Cinta Di Alam Mimpi

Cinta Di Alam Mimpi
Bab. 58


__ADS_3

Usai di ruqyah bunda diberi nasehat oleh Ustadz Fahri.


"Bu, semua yang terjadi di ikhlaskan ya, dan pasrahkan semuanya kepada Allah. Tidak perlu suudzon kepada siapa pun yang telah mengirimkan sihir ini kepada Anda. Sebab, hal itu tidak akan terjadi tanpa seijin Allah. Maka ada baiknya Ibu intropeksi diri juga barangkali pernah melakukan dosa pada orang tua mungkin, suami, anak atau kepada seseorang yang di sengaja maupun yang tidak disengaja, maka mohonlah ampun kepada Allah agar diampuni dosa-dosanya dan disembuhkan penyakitnya. Lebih mendekatkan diri kepada Allah. Anggap saja rasa sakit yang Anda rasakan saat ini adalah cobaan yang Allah berikan yang akan menggugurkan dosa-dosa Anda, jadi bersabarlah!"


"Jangan biarkan hati kita mendendam pada seseorang. Lapangkan hati dan kontrol emosi. Sebab, orang yang suka marah-marah itu mempermudah seseorang terkena sihir. Sehingga harus banyak bersabar, banyak beristighfar, agar syaiton tidak menguasai diri kita."


"Jangan jadikan rumah itu seperti kuburan. Maka sering bacakan surat Al-Baqarah agar rumah Anda teduh, nyaman dan terhindar dari gangguan jin. Sebelum tidur berwudhu dan bacalah surat-surat pendek Al-Ikhlas, An-nas, Al-falaq dan Ayat kursi sebanyak tiga kali. Selain itu perbanyaklah zikir. Jika merasa tidak tenang Ibu juga bisa meruqyah diri sendiri dengan bacaan yang mudah. Cukup membaca Al-fatihah sebanyak-banyaknya semampu Ibu dengan kusyu' maka insyaAllah akan diberi ketenangan dalam diri Ibu. Setelah ini Ibu akan saya mandikan dengan daun bidara yang akan saya bacakan doa ya, Bu?" ujar ustadz Fahri.


"Baik, Pak Ustadz!"


Bunda duduk disebuah bangku dengan masih lengkap memakai baju muslim dan memakai hijab. Setelah itu di diguyur dengan air yang sudah dibacakan doa oleh ustadz Fahri dan diberi campuran daun bidara yang dihaluskan. Bunda merasa badannya terasa ringan seolah beban dalam dirinya ikut hanyut oleh air yang mengalir ke bawah. Setelah itu bunda berganti baju kembali dengan dibantu Citra.


Usai sudah ruqyah yang dilakukan oleh ustadz Fahri. Setelah itu mereka semua kembali pulang ke kediaman Pak Budi.


Usai berkemas mereka berpamitan pulang kepada keluarga Pak Budi. Kebetulan mobil Bima juga sudah diperbaiki. Mereka bertiga pun pulang kembali.


"Pak, terima kasih banyak atas bantuannya. Kami permisi untuk pulang!" ucap Bima berpamitan.


"Sama-sama, Nak. Semoga Bu Ratih segera pulih!" tutur Pak Budi dan istrinya mengantar kepulangan mereka.

__ADS_1


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil untuk kembali pulang.


......................


Di pondok pengobatan ustadz Fahri.


Nurma menyusun kotak makan untuk pasien yang mondok ke atas nampan. Dibantu oleh asistennya ia menuju pondokan.


"Mang, ini tolong lanjutkan ya! saya mau menengok keponakan saya terlebih dahulu!" ujar Nurma.


"Baik, Bu!"


Bu Nurma membawa satu kotak makan untuk keponakannya.


"Masuk!" sahutan dari dalam.


Ceklek!


"Ini, Tante bawakan makananmu, ayo dimakan selagi hangat!" ujar Nurma.

__ADS_1


"Terima kasih Tante," jawab pemuda itu.


Andra yang awalnya bersandar pada sandaran tempat tidur, lalu beranjak membetulkan duduknya.


Andra mulai membuka kotak makan itu dan mulai berdoa sebelum menyantap makanannya.


"Andra, kenapa kamu tidak mau menemui Citra?" tanya bu Nurma membuka obrolan.


"Aku belum siap untuk bertemu dengannya, Tante. Aku ingin bertemu dengannya ketika aku sudah pulih. Aku juga ingin fokus untuk memperbaiki diri terlebih dahulu Tante. Banyak yang harus aku pelajari di sini," jawab Andra.


"Semangat Andra, Tante akan selalu mendukungmu! kamu harus segera sembuh Andra, masa depanmu masih panjang. Mamamu juga membutuhkanmu. Kelak kamulah yang akan menjadi tulang punggung keluarga untuk mengurus usaha papamu!" ujar Nurma.


"Iya, Tante. Terima kasih atas bantuannya selama ini!" ujar Andra.


"Habiskan makananmu, Tante balik ke rumah dulu ya, Andra?" ujar Nurma seraya bangkit dari duduknya.


"Baik, Tante!"


Di sela-sela makan Andra kembali mengingat saat tadi siang melihat Citra di pondok pengobatan. Setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya ia dapat melihat Citra kembali.

__ADS_1


Terakhir kalinya adalah di saat ia koma. Ia seolah keluar dari jasadnya. Ia melihat jasadnya yang terbaring di atas brangkar rumah sakit sedangkan Citra melantunkan doa-doa untuknya.


..._______Ney-nna_______...


__ADS_2