Cinta Diktator

Cinta Diktator
Lunch.


__ADS_3

Perjalanan menuju tempat kerja ku hari ini tidak tenang, mendengar apa yang dikata Selim tadi ditelpon.


Mungkin juga akan mengganggu konsentrasi ku saat bekerja.


Tapi aku teringat bahwa siang ini aku sudah janji akan traktir kak Dikra.


"Ok Dilara semangat, aku akhir nya punya alasan menolak makan siang dengan Selim",aku menyemangati diriku sendiri.


30 menit kemudian aku sampai di perusahaan tempat ku kerja.


Aku bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang asuransi.


Sudah hampir 4 tahun aku bekerja di perusahaan ini.


Aku sendiri bekerja sebagai sekertaris seorang CMO (Chief Marketing Officer).


Hari aku menjalani aktivitas di kantor seperti biasa nya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10:20, satu jam setengah lagi jam makan siang.


"Aku harus kasih tahu Selim kalau makan siang nya gk jadi bareng",aku pun bergegas chat Salim.


"Selim, maaf hari kita gak bisa makan siang bareng soal nya aku sudah ada janji",ku kirim pesan tersebut ke nomer Selim.


Tak lama kemudian telpon ku berdering.


"Selim kenapa dia nelpon ,pirasatku gk enak", aku pun panik.


"Halo Dilara, kamu sengaja kan, membatalkan makan siang untuk menghidariku",ucap Selim dengan ketus.


"Enggak, aku beneran lupa kalau kemarin itu aku sudah ada janji mau traktir temen ku makan siang",aku menjelaskan.


Selim menutup telpon nya tanpa mendengar penjelasan ku.

__ADS_1


"Hal apa lagi yang akan dilakukan Selim padaku, setelah aku membuat nya marah lagi",aku mencoba memikirkan sesuatu terburuk.


Ketika aku sedang mengerjakan pekerjaan ku, Dikra datang menagih hutang ku untuk traktir dia makan siang.


"Dilara kamu ingat kan mau traktir kakak??",ucap Dikra padaku.


"Tentu kak, aku ingat",aku pun segera mematikan laptopku dan pergi makan siang.


Aku dan kak Dikra pergi makan siang di warung soto ayam yang gak jauh dari kantor.


Hanya perlu 5 menit berjalan kaki untuk sampai ke warung tersebut.


Di jam makan siang seperti ini warung soto ayam selalu ramai pembeli, begitu pun sekarang banyak sekali pembeli.


Aku memesan 2 porsi soto ayam, nasi puti, dan 2 jus.


Karena kita sudah merasa lapar setelah pesasanan datang, aku dan kak Dikra pun langsung melahap makanan nya.


Setelah aku dan kak Dikra selesai makan, dan bayar tagihan nya, kita pun pulang.


"Dilara makasih ya sudah traktir aku"Dikra memulai percakapan.


"Ya sama sama. maaf ya kak, aku cuman bisa traktir soto ayam",aku pun basa basi.


"Akhirnya sampai juga di kantor",Dikra mengela napas.


Aku dan kak Dikra pun kembali ke meja masing masing dan mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.


"Akhirnya selesai juga kerjaan ku hari ini,"aku berteriak senang karena akan segera pulang.


Tidak lama kemudian jam pun menunjukkan tepat pukul 17:00, dan akupun segera pulang.


Ternyata di parkiran Selim sudah menunggu dan mencegatku.

__ADS_1


"Dilara masuk ke mobil ku, biar ku antar kamu pulang",Selim berkata seraya membuka kan pintu mobil nya untuk ku.


Dan aku pun masuk menuruti Selim.


Dan Selim pun mulai melajukan mobil nya.


"Dilara apa kamu merasa gk enak telah menolak ku makan siang, sehingga sekarang kamu menuruti ku??",Selim mencurigaiku.


"Enggak, Selim kenapa kamu gk kabarin aku kalau mau jemput ",aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Apa maksud mu aku harus minta izin dulu gitu Dilara??, seseorang yang akan menjemput pacar nya sendiri haruskah minta izin??",Selim pun tersenyum sinis mendengar perkataan ku.


"Ya kalau aku ada urusan, gk bisa pulang cepet",aku mencoba memberi alasan.


"Urusan jalan sama laki laki lain, itu maksud kamu Dilara??,yang harus izin itu kalau mau jalan sama laki laki atau perempuan,itu baru harus izin",Selim berkata dengan sedikit membentak ku.


"Apa sih kamu kok ngomong nya kesitu-situ. Lebih baik kamu turunin saja aku disini sekarang",aku marah.


"Enggak, aku sudah bela-belain jauh-jauh kesini buat jemput kamu",Selim tak menurutiku.


"Oh jadi kamu merasa terpaksa ngejemput aku. Aku juga gak minta buat kamu jemput. Aku bisa pulang sendiri",aku kesal.


"Bukan nya aku merasa terpaksa, tapi kamu yang gak ngehargain aku",Selim balik memarahiku.


"Apa sih yang bikin kamu semarah ini sama aku, sampai-sampai kamu menuduh ku yang enggak-enggak",aku berkata.


"Harus nya kamu lebih mendahulukan aku daripada temen kamu. Karena kalau ada sesuatu pasti aku sebagai pacar mu yang pertama kali akan membantu kamu, yang akan di susahkan sama kamu",Selim menasehatiku.


"Aku minta maaf kalau selama ini aku banyak menyusahkan mu, kedepan nya aku akan berusaha untuk tidak menyusahkan mu",aku merasa bersalah pada Selim.


"Enggak, aku gak bermaksud seperti itu. Dilara aku mohon jangan merusak mood ku lagi, mood ku sudah cukup rusak saat tadi siang kamu membatalkan makan siang dengan ku",Selim menjelaskan.


"Sifat asli Selim ternyata seperti ini, egois banget. Dia sangat marah karena hal yang menurutku sepele",hati kecilku berkata.

__ADS_1


Sebaiknya aku gak usah menanggapi lagi omongan Selim, karena pasti masalah nya akan panjang.


Setelah merasa puas berdebat aku dan Selim pun tak berbicara apapun lagi.


__ADS_2