Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 4 [Manis]


__ADS_3

Hai hai hai readers semua,selamat malam


Happy reading ya...


Setelah mengemas barang-barangku ke lemari,aku segera isturahat karena besok adalah hari pertamaku kerja dirumah ini.


Aku berusaha memejamkan mata,namun mataku tak mau juga terpejam.Ingatanku justru malah melayang kekejadian sekitar empat tahun yang lalu.


Entah mengapa malam ini tiba-tiba seraut wajah yang dulu sempat menghiasi hariku hadir kembali dipelupuk mataku.


"Astaghfirullah kenapa kamu malah hadir lagi diingatanku.Laki-laki seperti kamu sudah tak pantas lagi untuk ku ingat",gumanku.Kemudian untuk mengusir bayangan orang yang tak ingin lagi kuingat itu,aku segera berjalan kekamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah berwudhu,aku segera mengambil kitab suciku yaiti Al-Qur'an.Segera kubuka lembarnya dan kubaca dengan suara lirih,satu dua ayat sudah kubaca.Hingga akhirnya dapat kuselesaikan satu juz.


Bertepatan dengan selesainya aku baca Al-Qur'an,rasa kantukpun datang menyerang.Segera ku akhiri tadarusku,lalu kuletakan Al-Qur'an dimeja dekat tempat tudurku.Lalu aku pun terpejam hanyut dialam mimpi.


Pagi harinya sebelum adzan berkumandang,aku sudah terbiasa bangun dan menjalankan sholat malam.Ku panjatkan do'a terbaikku disepertiga malam ini.Karena katanya,do'a disepertiga malam beginilah yang banyak didengar Tuhan.


Kutuntaskan ibadah malamku hingga adzan subuh berkumandang.


Setelah menjalankan sholat subuh,aku segera menuju kedapur,karena kudengar ada suara didapur.Sesampainya didapur,kudapati Ibu(panggilanku untuk istri pak Budi) sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi buk",sapaku,"ada yang bisa saya bantu buk?",tanyaku kemudian.


"Eh mba Anit,pagi.Nih tolong sayurnya dipotong lalu dicuci ya!",kata Ibuk padaku.


"Baik buk",jawabku.Lalu aku oun memotong dan mencuci sayuran.


Ketika aky sudah selesai mencuci sayuran,kudengar suara tangis baby Val,lalu ibuk bergegas menuju kekamarnya untuk melihat baby Val.


"Mba tolong lanjutkan masaknya ya,bisa kan?",kata Ibuk padaku.


"Baik buk,bisa",jawabku.


Aku pun segera meracik bumbu,dan mengolah sayuran yang tadi kupotong-potong hingga menjadi sayur capcay yang menggugah selera.


Setengah jam kemudian,Ibuk kedapur sambil menggending baby Val.


Aku menoleh,dan kulihat baby Val yang begitu lucu,"Hallo baby Val,selamat pagi.Assalamu'alaikum",sapaku pada baby Val dengan ceria.Membuat baby Val mengeluarkan suara lucunya.


"Loh masaknya sudah selesai mba?",tanya ibuk padaku.


"Sudah buk,tinggal sarapan saja",jawabku sambil menata peralatan masak yang baru saja kucuci.


"Cepet juga,kamu biasa masak ya?Eeemm enak mba masakanmu!",kata ibuk sambil mencicipi hasil masakanku.


"Iya bu,setiap pagi saya bantu ibu masak",jawabku.


"Ooohh pantesan,o iya kamu sudah masak air buat mandi baby Al juga?",tanya Ibuk lagi yang melihat aku sudah merebus air.


"Sudah buk,kalau sudah panas nanti tinggal buat mandi baby Val,lalu dijemur",jawabku,"ya baby Val ganteng",sambungku sambil mengelus lembut tangan baby Val.


Baby Val memberiku respon dengan ocehan khas bayi.Lalu tangannya menggapai-nggapai seolah minta kugendong.Lalu ku beranikan diri bilang pada ibuk.


"Maaf bu,baby Val boleh saya gendong",tanyaku,sambil memengang tangan baby Val.

__ADS_1


Baby Val terus menggapai-nggapai tangannya,"apa adek mau ikut mba ya?"tanyaku sama baby Val.


"Mba sudah bisa gendong bayi?",tanya ibuk padaku sambil dengan hati-hati memberikan baby Val padaku.


"Bisa sedikit buk",jawabku sambil mengulurkan tanganku untuk menggendong baby Val yang lucu.


Baby Val sudah ada digendonganku,sambil kutimang-timang kuajak bicara baby Val.


"Baby Val,apa?mau mandi ya baby ganteng?",tanyaku pada baby Val.


"Ooooaaoao",sahut baby Val.


"Wah hebat kamu mba,baby Val biasanya nangis lho kalau sama orang asing,ini kok malah lulut",puji ibuk padaku.


Bertepatan saat itu juga,pak Budi berjalan kedapur.


"Wah seru banget baby Val,punya mba baru ya?",kata pak Budi.


"Iya pah",jawab ibuk menirukan suara anak kecil.


Setelah itu giliran kakak Vict yang datang kedapur.Vick adalah anak pertama pak Budi yang baru kelas 3SD.


"Heeem aroma harum apa ini mah?",tanyanya pada ibuk.


"Bau masakan mba Anit,ayo mandi dulu terus sarapan",kata ibuk pada kakak Vick.


Sementara aku sudah memandikan baby Val,dan menggantikan bajunya.


"Waaah baby Val sudah ganteng,tolong dijemur ya mba,aku mau nyiapin sarapan buat bapak dan kakak!",kata ibuk.


"Siap buk",jawabku ceria.


Setelah dapat tempat panas,aku berhenti lalu duduk sambi memangku baby Val.


Saat itu aku duduk dibangku beton dekat lapangan volly.Dan saat itu ada banyak anggota polisi yang sedang berolah raga.Termasuk mas polisi yang semalam menatapku dengan penuh selidik.


Namun kuacuhkan keberadaannya.Aku fokus pada baby Val.Sebentar-sebentar kubolak balikkan badanya.Agar sinar matahari bisa memanasi tubuhnya dengan menyeluruh.


"Eh baby Val punya mba baru ya",sapa mas polisi tadi.


"Iya om",jawabku terpaksa karena aku tak mau nanti besarnya baby Val jadi tidak sopan jika aku tetap mengacuhkan si mas polisi.


Ku lirik sebentar simas Polisi,kulihat dia menatap intens kearahku.Sesaat mata kami saling bertabrakan,namun aku segera memalingkan mataku kearah lain.Entah apa yang mas Polisi ini pikirkan.


Mas Polisi Pov


Pagi ini aku sedang berlari pagi,karena semalam aku baru saja piket jaga.Disaat aku sedang melintasi lapangan volly,kulihat seorang gadia sedang berjalan sambil mengendong bayi.


Bayi itu sangat familiar,karena aku tahu kalau baby itu adalah baby Val.Anak dari pak Budi.Lalu siapa gadis itu.


Tunggu bukannya dia gadis yang tadi malam berada dimobil Arya.Kupikir dia pacar Arya.Rupanya bukan.Apa dia pengasuh baby Val ya,gumanku.


Setelah mendekati bangku beton di lapangan volly,kuberanikan diri untuk menyapa baby Val.Karena kulihat gadis itu nampak acuh padaku.


Entah,aku suka sekali menatapi wajahnya.Seperti ada geleyar aneh saat kutatap wajahnya.

__ADS_1


"Eh baby Val punya mba baru ya?",tanyaku.


Tak kusangka gadis itu bersuara,"iya om",suaranya dibuat mirip seperti suara anak kecil.Hal itu membuatku semakin gemas melihatnya.


"Ya Tuhan manis sekali gadis ini,tapi kok dia acuh ya?kenalan ngga ya?"gumanku sambil menatap kearah wajah gadis itu.


Tak kusangka dia melirik kearahku,dan lirikan netra coklat terang itu bertabrakan dengan netraku.


Deg..


Entah apa yang terjadi jantungku seolah berhenti berdetak,netra coklat terangnya seolah menghipnotisku.Namun hanya sesaat,lalu dia berpaling.


"Ooh Tuhan,aku ingin memilikinya.Eh apa yang aku pikirkan?",pikiranku travel entah kemana.


Mas Polisi pov end


Entah mengapa aku merasa kalau mas Polisi itu masih menatapku,namun tak lama kemudian kudengar.


"Oe bro,apa yang loe lihat",kata seseorang disampingku.


Namun tak ada sahutan dari orang yang ditanya,yang aky yakin kalau yang ditanya itu adalah mas polisi yang tadi menyapa baby Val.


Setelah itu kudengar mereka berlari menjauh.Membuat aku bernafas lega.Entah mengapa bertemu dengan mas Polisi tadi membuat jantungku seakan berhenti berdetak.


"Baby Val",kudengar ada yang memanggil baby Val.Lalu aku menengok dan kudapati pak Budi menghampiri.


"Oh baby Val bobok ya mba?",tanya pak Budi lagi.


"Iya pak,sepertinya sangat menikmati hangatnya matahari",jawabku.


"Ya sudah,nanti segera masuk kedalam ya.Jangan lama-lama kamu diluar,Bapak sama ibuk berangkat kerja dulu",kata pak Budi.


Kemudian disusul suara ibuk yang mendekat,"baby Val bobok mba?",tanyanya padaku.


"Iya buk",jawabku.


"Ya sudah dibobokkan aja didalam mba,nanti kalau nangis,ASI perahnya ada dikulkas.Tinggal dihangatkan.Sudah bisa caranya menghangatkan ASI belum?",tanya ibuk panjang lebar.


"Sudah buk,tinggal direndam diair panas dipanci kan buk",jawabku.


"Pinter,Ya sudah sana dibawa masuk,nanti kamu gosong lho kalau kelamaan jemur sama baby Val!",canda ibuk.


"He he he ibuk ini ada-ada aja",jawabku sambil berjalan menuju kerumah.


"Ya sudah mba ,kami berangkat dulu.Mba jangan lupa sarapan ya",kata ibuk padaku.


"Siap buk"jawabku.


Nah gimana guys seru kan,Nampaknya Anita sudah mulai menemukan tambatan hati nih,sesuai dengan do'anya kalau dia pengen pacar mas-mas polisi.


Lalu siapa mas polisi itu....


Ikuti terus kisahnya ya,jangan lupa juga mampir di ceritaku I LOVE YOU OM TAMPAN


Terimakasih buat para reader yang sudah membagi like,koment,dan votenya

__ADS_1


Jangan lupa juga masukkan Love In Asrama ini dalam favorit kalian ya...


Thanks semua....


__ADS_2