Cinta Bersemi Diasrama POLRI

Cinta Bersemi Diasrama POLRI
LIA 25 PANTAI


__ADS_3

Episode 25 (Pantai)


Setelah mas Pras membuat tubuhku tidak karuan rasanya dan dilepas begitu saja,ku lihat warna wajahnya yang memerah seperti apa ya🤔🤔, udang rebus


Mas Pras lalu berjalan kekamar mandi,entah apa yang dia lakukan,aku tidak tahu.Yang pasti cukup lama mas Pras dikamar mandi.


Mumpung mas Pras kekamar mandi,aku segera turun dari kasur dan segera mencari dimana letak baju dan dalamanku yang tadi dilempar kesembarang arah oleh mas Pras.


Aha,dalemanku ketemu dikolong kursi,sedang bajuku terslampir di kursi,lalu dimana kerudungku?Aahh ternyata kerudungku nyempil dipojokan,astaga mas Pras.


Setelah selesai mengenakan baju serta kerudungku,aku mendudukan diriku dikursi sembari kuamati ruangan yang kupakai untuk tidur.


"Dimana ini",gumanku,lalu ku langkahkan kakiku menuju balkon kamar,karena kudengar suara,seperti ombak?


"Hah 😮,apa mungkin ini dipantai!",seruku setelah beberapa saat terkaget.


Aku pun segera menghambur keluar balkon.Dan eng ing eng...tepat sekali.Ternyata aku sedang berada disalah satu motel dipantai,Subhanallah,indahnya....



Pemandangan senja yang begitu menakjubkan,hasil karya Allah.Benar jika Alffy Rev mengatakan 'Indonesia is not just a wonderfull,Indonesia is a wonderland'.Inilah bukti keajaiban Indonesia.


"Aaahh!!Allahu Akbar,mas Pras ngagetin Anit ih!",pekikku saat tiba-tiba kedua tangan kekar mas Pras mendarat diperutku dan meletakkan dagunya dipundakku.


"Lagi lihat apa sih dek,serius amat",tanya mas Pras padaku.


"Lihat itu!",kataku sambil menunjuk kearah depan,agar mas Pras juga mengikuti arah telunjukku.


"Indah sekali bukan?",tanyaku sambil kukembangkan senyum manisku.


Cuuuppp


"Indah sekali!",jawab mas Pras sambil mengecup lembut pipiku.


Aahh,apa lagi ini?Kenapa pipiku seperti teraliri sesuatu yang hangat?


"Mas,bisa ngga sih kalau ngga ngagetin?",sungutku sambil berpaling menyembunyikan rona malu dipipiku.


"He he he,mas suka melihat pipimu merah,imut dan lucu",bisik mas Pras ditelingaku,hingga membuat bulu-bulu halusku meremang,astaga apa lagi ini


"Ck,mas Pras ih",akhirnya kucubit gemas lengan tangannya yang kekar hingga terlihat memerah.


"Aauuuhh,sakit dek",pekik mas Pras sambil mengusap lengannya yang memerah.

__ADS_1


"Makanya,mas jangan usil",kataku sambil mengelus lengan yang tadi kucubit.


"Habisnya,kamu itu lebih indah dari pemandangan didepan sana sih",jawab mas Pras,menggoda


"Ah,mas Pras bisa aja"kataku sambil tersenyum malu.


"Habis maghrib,kita kepantai mau?",tanya mas Pras sambil ndusel-ndusel dipipiku.


"Iya nanti,hi hi hi.Geli mas ah",jawabku sambil terkikik karena ulah mas Pras.


"Ampun mas Pras,geli ha ha ha",seruku lagi sambil tergelak,karena kali ini ngga hanya hidungnya yang ndusel-ndusel,tapi tangannya juga menggelitikki pinggangku.


Tubuhku meronta-ronta minta dilepaskan,bergerak absurd tak beraturan,hingga tanpa sadar aku berhadapan dengan mas Pras.


Kedua netra kami saling bertemu,saling menatap dan membuat kami secara refleks menghentikan semua candaan.Entah ada apanya dengan kedua netra mas Pras.Karena setiap kali kulihat tatapan tajamnya,tubuhku secara mendadak membeku,jantungku berdisko ria,lompat-lompat tak terkira.


Dan lagi-lagi tanpa aba-aba,bibir kami telah saling bertaut,dengan kedua tangankunyang melingkar ditengkuk mas Pras.Sedang tangan mas Pras berada ditengkukku dan pinganggku.


Tak terhitung sudah berapa lama kami saling bertaut,bertukar rasa dan menyalurkan rasa.Yang pasti bibirku sampai terasa kebas,astaga.


Hingga kumandang adzan maghrib,telahenyadarkan aksi kami berdua.Kami pun menyudahinya dengan dahi yang saling menempel.


"Sudah maghrib,sholat dulu yuk!",ajak mas Pras kemudian mengecup keningku dengan lembut.


Selsai dengan ibadah,kami lanjutkan dengan mengaji sebentar.Kudengar merdu suara mas Pras ketika sedang mengaji,sambil kusimak dengan ponselku.


Setelah mas Pras selesai,giliran aku yang mengaji,malanjutkan punya mas Pras.Hingga tanpa terasa,isya' pun tiba.Dan kami langsung melanjutkan dengan sholat isya'.


Selepas sholat isya',mas Pras memintaku beberes,dan mengajak checkout dari motel itu.


",Yuk kepantai sebentar,terus kita pulang.Takut mamak nyariin nanti",kata mas Pras.


"Yuuk!",seruku sambil mengamit lengan mas Pras karena penjaga motel melihat mas Pras dengan tatapan menggoda.


"Beres dek,mau makan dulu,atau gimana?",tanya mas Pras padaku setelah kita keluar dari motel.


"Jalan dipantailah bentar,trus kita makan,dan langsung pulang",jawabku."Ini untung mak tahu kalau Anit perginya sama mas Pras,suami Anit.Kalau tidak,sudah habis dibecek-becek kita",sambungku lagi.


"Okay bu komandan!",jawab mas Pras sambil mengecup ujung kerudungku berkali-kali karena saat itu kita berpas-pasan dengan seorang perempuan dan menatap penuh minat ke mas Pras.


Aku pun segera melingkarkan kedua tanganku keperut sixpack mas Pras,sambil berucap"Cih,pelakor bertebaran dimana-mana".


"Hai mas,boleh kenalan",kata perempuan sambil mengulur tangan dengan tidak tahu malunya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang,segera kuhentikan langkahku.Kujinjitkan kedua kakiku,kukalungkan kedua tanganku dileher mas Pras,dan..


CUUUUPPP


Sebuah ciuman lembut kudaratkan dibibir mas Pras.


Ciuman yang awalnya hanya ingin membuat perempuan itu sadar diri,kini berubah menjadi pangutan,karena lagi-lagi sebelah tangan mas Pras memegang dan menekan tengkukku agar ciumannya lebih dalam.


"Dasar mesum,dapat kesempatan dikit,langsung berubah jadi soang",gerutuku dalam hati,tapi tetap kunikmati pangutan mas Pras.Eh


Jangan tanya kenapa?Nanggung dan aji mumpung hi hi hi


Ciuman kami terlepas,setelah kami mendengar umpatan dari perempuan itu.


"Dasar tidak tahu malu,percuma loe pakai kerudung,tapi kelakuan loe bejat",makinya.


"Maaf ya,anda tidak berhak menilai saya.Lagian terserah saya dong,mau apain laki-laki ini.Secara dia kan suami saya",jawabku lugas sambil memeluk erat tubuh mas Pras.


Mas Pras pun membalas pelukanku dan memgecupi ujung kerudungku berulang kali.


Karena diabaikan oleh mas Pras,perempuan itu pun pergi sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan umpatan-umpatan yang sangat jelas aku dengar.


Aku hanya menggelengkan kepalaku,heran


"Heran,ada ya perempuan seperti itu?",gumanku.


"Ha ha ha,banyak dek.Ingat suamimu ini guantengnya melebihi dosis,jadi pasti banyak perempuan yang klepek-klepek padaku",jawab mas Pras.


"Ih PD",ketusku sambil berlalu meninggalkan mas Pras,tapi sedetik kemudian keapit lagi lengan kekarnya karena belum apa-apa sudah ada perempuan yang mendekati mas Pras.


"Ha ha ha,lihatkan.Kamu ngga percaya sih istri kecilku",kata mas Pras sambil terbahak."Nanti jika kita sudah nikah kantor,kamu harus ngasih servis yang bagus",bisiknya lagi.


"Servis,maksudnya🤔🤔??Ganti oli,onderdil,turun mesin??",pikirku dalam diam.


"Dek,kenapa kok diam aja?",tanya mas Pras.


Aku hanya menggelengkan kepala tanda sambil mengerucutkan bibirku.


CUUUUPP


Lagi-lagi mas Pras mengecup bibirku singkat.


"Mas ih,tuman!",pekikku sambil kucubit pinggang mas Pras.

__ADS_1


"Makanya jangan ngerucut kaya bebek gitu",kata mas Pras sambil mengelus lembut bibirku.Saat ini,kami tengah memandang luasnya pantai.


__ADS_2