Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 26 PERSIAPAN NIKAH KANTOR


__ADS_3

PERSIAPAN NIKAH KANTOR


Angin malam berhembus,menerpa apa saja yang dilewatinya.Tak terkecuali dua insan manusia yang telah dimabuk asmara,namun bisa mengendalikannya.


Keduanya asyik menikmati semilir angin saling berpelukan.Sambil sesekali bersenda


"Dek,dingin ngga?",tanya mas Pras


"Ngga,kan Anit dipeluk mas.Yang ada Anit ngerasa hangat mas",jawabku sambil kukembangkan senyum manisku.


"Mas juga,hangat,damai dan nyaman",jawab mas Pras sambil mengecupi ujung kerudungku berkali-kali.


Lengan kokohnya dia lengkarkan kekedua sisi pinggangku,yah nyaman dan damai,aku pun juga merasakan hal itu.Tapi tetap dengan irama jantungku yang layaknya musik rock ala Linkin Park,loncat-lontak tak terkatakan.


Belum lagi geleyar-geleyar aneh yang kurasakan disaat mas Pras dengan lembutnya mengecupi pipiku.Semua rasa bercampur aduk jadi satu,membuatku hanya mampu menutup kedua netraku saat lagi-lagi mas Pras mendaratkan kecupannya dipipiku,dan kemudian beralih kebibirku...


"Eeemmmhh ...mas Pras",lenguhku saat kurasa debaran jantungku makin tak terkendali.Ada rasa yang seperti apa ya...begini,tubuhku seperti meminta lebih,apalagi saat kedua tangan kokoh mas Pras menyentuh sesuatu yang kenyal didadaku.Rasa apa ini...???


"Eeemmhh....",aku melenguh lagi dan entah bagaimana tubuhku bereaksi,tahu-tahu kedua tanganku sudah melingkar dikedua sisi tengkuk mas Pras.


Disaat rasa ini makin memburu,semakin menuntut lebih,tiba-tiba akalku tersadar.


"Astaghfirullah mas Pras!",seruku lirih sambil melepas kedua tanganku,dan sedikit memdorong tubuhku kedepan,agar sedikit menjauh dari tubuh mas Pras.


"Mas,kita ditempat umum loh!",seruku lagi,kemudian kututup mulutku sambil menahan tawa,begitu pun juga dengan mas Pras.


"Makan yuuk,perutku lapar",ajakku kemudian ke mas Pras,bisa b.a.h.a.y.a kalau kami terus-terusan ditempat ini.Banyak setannya,Eh


"Okay,yuuk!",jawab mas Pras menyetujui ajakanku.Dia pun kembali merengkuh pinggangku sambil berjalan menuju parkiran.


"Kamu pingin makan apa dek?",tanya mas Pras saat kita sudah berada didalam mobil,dan mobil mas Pras pun melaju dengan kecepatan sedang.


"Eeemm,Anit mau bakmi jawa ma!",jawabku setelah beberapa saat berpikir.


"Okay kita meluncur ke kang bakmi",jawab mas Pras.


Tak berapa lama,kami pun telah menemukan penjual bakmi jawa Gunungkidul yang cukup mudah dicari didaerah asalnya,yaitu Gunungkidul.


"Mau pesen apa dek?",tanya mas Pras


"Eeemm,Anit bakmi godog aja dech,sama teh poci",jawabku.

__ADS_1


"Okay,pak bakmi godog e kaleh,kalian teh poci nggih",kata mas Pras memesan pesanan kami.


Sambil menunggu pesanan kami,kami pun bercengkerama,ngobrol ngalor ngidul,hingga mas Pras berkata.


"Dek,besok pagi-pagi kita berangkat ke Kalasan ya,karena besok kita mau sidang",kata mas Pras.


"Okay mas,terus Anit harus pakai baju apa?",tanyaku bingung.


"Kamu besok pakai kebaya,sudah mas siapkan kok diasrama,tinggal pakai aja",jawab mas Pras.


Setelah kurang lebih menunggu hampir tiga puluh menit,pesanan kami pun sudah jadi,dan telah terhidang dimeja kami.



Bakmi jawa Gunungkidul, adalah makanan yang berasal dari salah satu daerah diGunungkidul dengan cita rasa yang nikmat.Berbahan dasar mie dan juga bihun dengan toping aneka sayur,daging ayam kampung dan juga telor bebek.



Teh poci adalah salah satu teh legend yang ada diGunungkidul.Disajikan dengan cangkir dan teko jadul.Dibeberapa resto ada yang menggunakan cangkir dan teko yang terbuat dari tanah liat.


Nah buat kalian yang penasaran,yuukk PPKM sudah turun level,kita bisa jalan-jalan lagi.Jangan lupa kunjungi desninasi wisata di Gunungkidul,dan jangan lupa buat kulineran.


Apakah didaerah lain ngga ada?Ada.Tapi cita rasa bakmi jawa Gunungkidul dan teh p**oci ini akan sangat berbeda jika dinikmati di Gunungkidul.Ngga percaya??Coba deh...


Setelah menempuh jarak waktu setengah jam,kami pun telah sampai dirumah.


"Mas,ini apa semua harus dibawa?",tanyaku sambil menunjukkan berkas-berkas yang tadi sudah kami legalisir.


"Iya,langsung dimasukkan ketas yang ini aja ya dek!",jaqab mas Pras sambil memeberikan tas jinjing padaku.


"Okay mas",jawabku sambil memasukkan berkas tadi.


Tak lama kemudian aku pun telah selesai dengan kemas-kemasku.Setelah membersihkan diri,aku langsung merebahkan tubuh lelahku keatas kasur kamarku.


Sementara mas Pras,dia sudah sedari tadi duduk sambil bersandar di kepala ranjangku sambilemainkan ponselnya.


"Acara malam ini meriah ya dik?Sayang kita ngga bisa nonton",kata mas Pras sambil menepuk sebelah ranjang untuk ku duduki.


"In Syaa Allah tahun depan masih ada acara kaya gini kok mas",jawabku.


"Iya deh,sekarang mumpung rumah sepi,aku mau dp dulu boleh??",tanya mas Pras sambil menghembuskan nafasnya ketelingaku.

__ADS_1


"Iihh mas Pras apaan sih",jawabku sambil tersipu,ada geleyar aneh yang muali terasa lagi ditubuhku.


"Mas mau lanjutin yang tadi dipantai dek,boleh ya?",tanya mas Pras lagi,kemudian mas Pras pun mulai mengecupi seluruh wajahku,sampai tak ada yang terlewatkan.


"Mas...gelii iiihh",rengekku karena mas Pras terus mengendus-endus leherku sambil dikecupi dengan lembut.Sesekali disesap,membuatku menginginkan sesuatu yang lebih.


"Mas Prass..",lenguhku sambil kekalungkan kedua tanganku dileher mas Pras.


"Mass....",suaraku tertahan oleh sergapan bibir mas Pras,membuatku tak bisa mengendalikan detak jantungku.


Sementara tangan kokoh mas Pras sudah menyusup kebalik piyamaku.Meremas pelan benda bulat berpuncak.Membuatku semakin hilang kendali,lenguhan demi lenguhan tak mampu lagi kutahan,hingga lolos begitu saja dari bibirku.


Entah bagaiman ceritanya,tiba-tiba kurasakan sesuatu meng***** dengan lembut bukit kembarku.Saking penasarannya ku buka mataku yang terpejam,dan ternyata itu adalah mas Pras.


Mas Pras layaknya bayi yang kehausan,hingga dengan rakus men***** bukit kembarku.Sesuatu dibawah tubuhku rasanya akan mengeluarkan sesuatu,mendesak dan mendorong keluar.


"Massss,Anit mau pi-pis",kataku sambil melenguh dan meremas memgacak rambut rapi mas Pras.


"Keluarkan aja dek,ini belum seberapa,nanti jika kita sudah nikah kantor,akan kubuat kau menjerit-jerit semalaman dek",kata mas Pras kemudian kembali menyesap bukit kembarku.


"Maass....",pekikku kaget bercamour nikmat jadi satu,


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya,setelah sarapan kami segera menuju ke asrama untuk bersiap-siap kekantor polres untuk pengajuan.


Karena kami berangkat selepas subuh,maka sekitar jam enam,kami sudah sampai diasrama.Kami segera bersiap-siap untuk berangkat ke polres.


"Dek,ini kebaya yang harus kamu kenakan hari ini",kata mas Pras,kemudian ia pun berlalu kekamar mandi.


"Mas...mas pakai seragam yang mana?",tanyaku karena mas Pras belum menyiapkan seragamnya.


"Yang mas gantung didepan lemari itu loh",jawab mas Pras.


"Ooohh okay",jawabku.Kemudian aku berlalu kedapur untuk menyiapkan kopi buat mas Pras.


Sepuluh menit pun berlalu,aku sudah membawa secangkir kopi untuk mas Pras,dan mas Pras juga sudah selesai mandi.


"Mas,kopinya dimeja ya",kataku tanpa memperhatikan mas Pras.


"Aaaahhh",pekikku saat kudapati mas Pras dalam kondisi setengah telanjang,hanya berlilitkan handuk ditubuh bawahnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?Buka aja matanya,biar kamu biasa dengan pemandangan ini",kata mas Pras sambil menarik tanganku yang kugunakan untuk menutupi wajahku.


"Maaass Praasss",manjaku sambil memalingkan wajah.


__ADS_2