
ANITA ANGELIA POV
Pagi ini aku sudah tiba lagi diasrama polri.Bedanya kalau dulu setelah pulang kampung aku kembali kerumah dinas pak Budi,maka pagi ini aku pulang kerumah dinas mas Pras.
Jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini.Karena aku pun tak bisa menggambarkan bagaimana.
Semua campur aduk jadi satu.
Kalau sayur,udah mirip gado-gado,gurih-gurih sedap.Sedangkan kalau minuman mirip kaya es campur,manis-manis seger.
Sepanjang perjalanan tadi,aku gunakan untuk menata hati dengan berpura-pura tidur.
He he he kalian jangan menertawakan aku ya...Karena jujur aku ngga tahu apa yang harus aku lakukan jika nanti aku sudah berada dirumah mas Pras.
Dulu aku sering kerumah mas Pras,tapi itu hanya main sambil momong baby Val,kalau sekarang,aku akan berada dirumah itu sebagai 'nyonya Briptu Wito Prasetya'.
Apa yang harus aku lakukan guys....??
Tanpa terasa mobil yang dikendarai mas Pras sudah memasuki plataran parkir asrama.
Begitu mobil berhenti,aku pura-pura ngulet sambil menguap.
"Aaahh akhirnya sampai juga!",seruku sambil melepas seatbelt yang menempel pada tubuhku.
"Kenapa dek?Capek ya?",tanya mas Pras penuh perhatian.
"He he he",kekehku sambil berjalan mengikuti mas Pras.
"Masuk dek!",seru mas Pras setelah membuka pintu rumah.
"Makasih mas",jawabku seraya berjalan memasuki rumah mas Pras.
"Mas mau Anit buatkan kopi?",tanyaku sesaat setelah didalam rumah.
"Katanya tadi cape?",jawab mas Pras yang berbarengan dengan berlalunya aku kedapur.
Sepuluh menit kemudian,aku sudah membawa nampan yang berisi secangkir kopi dan secangkir teh.
"Kopinya mas",kataku sambil meletakkan cangkir kopi keatas meja.
"Terimakasih dek.Tadi katanya capek,udah bikin kopi aja",jawab mas Pras sambil menyeruput kopinya.
"Eeemm kopi buatanmu emang yang ternikmat dek",puji mas Pras.
"Ah mas Pras bisa aja",jawabku."O iya mas,nanti kita kekantor jam berapa?",sambungku.
"Jam sembilan,kenapa?",jawab mas Pras sambil perlahan membuka kerudung yang tengah kupakai,pasalnya saat ini aku dan mas Pras sedang duduk bersisian disofa.
"Mas kok dibuka sih?",tanyaku.
"Eeemmmhh wangi dek.Kalau dirumah kerudungnya dilepas aja ya!",kata mas Pras.
__ADS_1
"Maass geli iich!",seruku karena ulah mas Pras.
"Mas pras suka banget sih ndusel-ndusel dileher ku.Ngga tahu apa kalau tindakannya itu membuat kesehatan jantungku dipertaruhkan",batinku dalam hati.
"Maas aah,udah mirip dracula aja tahu!",seruku lagi menutupi dengup jantungku yang mulai jedag jedug.
"Dek....",tetiba kudengar suara mas Pras terdengar berbeda.
Aku pun reflek menoleh kearah mas Pras.Dan tepat disaat itu kulihat sinar mata mas Pras sangat berbeda.
Masih terpaku aku dengan tatapan mata mas Pras,tanpa aba-aba,tiba-tiba mas Pras menempelkan bibirnya diatas bibirku.
Mataku langsung melotot sempurna,sedangkan otakku mencerna apa yang tengah terjadi.
Hingga kusadari ada geleyar aneh yang merasuki tubuhku.Hingga perlahan aku pun membuka bibirku untuk memberi akses mas Pras menjelajah seluruh isi mulutku.
"Beginikah rasanya ciuman?",batinku disela-sela pangutan bibir mas Pras.
Walaupun ini bukan yang pertama,namun kali ini aku benar-benar baru bisa menikmati rasanya berciuman.
Hingga pelahan akupun membalas apa yang dilakukan mas Pras.Ku balas pangutan dan cecapan bibir mas Pras.
Hingga nafas kami benar-benar hampir habis.Ngos ngosan.
Dan ciuman kami pun terlepas.
Setelah menghela benerapa tarikan nafas,kulihat mas Pras kembali mendekatkan bibirnya ke bibirku.
Alarm tanda bahaya diotakku langsung bekerja,membuat aku seketika menghindar.
"Iya,tapi ini masih jam tujuh loh",jawab mas Pras sambil menarik tubuhku hingga melekat erat ditubuhnya.
Saat bibir kami sudah hampir bertemu,tiba -tiba
Kruuuugggg kruuuuuggg
"Eh eh ya ampun dek,kamu laper?",tanya mas Pras sambil terkekeh.
"Duh cacingku kenapa kalian ngga bisa diajak kompromi",batinku dengan muka memerah.
"He eh",hanya itu yang sanggup keluar dari mulutku.
"Ya udah kita cari sarapan yuuk",ajak mas Pras.
"Okay mas,Anit pakai kerudung dulu ya",jawabku dan bergegas memakai kerudung yang tadi dilepas mas Pras.
~~~~°°°°~~~~
Tepat jam setengah sepuluh kami telah sampai dikantor polres.
Jangan ditanya lagi bagaimana nervousenya aku.Tanganku sudah penuh dengan keringat dingin.
__ADS_1
Mas Pras tak henti-hentinya menyemangatiku.
"Tenang dek,kamu pasti bisa",bisik mas Pras ditelingaku sambil mengusak lembut ujung kerudungku.
Tak berapa lama,kami pun dipersilakan masuk keruang sidang BP4R beserta dengan beberpa pasangan yang lainnya.
Sebelum masuk diruang sidang,aku dan calon Bhayangkari yang lain harus menghadapi rangkaian tes terlebih dahulu.Hingga tiba saat sidang dimulai.
Berbagai macam pertanyaan ditanyakan oleh pemimpin sidang yang terbaca olehku adalah wakapolres.
Dari berapa lama kami saling mengenal,hingga berapa banyak gaji prajurit bhayangkara yang kami tahu.
Ada berbagai macam jawaban dari berbagai calon bhayangkari.Hingga tiba disaat aku harus menjawab.
Awalnya aku bingung harus mengatakan apa.Karena jujur untuk berapa gaji mas Pras,aku tidak tahu sama sekali.Sedang calon bhayangkari yang lain bisa menjawab dengan lugas berapa kisaran gaji calon suami mereka.
"Jadi anda benar-benar tidak tahu berapa gaji calon suami anda?",tegas wakapolsek.
"Ijin pak.Saya tidak tahu",jawabku dengan lugas.
"Kenapa?Apa Briptu Wito Prasetya tidak bilang?",tanya salah satu penyidang yang lain.
"Ijin bu.Mas Briptu Wito Prasetya tidak pernah mengatakan berapa besar gaji yang ia terima.Saya juga tidak pernah bertanya.Karena bagi saya besar dan kecilnya gaji suami tidak penting.Bagi saya yang penting bagaiaman suami saya mencintai dan menyayangi saya.Itu sudah lebih dari cukup",jawabku panjang lebar.
Hening ,tak ada yang bersuara hingga suara riuh tepuk tangan para penyidang mengagetkanku.
"Loh ada apa ini?",batinku.
"Hebat.Tidak salah saudara Briptu Wito Prasetya mencari pendamping",puji wakapolres.
Mendengar itu aku hanya tersenyum,ngga tahu harus bagaimana merespon.Berbeda dengan mas Pras yang langsung menjawab dengan wajah yang berseri-seri.
"Ijin pak.Terimakasih",jawab mas Pras dengan senyum mengembang dibibirnya.
Setelah mas Pras menjawab pujian wakapolres,sidang pun berakhir.
Kami pun dipersilakan keluar dan diijinkan pulang.
Diluar ruang sidang,kurengangkan otot tubuhku yang tersa sanagat kaku saking groginya.
"Kamu hebat dek",puji mas Pras sambil mengusak ujung kerudungku.
"Hebat apanya mas,nih lihat telapak tanganku banjir",jawabku seraya menunjukkan telapak tanganku yang basah dengan keringat dingin.
"Eh iya sampe dingin gini tanganmu.Tapi bener loh kamu hebat dek",jawab mas Pras sambil mengenggam tanganku yang basah oleh keringat.
"Setelah ini kita mau kemana?Langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?",sambung mas Pras.
"Pulang lah mas.Masa iya jalan-jalan dengan pakaian seperti ini?",jawabku sambil menunjuk baju yang kita pakai.
"Ha ha ha iya ya.Pasti yang lihat heran sambil geleng kepala ya?",jawab mas Pras konyol.
__ADS_1
Gimana ngga heran,saat ini aku dan mas Pras sama-sama memakai seragam.Mas Pras memakai PDH lengkap,sedangkan aku memakai baju warna pink,alias seragam bhayangkari.
Bisa kalian bayangkan kan gimana reaksi orang-orang yang melihat kita jika kita langsung jalan-jalan 😁😁