Cinta Diktator

Cinta Diktator
Kepahitan yang tak pernah ku tahu.


__ADS_3

Selim baru tiba di rumah nya, dia langsung masuk ke ruang kerja pribadi nya yang terletak di depan ruang tv.


Ruangan kerja dan ruangan tv tidak memiliki sekat, hanya di pisahkan oleh lantai yang lebih tinggi dari ruangan lain nya.


Ruangan kerja tersebut tidak begitu luas, di ruangan tersebut ada sebuah meja eksekutif dari kayu, di atas meja di letak kan sebuah laptop, beberapa tanaman hidup dalam pot, beberapa bingkai foto, sebuah kursi ergonomis,dan ada puluhan buku yang tersusun rapi di sebuah rak di samping meja.


Selim marah membabi buta membanting barang yang ada di atas meja kerja nya dan begitu juga buku-buku yang ada di rak di samping meja kerja di acak-acak menjadi sasaran kemarahan nya.


Di saat itu pula bi Minah asisten rumah tangga Selim menghampiri nya.


"Astagfirullah aladzim Mas istigfar, kenapa Mas membanting semua barang",bi Minah mengingatkan Selim.


"Gak apa-apa bi, bibi jangan ikut campur",Selim membentak bi Minah.


Selimu pun pergi meninggal kan bi Minah menuju kamar nya di lantai dua rumah nya.


Saat bi Minah sedang membereskan kekacauan yang dilakukan Selim, terdengar suara bel rumah berbunyi.


Bi Minah pun lngsung bergegas membuka pintu.


"Bi, ini ada makanan dari mamah buat kak Selim dan bibi juga",Rosa adik Selim menyodorkan tiga kotak lunch box.


"Terima kasih mbak Rosa",bi Minah membawa lunch box di tangan nya.


"Kak Selim dimana bi?",Rosa bertanya.


"Mas Selim ada di atas di kamarnya",bi Minah menimpali.

__ADS_1


Saat Rosa dan bi Minah memasuki ruang tv, di situ Rosa kaget melihat apa yang dilihat nya.


"Astagfirullah aladzim, ini kenapa bi berantakan sekali",Rosa terkejut melihat ruangan kerja Selim berantakan.


"Semua langsung di banting dan di acak-acak saat mas Selim baru tiba di rumah",bi Minah menjelaskan.


"Memang Selim habis dari mana bi?",Rosa penasaran.


"Tadi pagi mas Selim bilang mau pergi ke tempat pacar nya",bi Minat berkata.


"Apa?, jadi kak Selim marah karena Dilara",Rosa tak percaya.


Pada saat itu juga Rosa menghubungi Dilara untuk menanyakan apa yang terjadi pada Selim.


"Halo Dilara, aku minta alamat kamu, tolong kirimkan sekarang juga",Rosa pun langsung mengakhiri panggilan nya.


Rosa pun sampai di apartemen Altuera lantai 6 no 4.


"Ting tong, ting tong",Rosa memencet bel.


"Rosa ayo masuk"aku membuka pintu dan mempersilahkan Rosa masuk.


Aku dan Rosa pun duduk berhadapan di ruang tamu unitku.


"Kamu mau minum apa Rosa? biar ku ambilkan",aku menawari Rosa minum.


"Gak usah, aku gak akan lama. Apa kamu mempermainkan kak Selim, Dilara?",Rosa to the point.

__ADS_1


"Gak, Selim cuman salah paham",aku menjelaskan.


"Aku tahu kalau perasaan mu untuk kak Selim itu gak tulus kan Dilara?",Rosa menuduhku.


"Kamu jangan asal bicara Rosa",aku kesal.


"Kamu jangan menyangkal nya, aku tahu sifat asli mu Dilara.Kak Selim yang malang, kenapa setiap orang yang sayang padanya semua nya palsu, rasa sayang nya gak tulus",Rosa terbawa perasaan.


"Aku gak seperti itu Rosa",aku membantah.


"Dilara lebih baik kamu jauhi kak Selim sekarang juga, bila hanya akan membuat trauma nya bertambah",Rosa memperingatkan ku.


"Aku gak ngerti maksud kamu Rosa",aku penasaran.


"Asal kamu tahu selama ini kak Selim trauma di tinggalkan oleh orang yang dia sayangi, yaitu mamah ku ibu kandung nya, dulu kak Selim jadi pelampiasan mamah",Rosa menjelaskan.


"Aku tak percaya, Selim gak pernah cerita tentang itu",aku curiga Rosa berbohong.


"Kalau gak percaya lihat saja di tangan kak Selim ada bekas luka dan bukan hanya itu tapi di bagian tubuh lain nya juga pasti ada bekas luka",Rosa emosional.


"Apa Selim dianiaya oleh ibunya?",aku terkejut.


"Ya lebih dari itu, bahkan mamah tak peduli saat kak Selim dianiaya sampai mau mati sakali pun",Rosa menjelaskan.


Aku hanya terdiam mendengar penjelasan terakhir Rosa.


"Aku harap kamu segera berbaikan dengan Selim, kalau tidak bisa melakukan nya, jauhi Selim sekarang juga",Rosa berbicara seraya pergi menuju pintu.

__ADS_1


Rosa pun pergi tanpa pamit meninggalkan unitku.


__ADS_2