Cinta Diktator

Cinta Diktator
Sesuatu yang tak direncanakan.


__ADS_3

Ke esokan harinya di apartemen ku.


Saat aku sedang sarapan, hp ku berdering.


"Halo Dilara, apakah kamu baik baik saja??, apakah tidur mu nyenyak semalam??",Selim menelponku.


"Ya aku baik baik saja, aku sekarang sedang sarapan",aku menjelaskan.


"Aku sampai sekarang kepikiran terus, aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Sepertinya mulai sekarang kamu jangan pergi kemana-kemana sendirian Dilara",Selim memberi saran.


"Aku jarang kemana-mana kok aku di apartemen terus, aku keluar kalau mau kerja doang",aku mencoba tidak membuat Selim terus khawatir.


"Ya mulai saat ini biar aku jemput kamu saat kamu pulang kerja dan aku anterin kamu sampai depan pintu unitku",Selim menawarkan diri.


"Gak usah Selim, aku bisa jaga diri sendiri dan menurutku itu terlalu berlebihan",aku menolak.


"Itu jalan satu-satu nya agar kamu aman dan aku juga merasa tenang jika aku yang mengantarkan kamu langsung",Selim menjelaskan.


"Nanti aku pikir-pikir lagi deh Selim. Sudah dulu ya Selim, aku harus bersiap siap untuk berangkat kerja",aku matikan panggilan nya, melanjutkan sarapanku dan bergegas pergi bekerja.


Sesampai nya di kantor tempat ku bekerja.


Aku mengerjakan tugasku seperti biasa nya.


Saat aku sedang mengecek hasil survei pelanggan terhadap asuransi, telpon ku berdering.


"Halo Dilara, nanti makan siang kita makan bareng di luar ya, biar aku jemput",Selim berbicara di balik telpon.


"Aku gak bisa Selim",aku menimpali Selim.


"Sekarang dengan alasan apalagi kamu menolak ku Dilara",Selim tidak begitu saja menerima.


"Aku gak bisa Selim, karena kamu gak baut janji sebelum nya",Aku memberi alasan.


"Hahaha, apakah kamu seorang bos dan sangat sibuk Dilara??, sehingga harus buat janji temu dulu dengan mu",Selim terkekeh mengataiku.


"Kamu jangan maksa deh Selim",aku kesal.


"Aku ini pacar mu, tak harus membuat janji untuk makan dengan pacar sendiri",Selim merasa dirinya benar.


"Terserah pokok nya aku gak bisa, hari ini aku ingin makan di kantin kantor, males pergi keluar",aku pun langsung mematikan panggilan.


Ternyata atasan ku sedang memperhatikan dan menungguku selesai menelpon.

__ADS_1


"Dilara nanti siang temenin saya makan siang di luar",atasan ku Pak Daniel, berbicara setelah aku selesai menelpon.


"Siang ini, ok pak saya temenin bapak",aku menyetujui nya.


"Pacar saya membatalkan janji makan siang nya, padahal kemarin saya sudah reservasi tempat",pak Daniel menjelaskan alasan nya.


"Ok saya nanti tunggu di loby depan ya pak",aku menjelaskan.


Pak Daniel pun pergi melanjutkan pekerjaan nya.


Waktu makan siang pun tiba, aku pun langsung pergi ke loby depan setelah merapikan meja kerjaku.


Tak beberapa lama Pak Daniel pun datang dengan mobil nya.


Setelah aku masuk mobil, aku dan pak Daniel berangkat menuju restoran tujuan.


Setelah 20 menit berkendara akhirnya sampai di sebuah restoran internasional yang cukup di padati pengunjung.


Waitress pun datang untuk menanyakan makanan yang akan kita pesan.


"Dilara kamu mau makan apa??, pesan saja",pak Daniel menyuruh ku memesan.


"Aku pesan pasta bolognese pedas dan minuman bersoda",aku berkata pada waitress.


Sambil menunggu pesanan datang Aku dan pak Daniel pun mengobrol masalah pekerjaan.


"Pak apakah pacar bapak tahu aku makan siang sama bapak??",aku mencoba mengungkapkan kekhawatiran ku.


"Pacar saya tahu, bahkan dia sendiri yang menyarankan saya untuk mengajak kamu makan menggantikan nya",Pak Daniel menjelaskan.


"Oh syukur kalau begitu",aku pun merasa lega mendengar penjelasan pak Daniel.


Makanan yang kita berdua pun akhirnya datang, aku dan pak Daniel pun langsung menyantap makanan tersebut.


Kemudian ada seorang laki laki yang menghampiri meja kita dan menyapa pak Daniel.


"Pak Daniel bagaimana kabar bapak, baik??, sudah lama kita gak bertemu",laki laki itu langsung menyalami pak Daniel.


Ternyata laki laki itu Selim zayyn ibrahim.


"Pak Selim, kabar saya baik baik saja, silahkan duduk pak dan bergabunglah bersama",pak Daniel mempersilahkan Selim duduk.


"Pak perkenalkan ini sekertaris saya, Dilara",Pak Daniel memperkenalkan ku pada Selim.

__ADS_1


"Jadi Dilara sekertaris anda pak Daniel??",Selim berkata.


"Apa kalian sudah kenal??",pak Daniel heran melihat ekspresi Selim.


"Ya lebih dari kenal, karena Dilara itu pacar saya pak Daniel",Selim menjelaskan.


" Ternyata dunia itu sempit ya pak Selim",pak Daniel menimpali.


"Dilara hari ini kamu tepat, menolak ku makan siang bersama dan lebih memilih makan siang bareng dengan atasan kompeten mu",Selim menggodaku.


"Maaf pak Selim, saya gak ada maksud apa apa mengajak Dilara makan siang, hanya menggantikan Andien pacar saya yang gak bisa datang",pak Daniel merasa tidak enak pada Selim.


"Gak apa apa pak Daniel untuk kali ini, asalkan bapak gak menjadikan Dilara pacar bapak",Selim tersenyum bercanda.


Selim pun memesan makanan dan makan bersama aku dan pak Daniel.


"Saya gak menyangka Dilara, kamu bisa kenal pak Selim",pak Daniel berkata.


"Ya saya tidak sengaja bertemu Selim di pesta ulang tahun adik nya",aku bercerita.


"Kamu kenal dengan adik Selim. Kamu itu punya adik dua kan Selim?",pak Daniel bertanya.


"Ya pak. Dilara itu seangkatan sama adik saya yang pertama, Dilara juga kenal sama adik saya bahkan Dilara pernah jadi tutor belajar adik saya yang kedua",Selim menjelaskan.


"Wah hebat ya. Ternyata ada pepatah yang bilang kalau jodoh gak perlu dicari itu benar ya, buktinya Dilara datang sendiri padamu Selim",pak Daniel berkata.


"Tapi aku gak pernah lihat kamu sekali pun di rumah saat jadi tutor nya Wita",Selim heran.


"Aku juga gak pernah lihat kamu",aku menjawab.


"Aku juga jarang pulang ke rumah mamah sih, paling sebulan 2 kali",Selim menjelaskan.


"Padahal dari rumah pak Selim ke rumah mamah nya kan deket, kenapa jarang pulang?",pak Daniel penasaran.


"Karena pada saat Wita baru masuk kuliah, saat itu saya baru lulus S1 dan langsung memulai merintis usaha saya",Selim menjalaskan.


"Hebat ya pak Selim itu, barus lulus langsung merintis usaha sendiri dan sekarang usaha nya sukses. Saya harus mencontoh pak Selim nih",pak Daniel memuji Selim.


"Saya cita-cita nya ingin menikah muda, jadi saya berpikir gimana cara nya bisa mendapatkan modal untuk mewujudkan cita-cita saya tersebut. Tapi sekarang setelah modal nya ada, saya belum nikah-nikah juga",Selim tersipu.


"Ini kayak nya kode keras buat kamu deh Dilara",pak Daniel menggoda ku.


"Gak pak, belum tentu saya dan Selim berjodoh. Mungkin jodoh Selim perempuan lain di luar sana yang belum di pertemukan",aku tak pede.

__ADS_1


Di tengah tengah kami menyantap makanan pak Daniel bercerita kalau Selim adalah salah satu customer nya, karyawan supermarket yang Selim kelola memakai jasa asuransi dimana aku dan Pak Daniel bekerja sekarang.


__ADS_2