
Aku dan Selim sampai di parkiran sebuah restoran.
"Dilara, aku langsung pulang, aku nganter kamu sampai sini saja ya",Selim berbicara sesaat setelah mematikan mesin mobil nya.
"Selim, kamu beneran gak nemenin aku makan bareng sama mamah mu?",aku gugup untuk menemui ibunya.
"Enggak, aku langsung pulang saja, nanti kalau kamu mau pulang telpon aku, biar aku jemput, oke Dilara",Selim mengingatkan.
"Oke",aku menunggu Selim pergi terlebih dahulu.
Aku masuk ke dalam restoran.
"Dilara disini",ibunya Selim, Karina melambai kan tangan padaku.
Aku pun menghampiri meja tante Karina dan duduk berhadapan dengan nya.
"Dilara gimana kabar kamu, baik?",tante Karin menyapaku.
"Dilara baik tante, kabar tante, Rossa dan Wita gimana, baik?",aku balik menyapa.
"Kabar tante baik, Rossa dan Wita juga baik-baik saja. Tante terakhir ketemu kamu itu , kalau gak salah waktu Wita ulang tahun",tante Karina menimpali.
"Ya tante, 2 minggu yang lalu",aku menjelaskan.
"Dilara tante sudah pesen makanan nya, gak apa-apa kan?"tante Karina bertanya.
Di atas meja sudah tersaji 2 porsi fettucini salmon, 2 porsi kimbab avocado, 2 porsi puding cokelat dan 2 gelas jus jeruk.
"Ya gak apa-apa tante",aku mengangguk mengiakan.
"Maksud tante ngajak kamu makan siang itu, tante ingin ngobrol masalah hubungan kamu sama Selim, Dilara benar kamu pacaran sama Selim?",tante karina mulai mengintrogasi.
"Ya benar tante, aku dan Selim pacaran",aku berbicara sambil menyantap makanan.
"Kamu kenal Selim dimana Dilara?",tante Karina bertanya.
"kita berdua ketemu di pesta ulang tahun nya Wita tante",aku menjelaskan.
"Berarti kenal nya belum lama, terus kamu sama Selim langsung jadian gitu?",tante Karina mulai penasaran.
"Ya bisa dibilang begitu tante",aku mengiakan.
"Kamu itu seangkatan sama Rosa kan, kalau gak salah kamu juga pernah jadi tutor belajar nya Wita juga kan Dilara",tante Karina mencoba mengingat.
__ADS_1
"Ya tante benar",aku menjawab singkat.
"Sekarang kamu kerja dimana Dilara?",tante Karina bertanya.
"Aku kerja di perusahaan asuransi tante",aku menimpali.
"Kamu beneran suka sama Selim kan Dilara? soal nya Selim itu beda dari yang, seperti nya kamu gak akan mudah memahami Selim",tante karina meragukan ku.
"Ya seperti yang tante bilang, Selim itu orang nya egois, emosian, suka memaksa, posesif tapi sepertinya Selim butuh orang seperti ku, jadi aku akan mencoba untuk salalu ada buat Selim",aku berkata jujur.
"Tante senang denger nya tapi semoga saja kamu gak berubah pikiran dan bisa konsisten dengan apa yang kamu katakan Dilara",tante Karina mengingatkan ku.
"Sebenarnya tante sudah menyiapkan calon untuk Selim dan mungkin kapan-kapan tante akan mencoba bertemukan mereka",tante Karina menjelaskan.
"Oh bagus dong, berarti tante juga memperhatikan masa depan Selim dan pasti pilihan orang tua itu yang terbaik",aku tersenyum.
"Selim itu kan sering gonta-ganti pasangan. Selim kalau pacaran sama seseorang itu gak pernah lama, paling lama 6 bulan",tante karina bercerita.
"Oh gitu ya tante",aku bingung harus jawab apa.
"Dulu juga Selim pernah pacaran tapi putus, alasan nya perempuan itu gak bener-bener suka sama Selim, dia manfaatin Selim doang",tante karina terus mengoceh.
"Aku merasa gak sanggup lagi dengerin tante Karina cerita, aku minta Selim jemputan sekarang saja deh",gerutuku dalam hati.
Aku ambil hp ku dari tas dan langsung memanggil Selim.
"Halo Selim jemput aku sekarang",aku pun langsung mengakhiri panggilan.
"Ya sudah Dialara, tante pulang duluan ya",tante Karina beranjak dari kursi nya.
"Aku anter tante sampai parkiran ya tante",aku mengajukan diri.
"Gak usah Dilara, kamu disini saja habiskan makanan nya, tante mau bayar dulu tagihan nya dan mau langsung pulang ya Dilara",tante Karina berpamitan.
Aku pun tetap duduk menghabiskan makanan nya sambil menunggu Selim datang.
Tak lama kemudian Selim pun datang ke restoran.
"Kamu sudah makan siang Selim?",aku bertanya.
""Sudah ayo langsung pulang saja",Selim bergegas pergi.
Di perjalanan pulang aku dan Selim mengobrol.
__ADS_1
"Apa yang kamu bicarakan sama mamah ku, Dilara?"Selim bertanya.
"Ngobrol biasa, nanya kabar",aku menimpali.
"Mamah ku gak nyuruh kita putus kan Dilara?",Selim gelisah.
"Enggak"aku menjawab singkat.
"Mamah ku pasti bilang kalau aku sering gonta-ganti cewek",Selim mengintrogasi ku.
"Jadi yang di katakan mamah kamu itu benar Selim",aku balik bertanya.
"Aku gak bermaksud seperti itu, mungkin aku mencintai orang yang salah dan waktu itu terlalu terburu-buru untuk mengungkap kan perasaanku",Selim mengklarifikasi.
"Apa kamu sekarang merasa tidak terburu-buru lagi mengungkapkan perasaan mu padaku Selim?",aku meyakinkan Selim.
"Kalau aku tidak secepat nya mengungkapkan perasaan ku padamu, aku bisa di dahului orang lain",Selim berkata.
"Kenapa kamu harus takut, ya kalau di dahului orang lain, berarti kita tidak berjodoh",aku menjelaskan.
"Aku yakin dengan apa yang kurasakan sekarang. Walaupun aku salah mencintai seseorang lagi, entah kenapa rasanya aku gak mau kehilangan orang yang saat ini ku cintai",Selim meyakinkan.
Aku hanya terdiam tak menimpali ucapan Selim.
Akhirnya aku dan Selim sampai di parkiran apartemen ku.
"Aku langsung pulang saja ya Dilara",Selim berkata dari balik mobil nya.
Aku pun turun dari mobil dan bergegas k loby apartemen.
"Mah, tadi Dilara bicara apa saja sama mamah?",Selim menelpon dengan posisi diri nya masih di parkiran.
"Dilara gak banyak bicara, intinya Dilara cuma bilang kalau dia itu orang yang kamu butuhkan dan Dilara juga akan selalu ada untuk kamu, Selim",tante Karina menjelaskan.
"Aku gak percaya Dilara bicara seperti itu, sudah dulu ya mah, Selim ada urusan",Selim mematikan telpon nya dan langsung pergi menuju unit apartemen Dilara.
Selim membunyikan bel unitku.
"Selim, kenapa kamu kesini bukan nya tadi sudah pulang?",aku berkata sembari membuka pintu.
Tanpa mengatakan apa pun Selim melingkar kan kedua tangan nya di pinggangku.
"Cup cup, Dilara apa kamu berbohong pada mamah ku?",Selim mencium ku dua kali tepat di atas bibir.
__ADS_1
"Selim apa yang kamu lakukan?, berbohong apa maksud mu, aku gak ngerti?",aku tak paham dengan ucapan Selim.