
Di parkiran Apartemen Altuera.
Selim melihat Dikra pergi dari apartemen.
Tidak berpikir panjang lagi, Selim mengambil ponselnya yang ada disampingnya, dan menghubungiku.
"Halo Dilara, apakah kamu mengabaikan perkataanku? Kalau sekarang kamu itu pacarku," ucapnya.
"Itu artinya kamu enggak boleh deket dengan laki-laki lain tanpa seizinku! kamu mengertikan Dilara!" anjurnya.
"Laki-laki lain siapa maksud kamu? Dia itu temsn kantorku," jelasku.
"Kamu tadi sepertinya antusias sekali saat melihat dia, sampai tak menghiraukanku," protesnya.
"Aku merasa tak menghiraukanmu, Pertemuan kita untuk hari ini sudah cukup, terimakasih sudah mengantarku sampai sini," tuturku.
"Kamu benar Dilara, aku hanya mengantarmu," ucapnya, Karena kesal Selim mengakhiri panggilannya.
Selim menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan parkiran apartemen.
Pagi hari di rumah Selim
Selim sedang bersiap untuk pergi bekerja.
Saat ini Selim tinggal sendiri, hanya di temani satu asisten rumah tangga dan sopir.
Untuk mengurangi rasa bersalah telah meninggalkan anaknya ayah Selim, Ruslan memberikan rumah baru dan modal usaha setelah Selim lulus kuliah 5 tahun yang lalu.
Semenjak itu Selim tinggal sendiri dan membuka usaha retail supermarket.
Supermarket yang Selim kelola cukup maju dan ramai karna terletak di pusat kota.
Pagi ini Selim berniat sarapan di tempatku, karena dia enggak terima kemarin aku deket dengan laki-laki lain.
__ADS_1
"Mbak aku hari ini sarapan di luar, aku berangkat nyetir sendiri," ujarnya, Selim berpamitan pada asisten di rumah tangganya.
Selim menyalakan mesin mobilnya pergi menuju apartemenku.
Sesampainya di lantai 6 unit no 4, Selim membunyikan bel.
Segeraku buka pintu setelah terdengar suara bel unitku berbunyi.
"Bolehkah aku sarapan disini!" ujarnya, Selim menerobos masuk.
Begitu dia duduk di meja makan, dia memakan roti tawar yang sudah di olesi selai di atas meja.
Aku merasa terkejut kenapa Selim sarapan di tempatku.
"Kenapa sarapanku kamu makan?" tanyaku, Aku tidak mengundangmu untuk sarapan disini," ujarku.
Aku kesal roti selai strawberiku di makan olehnya.
"Aku enggak terima kamu deket sama laki-laki lain,
Aku enggak terima semalam kamu mengusirku dan kamu lebih memilih untuk mengizinkan laki-laki itu masuk," tuturnya
"Aku kan sudah bilang kalau dia itu cuman teman kantorku, kenapa dibahas lagi?" tanyaku.
"Mulai sekarang kalau aku tahu ada laki-laki yang datang kesini, ke tempatmu aku juga akan datang ke tempatmu keesokan hari nya," ujarnya, dia tersenyum sinis.
Kesal mendengar perkataan Selim aku buru-buru menghabiskan sarapanku dan berniat bergegas pergi ke tempat kerja.
Aku pakai sepatuku, aku ambil tas, mantel dan pergi dengan setengah berlari.
Selim melihat aku mulai bergegas, dengan refleks dia pun mengikuti dari belakang.
"Dilara tunggu ini baru jam tujuh kurang 10 menit, biar aku antar kamu ke tempat kerja," ujarnya, dia berjalan mengimbangiku.
__ADS_1
"Enggak usah, aku bisa berangkat sendiri," tolakku, Aku terus berjakan tak menoleh sedikitpun.
Sesampainya di halaman apartemen aku melihat ada busway di halte, dan langsung pergi untuk menaikinya.
"Akhirnya aku bebas darinya," gumamku,
Aku bernapas lega duduk di kursi di samping pintu busway.
Saat busway yang aku tumpangi akan melaju ponselku berbunyi.
"Halo Dilara, peraturanku berlaku saat kamu mengabaikan satu keinginanku, aku memiliki satu keinginan lain terhadap mu," ujarnya, dia tak mau kalah.
"Apa maksudmu? Peraturan apa?" bentakku.
"Kenapa kamu enggak berangkat bareng samaku?, Malah kabur,
Aku ke tempat kamu bukan hanya untuk minta sarapan," protesnya.
"Aku buru-buru, aku harus segera sampai di kantor dan aku enggak mau merepotkan kamu," ujarku.
"Nanti siang aku ingin makan siang denganmu," ucapnya.
"Boleh saja, kalau kamu bisa tahu dimana aku bekerja,
tapi jam istirahatku pendek mungkin waktunya enggak akan cukup, kalau harus makan siang diluar," ungkapku.
"Kita makan siang di tempat makan yang dekat kantormu saja," sarannya.
"Kamu juga harus mencari alamat kantor tempat kerjaku terlebih dahulu dan aku enggak mau ngasih tahu kamu dimana aku kerja," tuturku.
"Mencari informasi tempat kamu bekerja bukan hal yang sulit, bersiaplah makan siang denganku," ujarnya,
Dia mengakhiri panggilannya.
__ADS_1