Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 7 [PDKT]


__ADS_3

Happy reading guys.....


Masih pov Wito Prasetya


Setelah aku mendapat lampu hijau dari senior yang sekaligus majikan Anit dan juga Arya teman satu lettingku yang ternyata dia adalah tetangga Anit.Dan sudah menganggap Anit seperti adiknya sendiri.Astaga,jadi selama ini aku salah paham pada Arya,ya ampun...


Aku pun melanjutkan niat awalku yang ingin mengajak Anit keluar.Mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan untukku mendekati Anit.


Oohh astaga,aku sudah seperti om-om pedofil yang menyukai gadis kecil.Bagaimana tidak usia kami terpaut hampir 10 tahun.Dan lihatlah Anit,meski usianya sudah mendekati 19 tahun,namun dia masih nampak seperti gadis kecil berusia 15 tahun.


"Oh ya pak Budi",kataku setelah sekian lama berfikir.


"Iya,ada apa Pras?",tanya pak Budi padaku.


"Maaf,bolehkah Anit kuajak keluar hari ini?",tanyaku,"kebetulan malam ini salah satu teman saya mengadakan pesta pertunangan",lanjutku menjelaskan.


"Silakan aja,dengan catatan Anit tidak keberatan.Jaga dia baik-baik.Jangan sampai diapa-apakan teman-temanmu!",jawab pak Budi tegas.


Mendengar apa yang dikatakan pak Budi,aku jadi berfikir ulang.Apa yang sekiranya teman-temanku nanti lakukan pada Anit.Dan dari apa yang dikatakan pak Budi aku yakin jika Anit sudah benar-benar dijaga olehnya.


Anit adalah gadis yang tidak boleh didekati hanya untuk dimainkan.Jika sampai terjadi sesuatu dengan Anit,pasti pak Budi tidak akan segan membuangku jauh keplanet Mars dengan kekuasaannya.


"Baik pak,pasti Anit akan kujaga baik-baik.Dia akan kembali kesini dalam keadaan utuh tak berkurang sedikitpun",jawabku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.


"Sial,kenapa jawabanku konyol begini",umpatku dalam hati.


Kudengar Arya tetawa terbahak mendengar jawabanku.Yang berarti jawabanku memang cukup konyol ya ampun...


"Ha ha ha jawabanmu konyol sekali Pras,badan Anit memang tidak akan berkurang,tapi persaannya yang akan terlukai jika kamu hanya main-main dengannya",sambung Arya menertawakan sekaligus memberi peringatan.


"Lihatlah Pras,belum apa-apa saja,Anit sudah punya dua bodyguard,yang satu punya kekuasaan,satunya teman satu letting yang berpangkat sama,jangan sampai kamu mendekati Anit hanya karena pelarian rasa sakitmu",malaikat dalam hatiku memperingatiku.


"Santai Pras,jalanin aja dulu,kalau cocok lanjutkan jika tidak tinggalkan,banyak gadis yang lain,lagian....",belum selesai sisi iblisku berkata,sisi malaikatku sudah menyahuti.


"Pras,dia gadis lugu dan polos,ingat ibumu,bukankah sifatnya seperti ibumu",bisik sisi malaikatku.


Yang mana,mau tidak mau membuat aku tersadar.Bahwa Anit memang gadis yang pantas untuk ku perjuangkan."Baiklah aku akan bersungguh-sungguh dengannya.Semoga Allah memberi jalan untuk kita Nit.Bukalah pintu hatimu untukku",gumanku dalam hati.

__ADS_1


"Pras,kau tahu,Anit itu gadis lugu nan polos.Dia belum pernah pacaran serius,dia hanya punya satu cinta pertama sekaligus luka pertamanya.Yang membuat dia selalu acuh dengan laki-laki.Jika kamu mau mendekati dia,dekati dia dengan senatural mungkin.Jadikan dia temanmu.Jangan terlalu menunjukkan keinginanmu!",kata Arya menasehatiku membuatku sadar dari lamunan.


"Baik Arya,terimakasih sarannya.Jangan khawatir aku akan jaga Anit baik-baik.Kau tahu,setiap melihat dia detak jantungku rasanya berhenti.Padahal dulu waktu aku masih bersama Muntari,aku tak merasa seperti ini.Ini benar-benar lain",jujurku pada Arya.


"Ha ha ha...jangankan kamu yang masih bujang,andai aku belum punya istri,aku pun pasti juga akan jatuh cinta pada gadis itu",sambung pak Budi membuatku membelalak.


"Apa pak...",seruku saking kagetnya.


"Ha ha ha...bercanda Pras,ini sebagai latihan buat kamu,karena aku yakin saat kamu bawa dia kepesta pertunangan,pasti akan banyak laki-laki yang mendekatinya.Lihatlah dia begitu polos membuat siapapun ingin melindunginya",kata pak Budi lagi.


Membuat aku tersadar akan potensi Anit.Dia memang gadis sederhana,namun melihat wajah dan senyumnya,bisa dipastikan akan ada banyak laki-laki yang menaruh hati padanya.


"Iya pak terimakasih sarannya",jawabku.


Lalu kami pun mengobrol hal yang lain.Dari masalah penyelundupan narkoba yang akhir-akhir ini begitu meresahkan.Hingga ke hal-hal yang tidak penting lainnya.


Tanpa terasa kami ngobrol cukup lama hingga sebuah suara menghentikan obrolan kita.


"Maaf pak,mas Arya dan mas Pras,sudah saatnya makan siang.Silakan makan siang dulu,nanti sayurnya keburu dingin.Ibuk juga sudah menunggu",kata Anit memneritahu.


"Baby Val gimana Nit?",tanya pak Budi lagi pada Anit.


"Baby Val sudah tidur dari tadi pak",jawab Anit pada pak Budi.


"Kalau gitu,ayo kamu juga ikut makan sekalian",ajak pak Budi pada Anit.


Ku lihat Anit hanya mengangukkan kepalanya sambil tersenyum,tanda dia menyetujui ajakan pak Budi.


"Waahh wangi sekali aroma masakannya buk Budi,pasti enak ini",celetuk Arya.


"Ya pastilah om,orang yang masak Anit",jawab buk Budi."Asak kalian tahu aja Anit ini pintar masak lho",sambung buk Budi lagi.


"Ibuk jangan terlalu memuji ah,nanti masakan Anit jadi keasinan lho",canda Anit.


Melihat Anit bisa berkata demikian,membuat aku semakin kagum padanya.Ternyata Anit adalah sosok ceria dibalik sikap malu-malunya.


Didepan keluarga pak Budi dan Arya,dia benar-benar berbeda.Dia bisa menjadi sosok yang sangat ceria,namun jika diluar,didekat orang yang tidak dia kenali,dia bisa menjadi pendiam sekaligus pemalu.

__ADS_1


Kami pun segera makan,dengan buk Budi melayani suami dan anaknya,sedang kami berdua dilayani oleh Anit.Tak sabar kusuapkan sesendok nasi beserta sayur dan lauknya.Begitu makanan ini masuk ketenggorokanku,mataku dibuat berseri-seri.Bertambah lagi kekagumanku pada Anit.


Anit gadis kecil yang sederhana,lucu,ceria sekaligus pendiam,pandai masak dan pandai mencuri hati.Ooohh astaga hatiku seakan melayang jauh keawan.


Kutatap wajah manisnya ketika sedang makan sambil sesekali menyuapi Kakak Vick,anak pertama pak Budi.Sambil sesekali meladeni banyolan Arya dan candaan bapak serta ibu Budi.


"Pras,kamu dari tadi diam aja,terlalu menikmati atau makanannya ngga cocok dilidahmu?",tanya pak.Budi membuyarkan anganku.


"He he he,terlalu menikmati makanan dan pemandangannya pak",jawabku sambil kulirik Anit yang tengah menyuapi kakak Vick.


"Pantesan"jawab pak Budi sambil mengikuti kearah lirikanku.Membuatku sedikit malu.


"Sudah ngga sabar pingin punya anak atau bagaimana Pras?",tanya Arya meledekku.


"Pingin dapeti hatinya dulu Ar,kayaknya sudah diluluhinnya",jawabku.


Lagi-lagi kulirik Anit,dia hanya memberikan ekspresi bingung sambil mengeryitkan dahinya.Namun lagi-lagi itu tak lama,karena kulihat Anit sudah berganti ekspresi.


Gadis ini benar-benar cuek dengan apa yang terjadi.Jika dia merasa bukan urusannya,maka dia akan diam saja.Sungguh kamu susah tertebak Anita Angelia.


Selamat sore guys...


Terimaksih ya dukungannya yang berupa


Like


Koment


Vote


Favorit


Mampir juga dikaryaku yang lain


I LOVE YOU OM TAMPAN


Terimakasih semua...

__ADS_1


__ADS_2