Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 13 [Pesta Pertunangan]


__ADS_3

Tak berapa lama,mobil yang kami tumpangi telah memasuki parkiran sebuah hotel ternama dikota Jogja.Dihotel inilah,acara pertunangan rekan mas Pras akan diadakan.


Aku yang belum pernah sekakipun masuk kehotel,merada canggung.Dan kecanggunganku tak lepas dari pengamatan mas Pras.Lalu mas pras mengajakku menepi kesebelah sisi tembok.


Dipengangnya erat kedua tanganku,lalu salah satu tanganya memegang daguku dan mendongakkan wajahku.


Ditatapnya lekat kedua netraku,hingga dadaku terasa sesak untuk bernafas.Namun entah kenapa kutemukan sebuah kesejukan dalam tatapan netra mas Pras.


"Ngga usah canggung.Ini kali pertama kamu masuk kehotel ya dek?",tanya mas Pras.


Dan aku hanya menganggukkan kepala,mulutku tak mampu menjawab.Serasa terkunci dengan tatapan lembut mas Pras.


"Ambil nafas,hembuskan.Ambil lagi yang dalam,hembuskan!",perintah mas Pras.


Dan konyolnya,aku pun menuruti apa yang dikatakan mas Pras.


"Sudah tenang?",tanya mas Pras.


Dan entah kenapa,aku jadi merasa rilex tak secanggung tadi.Lalu aku pun kembali menganggukkan kepalaku,hingga membuat mas Pras terkekeh.


"He he he,kamu mangut-mangut aja dari tadi,macam burung beo sedang ngoceh aja",kata mas Pras sambil terkekeh.


Aku pun tersentak,"iya ya,kenapa dari tadi aku hanya mangut-mangut saja.Macam orang kena hipnotis aja.Eh tapi aku memang sedang terhipnotis.Terhipnotis netra mas Pras",gumanku dalam hati.


"Eh ng- ngga papa mas",jawabku gugup.


"Sudah siap belum,jika sudah,ayuuk kita segera masuk.Acaranya sudah dimulai",kata mas Pras.


Aku oun sekali lagi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.


"Sudah,ayook kita masuk!",kataku sambil mengamit lengan mas Pras dengan manja.


Mas Pras terlihat agak tersentak kaget,namun tak lama kemudian mas Pras pun mengelus punggung tanganku yang berada dilengan kirinya,sambil berjalan menuju ke ballroom tempat pertunangan diadakan.


Sementara didalam ballroom,acara sudah dimulai.Dari sambutan dan yang lainnya.Hingga tibalah saat penyematan cincin pertunangan.Dan tepat disaat itu,aku dan mas Pras memasuki tempat acara.


Tiba-tiba semua mata menuju kearah kami,karena ternyata kehadiran kami sudah ditunggu oleh siempunya acara.


"Selamat datang Briptu Wito Prasetyo,kami kira kamu tidak hadir",kata MC yang kebetulan adalah teman satu lettingnya mas Pras.

__ADS_1


Mas Pras hanya tersenyum,sambil mengenggam erat telapak tanganku yang berada dalam lengannya.


"Wuuuaaahh,ternyata Wito membawa pasangannya.Siapakah dia,boleh dikenalkan?",tanya MC lagi.


"Duh gimana ini dek,mereka minta aku mengenalkanmu?",bisik mas Pras ditelingaku.


Aku pun menghadap kearahnya sambil tersenyum manis.Ku anggukkan kepalaku lalu ku ucapkan,"Ayo mas,sandiwara ini harus sempurna.Bukankah wanita yang ada disebelah sana itu mantan tunangan mas ya",kataku sambil menunjuk dengan ekor mataku seorang perempuan berbaju seksi sedang bergelendotan manja dilengan seorang om-om.Begitulah bagiku.


Mas Pras pun merubah atensinya menuju kearah lirikan mataku,lalu tersenyum miring,"Baiklah kalau begitu,ayo kita lanjut sandiwara ini",lalu segera menuntunku kedepan panggung menuju kearah MC berada.


Setelah sampai,mas Reno segera mengambil alih mickrofon lalu berucap."Selamat malam semua.Selamat buat Bripda Haryo Wicaksana,semoga semua dimudahkan sampai akad.O iya gadis yang berada disebelahku ini adalah,pacarku.Kalian tandai wajahnya ya,jangan sampai ada yang menikung lagi".


Spontan wajahku bersemu merah,emang siapa yang mau menikungku,pikirku.Aku pun hanya membungkuk tanda bahwa saya memperkenalkan diri.


"Namanya siapa Wit",celetuk salah satu tamu.


"Anita!",jawab mas Pras singkat.


Dan sekilas kulihat perempuan yang tadi tengah mengamit tangan seorang om-om nampak melongo.Sepertinya dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Aku pun segera mencubit kecil lengan mas Pras,sembari memberi kode.Karena merasa sakit,mas Pras beralih atensi kearahku sambil menatapku,seolah tatapan itu mengatakan ,'ada apa?'.


Aku hanya melirik lewat ekor mataku,dan diikuti oleh tatapan mata mas Pras.Setelah melihat kenyataan yang ada,ku lihat kedua sudut bibir mas Pras melengkung indah.


"Astaghfirullah,aku telah terjebak dalam permainan ini",batinku menyadai apa yang terjadi.


Setelah acara perkenalan itu,kami pun segera turun.Lalu mas Pras membawaku pada dua buah kursi yang masih kosong,dan mengajakku duduk disana.


Dan kebetulan tempat duduk itu bersebelahan dengan perempuan yang sedari tadi menatapku dengan tatapan yang aneh.


"Mas,sebelah kita ini mantan tunagan mas bukan",bisikku pelan ditelinga mas Pras.


Sedangkan mas Pras hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Namanya siapa?",tanyaku lagi.


Namun belum sempat mas Pras menjawab,perempuan itu sudah menyapa kita duluan.


"Eh mas Wito,gimana kabarnya?",tanya perempuan ini sambil melirikku penuh arti.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik",jawab mas Pras.Dan saat itu kurasakan genggaman tangan mas Pras makin erat menggenggamku.


"Pacarnya ngga dikenalin nich?",tanya nya lagi sambil memberikan tatapan ejekan.


"Oohh,dia bukan pacarku,tapi calon istriku",jawab mas Pras,lalu tanpa aba-aba mas Pras mengecup punggung tanganku.Aku pun dibuat tersentak karenanya.


"O iya,lalu kapan kalian menikah?",tanya om-om yang bersama mantan tunangan mas Pras yang belakang ku ketahui bernama Ipda Mario.


"In Syaa Allah secepatnya pak",jawab mas Pras.


"Ooohh,semoga segera terlaksana ya.Kamu hebat Wit,bisa dapat gadis belia",kata Ipda Mario lagi.


"Bukankah bapak juga dapat daun muda ya,benar ngga Tar",jawab mas Pras yang atensinya berubah ke Muntari,mantan tunangan mas Pras.


"He he he begitulah",jawab mba Tari sedikit gugup.


"Kita sama-sama mendapatkan daun muda,bedanya pangkat kita berbeda,sehingga seseorang bisa dengan begitu muadahnya meninggalkannya",kata mas Pras penuh teka teki.


"Maaf mas,Anit bisa minta tolong?",kataku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Iya ,dek,ada apa?",tanya mas Pras langsung menatap kearahku.


"Anit mau ketoilet,tapi Anit ngga tahu dimana letaknya.Bisa antarkan Anit?",tanyaku lagi sambil menatap manja kearah mas Pras.


Mendapat tatapan manja dariku,membuat mas Pras menyunggingkan senyum.Namun sebelum mas Pras menjawab,mba Tari lebih dulu berkata.


"Ayo bareng aku aja,aku juga mau ketoilet",kata mba Tari.


"Ngga,biar Anit aku yang antar",Cegah mas Pras dengan sedikit berteriak.


"Oh baiklah,tidak perlu tegang gitu dong",jawab Tari.


Aku oun segera berdiri dan diikuti oleh mas Pras,namun bukan menuju toilet,melainkan menuju atap gedung,ketempat yang agak sepi.


"Kita mau kemana sih mas?",tanyaku was was.


"Kita mau ke atap.Sudah kamu nurut saja.Aku tahu kok kamu ngga ingin kekamar kecil kan sebenarnya?",tanya mas Pras.


Aku pun tersenyum simpul,lalu berkata,"He he he,aku sudah ngga nyaman berada disana mas.Apalagi lirikan si tante Tari,iiiiihh benar-benar bikin eneg",batinku.

__ADS_1


Tak berapa lama,kami pun telah sampai dilantai paling atas.Disana tersedia kursi-kursi beserta beberapa bangku.


Kami langsung menuju dibangku yang nampak masih sepi,karena pengunjung masih sepi.


__ADS_2