Cinta Di Alam Mimpi

Cinta Di Alam Mimpi
Bab.23


__ADS_3

Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Citra dari belakang.


"Kamu!" pekik Citra kaget ketika menoleh ke belakang.


Ternyata yang menepuknya dari belakang adalah cowok misterius itu.


Dia menggeser kursi di depan meja Citra kemudian duduk di sana. Dia duduk diam sembari memandang ke arah Citra.


Citra merasa tidak nyaman dengan tatapan aneh dari cowok di depannya.


"Ekhm ..., lo ngapain pagi-pagi sudah ada di sini?" tanya Citra kemudian.


"Kita sekarang lagi di mana?" Cowok itu malah balik bertanya kepada Citra.


"Kantin!" jawab Citra pendek.


"Tahu kan kantin itu tempat untuk apa! masih juga bertanya!" tutur cowok itu dengan nada mengejek kepada Citra.


Dasar cowok aneh bin ngeselin! nyesel gue ngajak bicara sama dia! batin Citra kesal.


Tiba-tiba bu Surti, pegawai kantin itu mendekat ke arah meja yang diduduki oleh Citra, sembari membawa nampan.


"Ini teh hangatnya, Neng!" ujarnya sambil meletakkan segelas teh hangat ke hadapan Citra.


"Terima kasih, Mbak! ujar Citra.


"Yang ini soto sama kopi panas punya masnya!" tutur bu Surti sembari meletakkan semangkuk soto dan segelas kopi di hadapan cowok itu.


Cowok itu hanya mengangguk tanpa mengucapkan kata terima kasih.


Huh apa susahnya sih bilang terima kasih! gumam Citra dalam hati.


Seketika cowok itu memandang tajam ke arah Citra.

__ADS_1


Citra kaget merasa cowok itu tahu apa yang dia pikirkan. Citra buru-buru berpaling dan fokus dengan makanan di depannya. Untuk sejenak mereka sama-sama diam dan makan dengan tenang.


Setelah selesai menyelesaikan makanannya. Citra memberanikan diri untuk bertanya kepada laki-laki misterius di depannya.


"Emm ... kita udah beberapa kali ngobrol tapi aku belum tahu siapa namamu, kalau boleh tahu nama kamu siapa?" tanya Citra.


Cowok itu berpaling dari makanannya dan melihat ke arah Citra dengan lekat.


"Nggak penting!" ujar cowok itu dengan nada datar dan terkesan cuek tanpa rasa bersalah.


Astaga kok ada yah cowok ngeselin sampai kaya gini banget! sumpah gue kapok ngomong sama dia! gumam Citra di dalam hati sembari mengepalkan tangannya.


"Oke baiklah, gue nggak akan bertanya tanya lagi sama lo!" tutur Citra kemudian beranjak berdiri dan berlalu untuk membayar minumannya. Setelah itu Citra menuju ke kelasnya.


Cuaca pagi itu agak mendung, ditambah suasana yang sepi membuat Citra sedikit ragu untuk masuk ke kelasnya. Tapi dia ingat jika tadi malam dia belum mengerjakan tugas gara-gara insiden semalam.


Ruang kelas Citra berada di ruangan paling ujung ruangan paling pojok. Dengan perlahan Citra melangkah melewati kelas-kelas lainnya. Di kelas lain dia melihat sudah ada beberapa siswa yang datang.


Citra melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya yang berada di ujung. Di samping ruang kelas Citra ada lorong kecil menuju gudang kecil di sebelah pintu masuk ruang kelas. Tepatnya gudang itu terletak di antara dua ruang kelas. Bedanya kelas satunya terdapat jendela dan pintu yang menghadap ke depan. Sedangkan ruang kelas Citra ada di paling pojok yang pintu menjorok ke dalam dan tidak terdapat jendela.


Suasana yang sepi membuat Citra agak ragu untuk melangkah masuk ke kelasnya. Tapi saat melewati kelas yang berada di samping kelasnya sudah ada murid yang datang, akhirnya Citra memberanikan diri untuk melanjutkan langkahnya yang hanya tinggal beberapa langkah lagi sampai di kelasnya.


Saat melewati lorong kecil Citra melirik sebentar pada pintu gudang. Tidak ada apa pun dan semua masih biasa-biasa saja. Citra pun masuk ke ruang kelasnya yang masih gelap tanpa cahaya. Citra menghidupkan saklar lampu yang berada di dekat pintu. Citra adalah murid yang pertama kali datang di kelasnya.


Citra mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kelas dan semua tampak biasa saja. Citra segera beranjak menuju mejanya berada. Tempat duduk Citra ada di bagian tengah kelas itu. Suasana masih sangat hening, yang terdengar hanya suara yang timbul akibat pergerakan Citra. Citra memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya yang belum sempat dia kerjakan gara-gara kejadian tadi malam.


Citra segera mengeluarkan buku dan alat tulisnya, kemudian fokus mengerjakan tugasnya itu. Beberapa saat Citra tidak merasakan apa-apa hingga tiba-tiba tercium sesuatu yang menyeruak di indera penciumannya. Aroma itu seperti harumnya bunga melati.


Citra mulai terpengaruh dengan hal itu. Citra menghentikan sejenak aktivitas menulisnya, kemudian Citra menoleh ke belakang dan melihat ke sekelilingnya. Namun, Citra tidak mendapati apa pun di ruangan itu. Citra masih tak bergeming dan kembali melanjutkan mengerjakan tugasnya.


Krak!


Tiba-tiba Citra mendengar ada suara seperti pergerakan dari suatu benda. Bulu kuduk Citra pun meremang. Lagi-lagi Citra merasakan ada kejanggalan. Citra kembali menghentikan aktivitas menulisnya dan melirik ke samping kanan dan samping kirinya.

__ADS_1


Deg.


Jantung Citra seolah berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Citra seperti melihat ada sekelebatan bayangan putih yang lewat di sebelah kirinya. Napasnya mulai berat dan kakinya sulit untuk digerakkan. Namun, Citra sangat penasaran ingin memastikan apa yang tadi berkelabat di samping kirinya. Dengan perlahan Citra memberanikan diri untuk menoleh ke samping kirinya.


Nihil, tidak ada siapa pun. Citra merasa sedikit lega dan mengabaikannya. Citra menganggap itu hanya halusinasinya saja. Kemudian, Citra merogoh gawainya yang berada di dalam tas dan memasang headset di telinganya. Dengan begitu suasana tidak terlalu hening ketika dia mendengarkan lagu-lagu yang terputar.


Citra mulai hanyut dalam lagu kesukaannya. Citra ikut melantunkan lirik lagu tersebut dan kembali mengerjakan tugasnya. Tanpa sadar Citra mulai mengayun-ayun kan kakinya mengikuti irama musik. Hingga dia tidak menyadari jika ada sesosok tak kasat mata yang duduk tepat di bangku belakangnya.


Tap ... tap ... tap


Ada suara langkah kaki mendekat.


Namun, Citra tetap tidak mendengarnya. Sebab, telinganya tertutup headset dan hanya mendengar lagu yang terputar.


"Arrrgghhh ...!" teriak seseorang di depan pintu dan kembali ke luar.


Citra melihat bayangan seseorang di depan pintu dari sudut matanya dan seketika menoleh ke arah pintu. Terlihat sekelebat seseorang berbalik ke luar.


"Siapa barusan?" gumam Citra sendiri.


Citra yakin tadi melihat ada seseorang di depan pintu dan seperti kembali ke luar dengan berlari.


Citra pun menggeser kursinya dan beranjak berdiri. Citra melangkahkan kakinya menuju ke luar ruangan untuk melihat siapa yang datang barusan.


Sesampainya di luar, dia melihat salah seorang temannya berlari tunggang langgang menuju seorang siswa dari kelas lain yang sedang duduk-duduk di teras kelas.


"Dia kenapa?" gumam Citra dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


Citra pun berjalan menuju temannya itu. Temannya itu terlihat sedang mengobrol sembari melihat ke arah Citra. Citra pun semakin penasaran dengan tindakan temannya yang cukup aneh tersebut.


"Hanni ada apa?" tanya Citra kepada temannya yang tadi berlari, kemudian bertanya padanya saat sudah sampai di hadapan kedua orang temannya itu.


...___________Ney-nna___________...

__ADS_1


__ADS_2