Cinta Diktator

Cinta Diktator
Tamu semalam.


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumah ibunya Selim.


"Dilara, kamu ikut aku ke rumah mamah ku dulu ya, gak apa apa kan??,"Selim meminta persetujuan.


"Oke, tapi aku tunggu di mobil saja ya Selim",aku mengajukan syarat.


"Oke, aku gak akan lama kok, maksimal 20 menit lah",Selim menyepakati.


Akhir nya aku dan Selim sampai di depan rumah ibu nya.


Rumah dua lantai berwarna dorgerblue dan putih dengan halaman yang luas.


Selim pun masuk ke dalam rumah ibunya.


Ternyata kedua orang tua Selim tengah duduk sofa ruang tamu bersama dengan kedua adik tirinya menyambut Selim.


"Assalamualaikum, mamah dan papah apa kabar?"Selim menyapa orang tuanya.


Telah tersaji beberapa makanan dan minuman di atas meja di ruang tamu tersebut.


"Waalaikumsalam salam",Karina ibunya Selim membalas salam.


"Sini duduk Selim di samping mamah",Karina berkata.


"Selim, kamu benar sekarang lagi pacaran sama Dilara??",Karina mulai bertanya.


"Ya mah benar",Selim menjawab singkat.


"Dilara yang senior nya Juwita saat kuliah itu Selim??",Karina menyakinkan.


"Ya Dilara yang itu",Selim mengiakan.


"Kamu gak boleh pacaran sama Dilara, kamu harus putus dengan nya",Karina berkata.


"Gak, Selim gak mau putus sama Dilara, Selim itu sudah gede gak mau di atur sama mamah, Selim kan selama ini gak nyusahin mamah, kenapa mamah ngelarang-larang Selim??",Selim kesal.

__ADS_1


"Maksud mamah baik, kamu itu beda dari orang lain, gak mungkin bisa pacaran sama perempuan seperti Dilara",Karina menjelaskan.


"Mah, mamah selalu bilang kalau Selim itu beda, emang apa beda nya Selim sama orang lain??",Selim bertanya pada Karina.


"Ya sifat kamu yang keras kepala, suka memaksa, egois, kasar, kamu yakin Dilara beneran suka sama kamu??",Karina berkata.


"Sudahlah mah, urusan Dilara itu urusan Selim, mamah diam saja",Selim mencoba tenang.


"Oke mamah akan diam, tapi nanti sabtu besok mamah mau ketemu Dilara",Karina gak mau kalah.


"Mau apa mamah ketemu Dilara, apa mamah mau minta Dilara putusin Selim??",Selim curiga pada Karina.


"Enggak, mamah cuman mau ngajak Dilara makan diluar dan ngobrol-ngobrol biasa, sudah itu saja",Karina menegaskan.


"Kenapa kakak harus pacaran sama Dilara sih, kaya gak ada cewek lain saja.Dilara itu cewek yang biasa-biasa saja gak ada yang spesial darinya",Rosa protes.


"Aku punyak banyak temen yang lebih cantik dari kak Dilara, Apa kakak mau aku kenalin sama temenku?",Wita ikut nimrung.


"Aku gak mencari wanita yang cantik ataupun yang spesial, aku mencari wanita yang tulus mencintaiku",Selim berkata.


"Untuk sampai saat ini aku masih yakin kalau Dilara itu tulus",Selim pede.


"Pacar kakak yang dulu juga sama, awal nya tulus itu karena belum ketahuan sifat aslinya",Rosa mengompori.


"Ya walaupun aku tahu kak Dilara itu orang nya baik, tapi di luar sana masih banyak orang yang lebih dari kak Dilara. Kalau di dunia Dilara tinggal satu-satu nya cewek yang tersisa, kak Selim baru boleh pacaran sama kak Dilara",Wita ikut mengompori.


"Aku cinta nya cuman sama Dilara",Selim tegas menjawab.


"Untuk sekarang terserah kamu, tapi mamah juga sudah punya calon yang kapan-kapan akan mamah kenalin sama kamu",mamah Selim kekeh.


Setelah merasa urusan dengan ibunya selesai Selim pun pulang untuk mengantarkan Dilara.


Di perjalanan ke apartemen Dilara.


"Sebentar banget temu kangen sama mamahnya",aku menggoda Selim.

__ADS_1


"Males kalau ngobrol sama mamah, makin lama ngobrol nya makin banyak yang diminta",Selim bicara dengan raut wajah kesal.


"Kita beli makan dulu ya Dilara, kamu mau makan apa??",Selim berkata di dalam mobil.


"Makan nasi goreng saja ya",aku mengatakan mau ku.


"Oke, tapi makan di tempat kamu saja ya, aku capek pengen cepet pulang",Selim menjelaskan.


Diperjalan aku dan Selim membeli dua porsi nasi goreng seafood untuk di makan di tempat ku.


"Akhirnya sampai juga di apartemen ku tercinta",aku membuka kan kunci apartemen dan masuk.


"Selim, kamu duduk dulu disana, aku mau ambil piring dan air untuk kita minum",aku menyuruh Selim menunggu di meja makan.


Aku dan Selim pun menyantap makan malam.


"Selim, kenapa makan nya gak semangat gitu sih, apa kamu gak suka makan nya??",aku bertanya.


"Sepertinya aku gak bisa pulang, aku capek banget, aku ingin tidur",Selim meninggalkan meja makan, dan pindah berbaring di sofa di ruang tamu.


"Gak bisa, Selim kamu harus pulang, kamu bisa kan suruh sopir jemput kamu kesini",aku menyarankan.


Selim memejamkan matanya, tak menghiraukan perkataan ku.


"Selim, kalau kamu gak pulang, kamu mau nginep gitu??,kamu mau tidur dimana??",aku mulai cemas.


"Ya disini, aku tidur di sofa ini",Selim berkata dengan mata terpejam.


"Kamu jangan bercanda Selim, cepetan bangun dan pulang ke rumah kamu",aku mengeraskan suaraku.


"Dilara aku mohon kali ini saja, aku tidur di tempat kamu, Kamu mau aku di jalan kecelakaan terus meninggal",Selim menakut nakutiku.


"Selim kok ngomong nya kaya gitu sih, ya sudah kamu boleh tidur disini kali ini, tapi cuci muka dan gosok gigi dulu sana",aku menyuruh Selim membersihkan kan diri.


"Aku ngantuk, tapi aku merasa gak tenang karena Selim tidur di tempatku. Tapi sepertinya Selim benar-benar kecapean",gerutu ku dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya aku tidur di tempat tidurku dan Selim tidur di sofa di ruang tamu.


__ADS_2