibir suciku.


"Mas apaan sih,ngga sopan tahu!",seruku dengan jengkel.


"Apa sih mau mas Pras.Aku ini bukan siapa-siapa mas Pras,tapi mas Pras dengan seenaknya saja mencium bibirku.Mas kurang ajar tahu",air mataku sudah tak mampu lagi aku bendung.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba lif berhenti,dan aku segera berjalan keluar,yang diikuti oleh mas Pras.Aku terus berjalan tanpa melihat kedepan,hingga kurasakan tanganku ditarik paksa oleh mas Pras sambil berseru,"kamuau mati hah?".


__ADS_2