
Citra menatap heran pada punggung Mila yang semakin menjauh. Dia berlalu begitu saja usai mengatakan hal yang aneh bagi Citra.
Apa maksudnya untuk mengabaikan? justru Tante Mila yang semakin aneh! gumam Citra di dalam hati.
Citra kembali masuk ke dalam kamarnya dan beranjak untuk tidur. Entah mengapa malam itu dia merasa susah tidur meski tidak ada yang mengganggunya. Hingga larut malam akhirnya dia baru bisa tidur.
......................
Tiba-tiba seluruh ruangan nampak gelap gulita. Citra beranjak bangun meraba-raba pada atas nakas untuk mencari keberadaan handphonenya.
Cletak!
Terdengar suara benda jatuh setelah jarinya menyenggol benda yang diduga handphonenya.
"Ish ... kok malah jatuh, sih!" gumam Citra kemudian berjongkok meraba ke bawah mencari keberadaan handphonenya yang jatuh.
"Arghh!" pekik Citra saat tiba-tiba ada sebuah tangan kecil yang mencekal pergelangan tangannya.
"Kakak, ayo sembunyi!" ucap sebuah suara dari kegelapan di dalam kamarnya.
"Se-sembunyi dari si-siapa?" tanya Citra terbata-bata.
"Di luar ada yang jahat! ayo cepat sembunyi!" ucap sosok yang tidak terlihat itu lagi.
Tubuh Citra seketika gemetaran merasakan dinginnya sebuah jari-jari kecil memegang tangannya. Meski tak dipungkiri dia merasa takut, namun dia merasa penasaran dengan sosok yang tengah berbicara dengannya itu.
Kamarnya yang gelap membuat dia tidak bisa melihat apa pun, meski begitu dia bisa merasakan ada sosok lain berada di bawah kolong tempat tidurnya.
Ingin rasanya beranjak dari tempatnya saat itu, namun tubuhnya terasa berat untuk digerakkan. Badannya seolah mematung dan tenggorokannya tercekat.
Brakk brakk brakk!
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang menggedor pintu kamarnya dengan keras. Citra seketika terperanjat saking kagetnya.
"Tuh kan, itu pasti dia, Kak. Ayo sembunyi!" ujar suara anak kecil itu lagi.
Citra semakin bingung dan menjadi panik atas kebisingan yang terjadi. Ia merasakan cengkraman tangan sosok yang tidak terlihat itu semakin kuat dan gebrakan di pintu pun semakin nyaring terdengar.
"Arrghh ... pergi-i! pergi semua!" Citra menghempaskan cengkraman ditangannya dan berteriak sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba Citra tersadar dan membuka mata. Ia terduduk di atas tempat tidurnya dengan peluh yang membasahi tubuhnya. Saat itu juga ia tersadar bahwa barusan hanyalah mimpinya saja.
Tok tok tok!
"Citra ... ada apa, Cit? ada sesuatu yang terjadi?" seru Mila dari balik pintu.
Citra segera beranjak dari tidurnya dan hendak membuka pintu.
Cklek!
"Citra ..., Tante barusan dengar kamu berteriak, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mila penuh perhatian.
"Em, Citra baik-baik saja, Tante. Barusan Citra hanya mimpi saja," tuturnya seraya tersenyum kikuk.
"Oh, hanya mimpi. Ya sudah kalau begitu cepatlah mandi, kamu harus sekolah 'kan?" tutur Mila.
"Mandi? memangnya ini jam berapa, Tan?" pekik Citra seraya berpaling melihat pada jam di dinding. "Astaghfirullah ... udah jam lima. Aku bangun kesiangan!"
Citra bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya.
Mila tersenyum melihat tingkah polah Citra. "Citra, Tante sudah siapkan sarapan, jangan lupa di makan! ya sudah Tante mau jalan-jalan keliling kompleks dulu ya, Cit!" seru Mila di ambang pintu. Citra lalu beranjak pergi masuk ke dalam kamar mandinya.
Citra bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim. Usai melaksanakan salat Citra lalu mandi, setelahnya ia bersiap untuk dengan seragam sekolahnya.
__ADS_1
......................
Tiba di sekolah, Citra segera masuk ke kelasnya. Entah mengapa sesampainya di sekolah dia merasa tidak nyaman. Pikirannya resah dan terus memikirkan Andra. Hingga pada jam pelajaran berlangsung Citra seringkali menengok pada jam di dinding.
Citra berharap kegiatan belajar di sekolah segera usai. Akhirnya disepanjang kegiatan belajar mengajar ia kurang fokus dalam menerima pelajaran.
Tet tet tet.
Tiba-tiba terdengar bel sekolah pun berbunyi. Hal itu menandai jika
kegiatan belajar mengajar di sekolah telah berakhir. Citra bergegas membereskan buku-bukunya dan bersiap untuk pulang.
"Lo mau ke rumah sakit, Cit?" tanya Amel.
"Iya, Mel. Udah dua hari gue nggak jenguk Andra. Hari ini gue kepikiran terus pengen buru-buru jenguk dia di rumah sakit. Gue takut terjadi sesuatu pada Andra, Mel!" tutur Citra penuh kekhawatiran.
"Tenang, Cit. Andra pasti baik-baik saja. Mau gue temenin, nggak?" tanya Amel seraya memegang bahu Citra.
"Beneran, Mel? Boleh dong, emang kamu tuh temen aku yang paling ... baik!" turur Citra.
"Tentu, ayo!" Amel menggamit lengan tangan Citra untuk mengikutinya pergi.
......................
Sesampainya di rumah sakit Citra segera menuju ke kamar Andra. Namun, di saat sampai di depan ruang kamar tempat Andra dirawat tidak ada siapapun yang berjaga.
Citra segera bergegas menuju ke ruangan tempat Andra dirawat.
Citra membulatkan mata tatkala melihat kamar itu kosong dan sudah dirapikan kembali.
"Astaghfirullah, di mana Andra?"
__ADS_1
...______Ney-nna______...