Cinta Diktator

Cinta Diktator
Penasaran.


__ADS_3

Mobil yang Selim dan aku kendarai berhenti di parkiran restoran korea.


Aku dan Selim pun masuk ke restoran tersebut.


Selim pun memanggil waitress untuk memesan makanan.


"Mbak aku pesen bibimbap sama lemon tea, kamu mau makan apa Dilara",Selim pun bertanya padaku.


"Aku tteokbokki, dakbal sama lemon tea",aku pun menyebutkan pesanan ku.


"Dilara, kamu pesen makanan pedes semua??",Selim memastikan pesenan ku.


"Ya aku suka makanan pedes",aku memberi alasan.


"Enggak jangan, sekarang sudah malam jangan makan yang pedes pedes ",Selim menasehati ku.


"Mba dakbal nya di ganti aja sama kimbab, yang lain nya oke",Selimu merevisi pesanan nya.


Waitress pun pergi untuk menyiapkan makanan nya.


"Aku ke toilet dulu sebentar ya Selim",aku pun pergi ke toilet meninggalkan Selim.


Saat aku berada di toilet telpon ku berbunyi.


10 menit kemudian aku pun kembali dari toilet, dan ku lihat pesanan ku sudah datang, sudah tersaji di meja.

__ADS_1


"Dilara, tadi telpon mu bunyi",Selim berkata sambil bersiap melahap bibimbap.


Ternyata telpon ku berdering lagi, dan aku pun langsung menjawab panggilan nya.


"Halo, eh ko di matikan sih telpon nya",aku kesal di telpon orang gk jelas.


"Siapa yang telpon Dilara??",Selim bertanya padaku.


"Gak tahu, gak ada suara, malah langsung di matikan panggilan nya",aku mencoba menjelaskan.


Disaat aku mau menyantap tteokbokki, ada sms masuk ke hp ku, dan ku langsung cek sms tersebut.


Setelah ku cek sms tersebut, ternyata dikirim dari nomor yang sama dengan yang menghubungi ku.


Dan isi sms nya mengejutkan ku.


"Mungkinkah ini sms dari Dafa, dan Dafa ganti nomor",Aku mencoba menebak siapa orang ini.


"Dilara jangan main hp saat makan!!!, apa itu sms penting??, dari mantan mu??",Selim berbicara seenaknya.


" Ya aku juga berpikir seperti itu, mungkin ini sms dari Dafa, tapi nomor nya baru",aku pun memasukkan hp ku ke dalam tas.


"Apa aku boleh tahu isi sms nya??",Selim penasaran.


"Isi sms nya cuman bertanya aku lagi dimana, dan dia menunggu ku di apartemen, sudahlah jangan dipikirin",aku pun mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Habiskan makanan nya, nanti aku antar kamu sampe depan unit mu",perintah Selim pada ku.


Aku dan Selim pun telah selesai makan, setelah membayar tagihan kita pun pulang.


Di dalam mobil di perjalanan pulang.


Hp ku berbunyi, aku mendapat sms lagi.


Aku merindukanmu, sudah tidak sabar akan segera bertemu dengan mu.


"Selim, aku dapat sms dari nomor tadi lagi, isi sms nya dia gk sabar akan segera bertemu dengan ku",aku mencoba menjelaskan isi sms itu.


"Coba kamu telpon saja",Selim memberiku saran.


Aku pun menuruti Selim dan mencoba menghubungi nomor tersebut.


"Di reject, dia mereject panggilanku",aku mulai penasaran.


"Aku coba menghubungi Dafa",aku terpikir untuk menghubungi mantan ku.


"Halo Dafa, kamu lagi dimana sekarang??, apa kamu menghubungi ku dengar nomor baru??",aku mulai mengintrogasi Dafa.


"Aku sekarang lagi jaga malam di RS, aku gk punya nomor baru", Dafa berkata.


"Oh ya sudah, maaf aku menganggu kamu sedang kerja",aku merasa malu terhadap Dafa.

__ADS_1


Selim mendengar percakapan ku di telpon dengan Dafa, Selim tahu sekarang aku sedang panik.


"Tenang saja Dilara, kamu akan baik baik saja",Selim menghiburku.


__ADS_2