Cinta Diktator

Cinta Diktator
Kerja di luar kantor.


__ADS_3

Ketika mobil yang di kendarai Selim berhenti di depan kantor ku, aku langsung turun dan buru-buru masuk ke kantor tempat ku bekerja.


"Selim terima kasih udah nganterin aku sampai kantor",aku pergi meninggalkan Selim.


"Nanti pulang kerja, aku jemput kamu",Selim setengah berteriak.


Dan benar saja aku sampai di kantor mepet banget jam 07:50.


Hari ini ada kegiatan promosi asuransi ke perusahaan lain dari mulai jam 10:00 sampai jam makan siang.


Itu artinya selama kurang lebih 2 jam aku kerja di luar kantor, berinteraksi dengan orang baru dan itu sangat menyulitkan ku.


Aku mengerjakan beberapa bahan untuk promosi asuransi hari ini.


Saat aku sedang bingung membuat kesimpulan promosi Dikra datang ke meja ku.


"Dilara nanti berangkat ke Pt Nusa Pratama bareng aku saja ya",Dikra datang ke meja ku.


"Gak usah, biar aku bareng tim yang lain saja",aku menolak.


"Banyak peralatan yang akan kamu bawa untuk promosi kan, takut nya kalau kamu bareng semobil sama tim yang lain mobil nya penuh.Aku bawain peralatan nya sekarang ya Dilara",Selim memaksa.


"Oke deh kalau kamu maksa. Oh ya tunggu dulu, emang kamu juga akan pergi ke Pt Nusa pratama?",Aku bertanya.


"Ya aku di suruh atasan ku pak Anwar membantu tim pemasaran",Dikra menjelaskan.


"Sekarang sudah jam 09:30, aku siap-siap dulu ya",aku menyiapkan dokumen yang harus di bawa.


"Oke, aku tunggu kamu di loby depan ya Dilara",Dikra pergi ke parkiran dengan membawa beberapa peralatan promosi.


Aku, Dikra dan tim pemanasan sampai di Pt Nusa Pratama.


Kegiatan promosi di adakan di aula Pt Nusa Pratama dengan dihadiri kurang lebih 100 karyawan Pt Nusa Pratama.


Tema promosi kali ini Proteksi kesehatan dan keselamatan keluarga, materinya akan di bawakan langsung oleh CMO pak Daniel.


Saat sedang menyimak materi yang di sampaikan hp ku berdering, aku keluar dari ruangan untuk menerima panggilan masuk.


"Halo Dilara, nanti jadi ya aku jemput kamu pulang kerja",Selim berbicara di telpon.

__ADS_1


"Gak usah, kamu jangan jemput aku Selim, soal nya hari ini lagi ada promosi ke perusahaan lain, biasa nya pas pulang kerja diadakan makan bareng tim pemasaran di luar",aku memberi alasan.


"Kenapa gak bilang kalau kamu lagi kerja di luar kantor?,pergi bareng siapa kamu, Dilara?",Selim mulai ngegas.


"Tadi aku di ajak berangkat bareng sama Dikra naik mobil nya",aku mulai cemas, takut Selim memarahiku.


"Sudah ku tebak pasti kamu pergi bareng dia, gak bisa kah kamu menolak ajakan nya?",Selim naik pitam.


"Aku gak enak sama Dikra kalau menolak",aku yakin Selim tak terima alasanku.


"Dilara kamu lebih memikirkan perasaan nya, daripada perasaan pacar mu sendiri",Selim langsung mengakhiri panggilan nya, marah sejadi-jadinya.


Aku pun kembali ke ruangan aula.


"Akhirnya selesai juga promosi hari ini, saat pulang",aku tersenyum senang.


"Dilara, kamu kembali ke kantor bareng aku lagi kan?",Dikra mengajak pulang bersama.


"Oh gak usah Dik, biar aku pulang bareng-bareng aja sama yang lain",aku menolak karena teringat Selim yang memarahi ku.


"Kamu mau makan siang dimana Dilara?",Dikra berkata.


"Aku mau makan siang bareng yang lain juga di kantin kantor, Dikra aku pulang duluan ya",aku bergegas bergabung dengan tim pemasaran lainnya.


"Aku nanti pulang kerja gak ikut makan-makan ya ada urusan",aku mengumumkan pada tim pemasaran.


"Kenapa kamu gak ikut Dilara?",Ranti salah satu tim pemasaran berkata.


"Ada urusan dinner berdua bareng pacar mu ya Dilara?",Galuh salah satu dari tim pemasaran lainnya menggoda ku.


"Enggak, nanti habis makan siang aku harus mengumpulkan data evaluasi hasil promosi tadi kan, mungkin aku gak akan pulang tepat waktu",aku menjelaskan.


"Emang kamu punya pacar Dilara, aku gak pernah lihat kamu di anter atau di jemput pacarmu",Ranti meledekku.


"Ya bagus dong berarti Dilara gak suka pamer. Emang kamu Ranti baru pacaran sebulan saja udah di kenalin sama orang tua",Galuh balik meledek Ranti.


"Ya bagus dong, berarti aku ingin serius menjalin hubungan dengan pacarku",Galuh membela diri.


"Aku jadi penasaran Dilara, sebenar nya kamu sudah punya pacar belum sih?",Ranti bertanya.

__ADS_1


"Kasih tahu enggak ya",aku mengelak.


"Aku tahu siapa pacar kamu, pasti pacar kamu Dikra ya Dilara",Galuh mencoba menebak.


"Kok Dikra sih Galuh",aku kaget dengan tebakan Galuh.


"Tapi aku sering lihat lamu bareng Dikra, sepertinya Dikra suka sama kamu deh Dilara",Ratih bergosip.


"Berarti kalau Dilara gak ikut tim makan-makan kita gak lengkap dong",Galuh mengeluh.


"Maaf ya, mungkin untuk makan-makan berikutnya, aku bisa datang",aku mencoba menghibur tim pemasaran.


Akhirnya jam makan siang selesai dan kita semua kembali bekerja.


Begitu sibuk nya dengan laporan evaluasi yang ku kerjakan, sampai tak menyadari jam kerja sudah habis.


Aku pun pulang ke apartemen ku naik busway.


Ketika sedang di dalam busway Selim menelpon.


"Sekarang kamu lagi dimana Dilarang, apa kamu sudah pulang?",Selim bicara di balik telpon.


"Aku lagi di perjalanan pulang, naik busway",aku menjawab.


"Tadi aku nawarin buat jemput kamu di tolak, sekarang malah pulang sendiri naik busway",Selim kesal.


"Ya aku berubah pikiran",aku beralasan.


"Katanya kamu mau makan bareng teman kerja sepulang kantor",Selim emosi.


"Ya gak jadi, aku gak ikut",aku berkata.


"Kenapa kamu gak minta aku buat jemput kamu, malah naik busway",Selim protes.


"Gak hari ini aku capek banget ingin cepat nyampe rumah",aku menjelaskan.


"Bagaimana promosi nya hari ini apa lancar dan menyenangkan?",Selim bertanya.


"Alhamdulillah lancar. Tapi kalau menyenangkan seperti nya enggak, yang ada aku bete",aku menjelaskan.

__ADS_1


"Kenapa bete, harus nya menyenangkan dong kan seharian sama gebetan kamu",Selim menggodaku.


"Aku gak punya gebetan tuh, ya sudah ya Selim sebentar lagi aku sampai",aku meakhiri panggilan.


__ADS_2