Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 6 [Briptu Wito Prasetya]


__ADS_3

Happy reading semua.....


Semenjak pertemuan pagi itu,hubunganku dengan mas Pras semakin baik.Dan dari bapak aku tahu bahwa mas Pras adalah seorang Briptu Wito Prasetya dia juga salah satu penghuni aspol ini.


Aku sering berkunjung ke asramanya sambil membawa baby Val.Entah itu hanya sekedar main atau pun belajar.Karena aku masih nerencana untuk melanjutkan kuliahku.Dan mas Pras juga kebetulan kuliah dijurusan yang sama seperti yang aku inginkan,yaitu hukum.


Ditempat mas Pras,ada banyak sekali buku yang bisa aku baca,tak segan aku sering meminjam bukunya untuk kubaca dirumah.


Kini sebulan sudah aku bekerja dirumah pak Budi sebagai babysitter untuk baby Val.Usia baby Val juga sudah beranjak tiga bulan,baby Val tumbuh dengan begitu cepat dan tubuhnya tumbuh sedikit gembul.Hingga membuat siapapun yang melihatnya,pasti gemas dibuatnya.


Hari ini adalah hari minggu,kebetulan seluruh keluarga pak Budi libur.Ibuk dan bapak yang biasanya sibuk bekerja,minggu ini ada kesempatan untuk berfamili time.


Kebetulan hari ini mas Arya datang berkunjung.Dia berdalih ingin melihat perkembanganku.Apakah aku bekerja dengan benar atau tidak dalihnya.


Kami pun berkumpul diruang keluarga.Tak lupa ku hidangkan jus segar dan aneka cemilan.


"Gimana betah kerja disini Nit",tanya mas Arya setelah beberapa saat terdiam.


"Seperti yang terlihat",jawabku pada mas Arya yang langsung mendapat usakan lembut diujung jilbabku.


"Iiih,mas Arya apaan sih?jadi berantakan kan kerudungku!",pekikku saking keselnya.


Tak disangka diluar ada mas Pras yang terus memperhatikan interaksi antara aku dan mas Arya.Hingga mas Arya menyadari keberadaan mas Pras,lalu memanggilnya untuk bergabung.


"Pras,sini.Ngapain diluar aja?",ajak mas Arya,cih dia pikir ini rumahnya apa.


"Eh Pras,sini masuk!",kata pak Budi menimpali.


Mas Pras pun akhirnya ikut bergabung,dan lagi-lagi aku harus mengambilkan minum untuk mas Pras.


"Diminum mas",kataku seraya meletakkan gelas jus jeruk dimeja.


Kulihat pak Budi dan mas Arya saling lirik,memberi kode.Aku pun dibuat bingung karenanya.Aku hanya mengeryit sambil berguman dalam hati,"ada apa ini sebenarnya?",namun belum sempat aku memahami situasi yang terjadi,baby Val keburu menjerit sambil menangis.


Aku oun sontak langsung berlari kearah baby Val yang saat itu sedang bersama ibuk.


"Ada apa buk?",tanyaku panik.


"Ini nih baby Val ngga mau minum langsung dari pa****** ibuk,trus ngamuk deh dia",jawab ibuk bingung.


"Ooh,saya ambilkan botol dotnya ya buk?",tanyaku yang dijawab anggukan oleh ibu.


Setelah aku hangatkan,aku oun memberikan botol dot kemulut baby Val.


Sementara aku ikut mengurus baby Val,entah apa yang dibicarakan oleh ketiga laki-laki diruang tamu itu.Mereka nampak sebitu serius.Bagaimana bisa mereka seserius itu,sementara kadang kudengar gelak tawa mas Arya.


Mas Pras pov


Pagi itu,aku hendak kerumah pak Budi untuk minta ijin bahwa hari minggu ini aku mau mengajak Anit keluar.Namun baru saja aku sampai didepan pintu,kulihat Arya dengan begitu mesra mengusak pucuk jilbab Anit.Membuat hatiku terasa panas.Aku cemburu,Astaga...


Hingga beberapa saat aku memperhatikan interaksi keduanya,dan aku terjengit kaget kala ku dengar ada yang memanggil namaku.

__ADS_1


"Pras,sini gabung",suara itu yang kudengar lantas aku menoleh,ternyata Arya yang memanggilku.Aku hanya twrsenyum menanggapi ajakan Arya.Masih kuperhatikan interaksi Arya dan Anit.


"Ada hubungan apa mereka?",gumanku hingga kudengar lagi suara pak Budi memanggilku,"Pras,sini masuk".Mendengar ajakan si tuan rumah,mau tidak mau akupun segera ikut masuk.


Dan seperti biasa,jika ada tamu,Anit segera menuju kedapur untuk mengambil minuman.Gerakannya tak luout dari pengamatanku.Kulihat Anit berlalu hingga tak terlihat lagi.


Namun ternyata apa yang kulakukan itu,tak lepas dari pengamatan teman satu letting dan seniorku ini.Tak berapa lama ku lihat Anit sudah datang membawa segelas jus jeruk.


"Di minum mas Pras",katanya sambil meletakkan jus jeruk dimeja.


Aku hanya mengangguk sambil menatap wajahnya yang kurasa kian hari kian bertambah cantik.Entahlah,entah dia benar-benar cantik atau hanya aku yang merasakan hal itu karena aku telah....Ah entahlah...


Aku hanya terus memandangi wajah ayu Anit,hingga kudengar suara baby Val menjerit menangis membuat Anit segera berlalu dari hadapanku."Sebentar jangan pergi dulu",ingin aku katakan hal itu padanya.


Namun aku tak mungkinmengatakan hal itu padanya.Sungguh sejak perkenalanku sebulan yang lalu dengannya,aku jadi suka cemburu kalau melihat Anit berinteraksi dengan laki-laki lain.


Aku merasa tak rela jika dia dekat dengan pria lain.Astaga apa yang terjadi padaku.


Tiba-tiba kudengar deheman dan sebuah tepukan dibahuku.


"Pras,kamu baik-baik saja",tanya Arya setelah aku tersadar dari keterpakuanku.


Aku pun jadi gelagapan,"eh ehe aku baik-baik saja",jawabku untuk menutupi kegugupan.


"Apa yang terjadi denganmu hem?",tanya Arya."Dari tadi aku perhatikan,kamu terus memandangi Anit.Ingat kamu punya Muntari",kata Arya lagi.


"Ah kamu tidak tahu aja kalau aku sudah tidak lagi punya hubungan dengannya",jawabku lugas.


"Hampir satu setengah tahun yang lalu dia memilih untuk bersama dengan orang yang pangkatnya lebih tinggi dariku pak.Meski dia jadi yang kedua",jawabku.


"Jadi benar apa yang kudengar?Kalau Muntari jadi selingkuhan si Bas?",jawab pak Budi.


"Entahlah pak,saya malas bahas dia",jawabku tak bersemangat.


"Kalau kita bahas Anit aja gimana?",tanya Arya.


Langsung aku alihkan atensiku ke Arya."Apa maksud dia ngomong seperti itu",batinku.


"Biasa aja dong Pras,ngga usah melihatku seperti itu",kata Arya lagi.


"Wah wah,sepertinya ada yang cemburu ini Arya?",goda pak Budi padaku.


Aku pun jadi makin bingung dengan maksud mereka berdua.


"Maksudnya apa ya pak,Arya?",tanyaku pada mereka berdua.


"Kalau kamu suka sama Anit bilang,ngga usah dilihatin terus gitu",Arya


"Betul",pak Budi


"Siapa yang suka sama Anit?",Pras

__ADS_1


"Alah tatapan kamu tidak bisa berbohong Pras",Arya


"Iya bener juga,tatapan mata kamu itu ngga bisa bohong Pras",pak Budi


Aku yang dipojokkan mereka berdua hanya tersenyum kikuk."Masa sih aku naksir gadis kecil itu",batinku.


"Kalau naksir bilang,nanti keburu diambil orang lho",Arya


"Iya karena tidak lama lagi,aku akan mendaftarkan dia diuniversitas xx,dia ingin kuliah dijurusan hukum",pak Budi.


"Anit,ingin kuliah dijurusan hukum?Pantas saja dia sering pinjam buku-buku kuliahku",kataku


"O iya kamu ambil jurusan hukum juga ya Pras?",tanya pak Budi.


"Iya pak",jawabku.


"Kalau gitu,biar Anit ambil kelas dikampusmu saja.Nanti kalau dia harus ambil kuliah malam ada yang jagain",jawab Pak Budi.


"Baik pak,nanti saya cari informasi tentang penerimaan siswa baru",jawab Pras.


"Ya udah aman kalau gitu,aku nitip Anit padamu ya Pras!",kata Arya.


"Maksudnya gimana?",tanyaku bingung.


"Ya aku nitip,dia kemarin dari rumah aku yang bawa kesini,orang tuanya memberiku tanggung jawab untuk menjaganya.Nah sekarang tanggung jawab itu aku serahkan kekamu.Lagian kamu naksir dia kan?ya udah gunakan kesempatan ini!",jelas Arya.


"Hah.Lalu kamu bagaimana Arya?"tanyaku bingung.


"Bagaimana apanya?",tanya Arya lagi.


"Hubunganmu dengan Anit,bukannya kalian...?",jawabku belum selesai sudah dipotong dengan gelak tawa Arya yang terdengar menyebalkan.


"Ha ha ha....kamu tenang aja Pras,Anit itu sudah seperti adikku sendiri,aku nggabakalan naksir sama gadis kecil itu",terang Arya panjang.


Entah mengapa aku jadi bernafas lega.Jadi mereka tidak ada hubungan.


Okay guys sekian dulu ya


Terimaksih buat reader yang telah bersedia meninggalkan jejak


Like


Koment


Vote


Favorit


Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian di


I LOVE YOU OM TAMPAN

__ADS_1


Terimakasih semuanya....mmmmmuuuaaaaccchhhh


__ADS_2