Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
TRI SATYANA


__ADS_3

Hai Assalamu'alaikum guys....


Akhirnya setelah sekian purnama bertapa,Tutiek bisa nulis lagi buat kalean....


Semoga kalian belum lupa dengan ceritaku ya...


Happy reading semua.....


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Tri Satyana POV


Hari ini aku merasa capek dan benar-benar lelah.Ingin rasanya aku lari dari semua ini.Secuil rasa sesal yang bertahun lalu tersembunyi jauh didasar lubuk hati terdalamku,perlahan mulai membesar.


Andai dulu tak ku khianati gadis luguku.Aahh semua pasti tak akan seperti ini.


"Bagaimana dengan kabarmu",guman lirihku dikala ku sedang sendiri menikmati indahnya suasana Malioboro.


Suasana ku rasa semakin dalam mengoyak sesalku.Lantunan lagu musik jalanan semakin membuatku jauh kedalam lamunan masa laluku bersamanya.


Ku pejamkan mata ini,mencoba tuk melupakan


Segala kenangan indah tentang dirimu.......


"Anit,maafkan semua salahku",gumanku lagi.


Ku hembuskan nafas beratku,sambil ku edarkan pandangku.Terbayang wajah manis nan lembut gadis luguku.


Terdengar renyah dan riang suara tawanya.


"Astaghfirullah,bahkan bayangan dan suaramu masih saja menghantui ku,Anit",gumanku pelan.


"Ha ha ha,dasar mas Arya jones".....


Suara tawa renyah yang selalu ku rindu itu terdengar lagi.Lebih nyata dan lebih jelas terdengar.


"Anit,mas Arya.....",gumanku sambil ku tatap sekelikingku memcari sumber suara yang sedari tadi aku dengar begitu renyah.


"Aniiiitttt......",seruku lirih dengan mata membola dan rahangku yang menganga.


Ku pikir aku hanya berhalusinasi saja,karena tiba-tiba ku lihat Anita Angelia dihadapanku.Dengan tawa renyahnya dan tentu saja ...... wajah manis nan lugunya.


"Siapa lelaki yang sedari tadi memgenggam erat tanganmu Anit?",geramku dengan segala rasa marahku.....??


"Apakah kamu sudah berubah,sekian lama tak berjumpa,lalu kamu sudah mulai mau disentuh sentuh oleh yang bukan mahkram mu?",


"Heeehh pantas ganteng,ngga nyangka demi lelaki ganteng itu,kamu rela berubah Anit",lanjutku lagi,sambil terus ku perhatikan segala gerak gerik Anit dan lelaki yang terus menerus memgenggam tangannya.


Waaiitt tunggu dulu....kenapa tatapannya...???

__ADS_1


Aku aja dulu ngga berani menatap mas Arya begitu,ini kenapa berani banget..??


Siapa kamu sesungguhnya....??


Aku terus mengawasi interaksi ketiga orang didepan ku.Terutama Anit.Gelagatnya aneh...Apalagi pria yang sedang mengenggam erat tamgannya itu.


Tatapannya.....sungguh jika aku jadi perempuan pun pasti akan meleleh.Tatapan penuh puja...bahkan dulu tatapanku tak sampai seperti itu.


Siapa sebenarnya pria ini...


Aku masih terus bermonolog dalam hati.Sambil terus memperhatikan mereka.Entah apa yang mereka bicarakan.Ku perhatika ekspresi wajah Anit yang berubah-ubah.Kadang jengkel,kadang tersenyum manis,namun tak jarang juga ku lihat dia tersipu dengan rona merah dipipinya.


Sedangkan dua pria didepannya kulihat sedang asyik berdebat.Apa yang mereka perdebatkan,hingga membuat wajah Anit berubah jengkel seperti itu.


Setelah mengucap beberapa kata ku lihat dari gerak bibirnya,Anit tampak berdiri dan berlalu sambil menggerutu.


Heehh....kamu ngga berubah Anit,kamu masih Anitku yang dulu.Anit terus berjalan hingga dia lewat persis didepanku.Namun seperti biasa,dia tak pernah memperhatikan sekitar,jadi dia tidak tahu kalau aku disitu.


Dia memang ngga berubah,kecuali ada ....ada apa yaa??Dia terlihat lebih matang.


Baru aku mau menyapa,tiba-tiba ponselku berbunyi.Tertera nama ibu ku disana.Dengan malas ku angkat telfon dari ibu.


"Hallo assalamu'alaikum bu,onten nopo?",tanyaku.


"Wa'alaikumsalam le,kowe neng di?",awab ibu.


"Ge nenangke pikir bu,neng Malioboro.Pripun?",tanyaku lagi.


"Nyumbang teng pundi to bu?",tanyaku dengan alis berkerut.


"Neng daerah Kalasan opo endi yo iki,Yan...Triyan ki wacakno undangan iki!"jawab ibu.


Duuuhh ini malah teriak-teriak si ibu....


"Undangan nopo tu bulek?Undangan sing teko Grogol nopo?",terdengar suara sepupuku menyahut.


"Iyo,ki to tulung wacakno,bulikmu ki wes ra iso moco tulisan cilik-cilik ngene iki",masih terdengar percakapan ibu dan sepupuku.


"Macak ke nggo sopo to bulik?"tanya sepupuku pada ibu.


"Iki nggo adikmu si Satya",jawab ibu.


"Ooohh nggo Satya si bodoh...he he he",sial sicurut ngatain aku lagi.


Yaaa sejak aku berpisah dari Anit,tidak pernah sekalipun dia memangilku dengan nama.Triyan selalu memanggilku dengan si bodoh,heh bodoh ,pokoknya selalu berakhiran bodoh.


Dan kini akhirnya aku tersadar kenapa Triyan selalu memanggilku bodoh.Karena aku memang sangat bodoh.


"Heeehh halloo bodoh,kemana aja loe.Ditelfon bukannya jawab malah ngelamun.Ngelamunin siape loe,jangan pe ngelamunin si Anit ya!!",celoteh Triyan dengan suara nyaring hampir memecah gendang telingaku.

__ADS_1


"Apaan sih.Brisik tau!",bentakku.


"Heehh bodoh,makanya kalau ditelfon itu fokus,fokus.Jangan cuma gorong-gorong aja yang loe pikir",jawab Triyan makin ngawur.


"Sialan loe,gue uda insyaf tahu ngga loe!!"jawabku dengan sedikit emosi.


"*Emang eloe bodoh,dasarnya bodoh ya tetep aja bodoh",


"Eeee malah dho ngopo to iki,kowe ki nek dho akur,pisaaan wae,iso ora!!",tanya ibu ku jengkel.


"He he he ngapunten bulik",jawab Triyan


"He he he,ampun bu",jawabku."Eh Triyan,undangan paan sih?",tanyaku kemudian ke Triyan.


"Ooohh...undangan teko grogol",jawab Triyan.


"Grogol??Undangan opo?",tanyaku sambil mengeryitkan dahi.


"Yo teko grogol.Teko nggone mantan teraniaya",jawab Triyan sambil terkekeh.


"Nek ngomong le jelas iso pora kowe ki?",tanyaku lagi belum konek dengan apa yang dibicarakan Triyan.


"Duh pura-pura lupa lagi nich orang bodoh sedunia",jawab Triyan kembali lagi meledekku.


"Ck....udahlah.Gue tutup ya.***......"


"Tunggu...!!"


Belum lagi kututup telfonnya,Triyan sudah berteriak.


"Opo meneh too?Nek kowe mung arep ngece ni aku terus,mending ditutup wae",sergahku saking jengkelnya dengan Triyan.


"Heeh orang dungu,emang mantan loe tu siapa kalau bukan si Anit.Perempuan terbaik dikampung ini yang sudah kamu sia-siakan?",jawab Triyan dengan suara geramnya.


Deg...jantungku berasa copot,saat ku dengar Triyan mengatakan kenyataan yang selama ini aku simpan jauh didasar hatiku.


"Heeh,masih hidup kan loe?",tanya Triyan.


Aku hanya terdiam,tak mampu berkata apapun karena anganku yang sudah kembali ke beberapa tahun silam.


"TRI SATYANA....!!",suara Triyan menggelegar membuatku tersadar dari lamunan.


"Heh,telinga gue masih normal,ngga usah teriak-teriak!",bentakku balik.


"He he he....kirain mati loe.Abisnya loe diem aja sih.Ini nanti tanggal 25 Desember loe dan keluarga loe dapat undangan ke pesta pernikahan si Anit,di daerah Kalasan",kata Triyan panjang lebar.


"Anit??Maksudnya Anit mau nikah atau gi-gimana?",tanyaku dengan suara agak bergetar.


"Anit udah nikah sebulan atau dua bulan yang lalu.Suaminya anggota.Nah besok itu resepsinya",terang Triyan.

__ADS_1


"Anit.....",kataku diujung lidah tanpa suara.


"Jadi tadi itu Anit dan suaminya....." lirihku dengan hati hancur


__ADS_2