Cinta Di Alam Mimpi

Cinta Di Alam Mimpi
Bab. 36


__ADS_3

"Tante, habis ngapain di kamar bunda?" tanya Citra dengan terkejut saat mendapati Mila keluar dari kamar orang tuanya.


"Em ... itu--." Perkataan Mila terpotong saat ayah tiba-tiba muncul dari pintu kamar yang sebelumnya ditempati oleh Mila. "Cit, udah pulang ya? pantas saja berisik sekali ayah pikir ada apa!" ujar Ayah.


"Ayah, sebenarnya ini ada apa? kenapa Tante Mila keluar dari kamar Ayah sedangkan Ayah keluar dari kamar itu?" ujar Citra seraya menunjuk ke arah kamar Mila sebelumnya.


"Oh, ini kita bertukar tempat tidur. Mila kan sedang hamil, sehingga lebih sering ke kamar mandi. Sedangkan di kamar ini kan tidak ada kamar mandinya, sementara biar Mila menempati kamar Ayah saja yang sudah ada kamar mandinya di dalam."


"Lagi pula kan Bunda sama Ayah jarang-jarang di rumah. Kasihan kalau Mila harus bolak-balik ke luar kamar, apa lagi kalau malam hari," tutur ayah panjang lebar.


"Bunda mana?" tanya Citra mencari-cari keberadaan bundanya. Dia ingin memastikan jika bundanya baik-baik saja.


"Ada apa, Cit?" bunda muncul dari arah dapur.


Citra segera mendekat dan menghambur ke arah bundanya. "Bunda lagi ngapain?"


"Bunda habis ambil minum, kenapa, Sayang?" Bunda terlihat baik-baik saja dan sepertinya tidak keberatan dengan pertukaran kamar.


Apa aku terlalu jauh berprasangka buruk kepada Ayah dan Tante Mila, ya! gumam Citra di dalam hati.


"Em, nggak apa-apa, Bun. Citra ganti baju dulu, Bun!" ujar Citra beralasan. Dia mencoba memungkiri rasa kekhawatirannya dan memilih untuk tidak menceritakan hal itu kepada bundanya.

__ADS_1


Citra kemudian beranjak masuk ke dalam kamarnya. Dia merasa sangat letih dan sangat mengantuk. Usai berganti baju Citra duduk di tepian kasur seraya merapikan kamar tidurnya. Rupanya dia masih menemukan foto Andra kecil yang sempat ditemukannya di gudang.


Citra merebahkan diri seraya memandangi foto Andra kecil. Dia kembali terbayang tentang Andra. Dia merasa resah dan bersalah karena Andra kecelakaan di depan rumahnya dan kini masih terbaring koma.


Ya Allah, hamba mohon sembuhkanlah, Andra! gumam Citra di dalam hati.


Citra kemudian menaruh kembali foto itu ke bawah bantal, setelahnya dia beranjak untuk tidur.


......................


Tiba-tiba Citra merasa berada di ruangan yang gelap gulita. Dari kejauhan nampak ada sorot cahaya. Citra berjalan perlahan untuk mendekati ke arah cahaya itu berada.


Sesampainya di ujung lorong Citra seperti melihat Andra. Andra tengah dibawa masuk ke dalam lorong itu dan tengah dituntun oleh seseorang yang tinggi besar dan gagah ke sana.


Orang itu terlihat garang dan susah didekati. Citra takut Andra akan dicelakai oleh orang itu. Citra dengan cepat berlari ke arah Andra dan menarik lengan tangannya. Namun, Andra mengelaknya.


"Tidaka apa-apa, Cit. Aku hanya diajak mereka jalan-jalan. Kamu mau ikut?" tawarnya.


"Enggak-enggak! aku nggak mau!" seru Citra sembari mengelak.


"Citra ... Citra bangun, Sayang!"

__ADS_1


Sayup-sayup dia seperti mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.


Citra berlari menjauh dari tempat itu menuju ke ruang gelap diawal dia datang.


Bugh!


Citra terjerembab dan jatuh tidak sadarkan diri. Tiba-tiba saat dia membuka mata dia sudah kembali di tempat tidurnya.


"Citra, ayo bangun salat ashar dulu, Nak!" ujar bunda membangunkan putrinya.


Citra perlahan bangkit dari tidurnya dan beranjak duduk. Rupanya yang tadi itu adalah mimpinya.


"Padahal sudah bertemu Andra kenapa mimpinya seperti itu!" tutur Citra yang merasa habis mimpi buruk.


......................


Usai melaksanakan salat Citra keluar dari kamar dan menuju ruang tengah. Rupanya bunda dan ayah sudah bersiap-siap untuk kembali ke Surabaya. Dengan berat hati Citra melepas kedua orang tuanya pergi.


Kini tinggallah Citra dan Mila saja di rumah.


...______Ney-nna______...

__ADS_1


__ADS_2