Cinta Diktator

Cinta Diktator
Kebahagiaan Sesaat.


__ADS_3

Ting tong, ting tong.


Pintu unit ku berbunyi dan aku langsung membuka nya.


"Selim kamu beneran balik lagi".aku masuk ke dalam dan Selim mengekoriku.


"Aku kan sudah janji mau datang lagi, kamu tutup mata dulu, aku punya hadiah untukmu."Selim duduk di sofa di samping ku.


"Hadiah apa, aku kan gak ulang tahun."aku menjawab.


"Sudah tutup saja matamu sebentar."Selim berkata.


Selim mengambil sebuah kotak cincin dari saku celana nya.


"Sekarang buka matamu Dilara."Selim memberiku sebuah kotak cincin.


"Apa ini?"aku pun langsung membuka nya.


Selim memberikan sebuah cincin three stone ring berwarna perak dan langsung memakaikan nya di cari manisku.


"Apa kamu suka cincin nya Dilara?"Selim bertanya .


"Ya aku suka, aku suka sekali."aku memeluk Selim dan berterima kasih padanya.


"Aku ingin kamu pake terus cincinya, awas jangan sampai hilang."Selim mengingatkan.


"Kenapa emang kalau cincin nya hilang?"aku menggoda Selim.


"Aku akan menghukum kamu. Nanti habis shalat magrib kita makan di luar ya Dilara".Selim berkata.


"Besok siang saja ya Selim, malam ini aku capek ingin tidur cepat."aku menolak ajakan Selim.


"Besok siang aku gak bisa, ada janji."Selim menjelaskan.


Flashback on.


"Halo Selim, apa kabar. Aku kangen sama kamu, sudah lama kita gak ketemu ya."Selim di telpon seorang perempuan.


"Kabar ku baik."Selim menjawab singkat.


"Aku sekarang lagi di Jakarta bagaiman kalau besok siang kita lunch bareng.Selim kamu masih ingat aku kan?"perempuan itu bertanya.


"Ya aku masih ingat suaramu, kamu Yasmin kan?"Selim balik bertanya.


"Syukur deh kalau masih ingat suaraku, nanti siang kamu datang ya, aku tunggu di restoran biasa kita bertemu."Yasmin mengakhiri panggilan nya.


Flashback off.


"Kita makan malam di rumah saja, biar aku yang masak."aku memberi saran.

__ADS_1


"Oke."Selim menyetujui.


Aku pun memasak spagehtti bolognese, potato cheese stick dan chicken wing teriyaki.


Aku dan Selim menikmati makan malam nya.


"Padahal aku ingin ajak kamu makan malam romantis di luar."Selim berkata.


"Bagiku ini juga sudah cukup dan lebih romantis karena cuman ada kita berdua."aku menimpali.


"Aku malam ini nginep lagi disini ya Dilara."Selim berkata.


"Enggak, gak boleh.Kalau mamah ku tahu ada laki-laki yang nginep disini nanti dia marah."aku memberi alasan.


"Ya sudah sekarang juga, aku mau menemui mamah mu dan minta restu agar aku bisa jadi menantu nya."Selim menggodaku.


"Kamu jangan gila deh, mendingan sekarang kamu langsung pulang sudah malam, sudah selesai kan makan nya?"aku mengusir Selim.


"Kamu kebiasaan nyuruh aku pergi, kamu kayak yang risih kalau ada aku disini."Selim marah nyelonong pergi begitu saja.


"Halo Dilara, apa kamu gak kangen sama mamah?"ibu ku menghubungiku.


"Aku kangen banget sama mamah, aku kangen pelukan mamah."aku manja pada ibuku.


"Kalau kangen kenapa kamu gak pernah menemui mamah, kamu sudah punya pacar ya Dilara?"ibuku mengintrogasi.


"Besok mamah mau makan siang di luar sama temen mamah, besok kita makan siang bareng saja ya bertiga Dilara."ibuku memberi saran.


"Oke, mamah WA aja alamat nya."aku pun mengakhiri panggilan.


Ke esokan harinya aku pun memenuhi janji pada mamahku untuk makan siang di luar bersama dengan teman nya.


Saat kita sedang menikmati makan siang di sebuah lestoran seafood, mamah melihat teman dekat ku Alena sedang makan dengan seorang laki-laki tak jauh dari meja kita makan.


"Dilara bukan nya itu Alena, teman deket kamu waktu SMA ."mamah menunjuk ke seseorang yang sedang makan.


"Ya mah benar, seperti nya itu Alena."aku mengiakan.


"Laki-laki yang bersama Alena apa dia itu pacarnya, mereka mesra sekali."mamah melihat Alena duduk menempel pada laki-laki itu.


Aku pun mencoba melihat dengan lebih jelas siapa laki-laki itu.


"Selim. Aku gak salah lihat kan, Alena sedang makan bareng sama Selim, benar yang di katakan mamah mereka sangat mesra."gerutu dalam hati.


"Mah, tante aku pulang duluan ya."aku kesal melihat Selim dan berpamitan pulang.


"Kamu gak mampir dulu ke rumah mamah?"mamahku bertanya.


"Gak mah, aku langsung pulang saja."aku cepika-cepiki sama mamah ku dan pulang.

__ADS_1


Aku sampai di unitku.


Aku teringat saat ini aku memakai cincin yang di berikan Selim kemarin, aku langsung melepas cicin nya dari jariku dan ku lempar.


Saat ini rasanya aku ingin tidur sampai besok pagi dan melupakan yang kulihat tadi saat makan siang.


Ting tong, ting tong.


Aku terbangun karena mendengar bel unitku berbunyi, kalau aku sudah tertidur selama 4 jam lama nya.


Aku membuka kan pintu, ternyata Selim yang datang.


"Apa kamu baru bangun tidur Dilara?"Selim bertanya seraya masuk ke ruang tamu ku.


"Ya tadi aku ketiduran."aku pergi ke dapur untuk menghindari Selim.


"Kamu sedang apa Dilara, sibuk sendiri di dapur."Selim mendatangi ku ke dapur.


Saat aku sedang menuangkan air kegelas Selim menegurku.


"Dilara kok kamu gak pake cincin yang aku kasih? dimana cincin nya?."Selim marah.


"Cincin nya hilang, aku buang."aku santai menjawab.


"Apa kamu buang?"Selim terkejut.


"Ya sudah ku buang ke tempat tadi."aku cuek.


"Maksud kamu apa Dilara, membuang cincin nya."Selim kesal.


"Kenapa kamu gak terima aku buang cincin nya, ya udah gampang nanti besok biar aku ganti, biar aku beli lagi."aku menimpali.


"Ya allah kenapa gak ada orang yang tulus sama aku sih, Dilara kenapa kamu mempermain kan aku terus sih?"Selim memelas.


"Apa kamu ingin aku beli cincin nya sekarang juga?"aku mencoba menebak.


"Dilara apa cincin itu gak ada artinya buat kamu?"Selim kesal, mengigit ujung bibir nya.


"Sepertinya kamu memberikan cincin itu bukan pada orang yang tepat."aku menyalahkan Selim.


"Maksud kamu apa Dilara."Selim emosi.


"Apa kamu menanyakan cincin itu untuk di berikan pada orang lain."


"Omongan kamu kok jadi ngelantur kemana-mana sih Dilara, aku bertanya itu karena kamu gak pakai cincin nya."


"Terserah aku mau pake cincin nya atau enggak, mungkin aku gak mau pake lagi cincin nya."


"Ya sudah gak apa-apa, itu gak masalah buat aku. Aku pergi dulu sekarang sudah malam."Selim pergi dengan membawa kekecewaan.

__ADS_1


__ADS_2