
Ke esokan harinya di apartemen ku.
"Halo Selim, apa kamu sudah sarapan?, kalau belum kamu sarapan di tempat ku saja",aku menelpon Selim.
"Emang kamu bikin sarapan apa Dilara?", Selim bicara di balik telpon.
"Aku bikin pancake oetmeal, kamu suka kan Selim?",aku bertanya.
"Suka, ya sudah aku ke tempat mu
sekarang",Selim menutup panggilan nya.
Selim pun sampai di unitku dan masuk.
Seraya mengobrol aku dan Selim duduk di meja makan menikmati sarapan yang telah ku siapkan tadi.
"Hari aku males berangkat kerja soalnya ada promosi di luar kantor",aku bercerita.
"Ya sudah kamu izin saja gak usah masuk kerja",Selim memberi saran.
"Tetap saja, pasti nanti aku di telpon terus sama pak Daniel",aku kesal.
"Bukan nya kamu senang kalau kerja di luar kantor bisa seharian sama Dikra dan bisa makan bareng sama teman kantor mu?",Selim menuduhku.
"Enggak, waktu minggu kemarin juga aku nolak ikut makan bareng, aku langsung pulang",aku menjelaskan.
"Kamu ya Dilara kenapa gak bilang?, kamu seneng banget bila diantara kita salah paham",Selim kecewa.
"Aku takut kamu marah",aku ragu-ragu.
"Justru yang bikin aku marah dan diantara kita salah paham itu karena kamu yang selalu gak ngomong kalau ada apa-apa",Selim emosi.
"Sudahlah jangan di bahas lagi",aku mulai bete.
"Ya sudah kamu ikut aku saja ke kantor ku, biar aku yang mintain kamu izin ke pak Daniel",Selim memberi usul.
__ADS_1
"Gak mau, aku mau berangkat ke kantor ku saja",aku menolak.
"Oke terserah, tapi kamu makan siang nya barang aku saja dan pulang kerja nya gak usah ikut makan bareng sama lain",Selim menyetujui pilihan ku.
"Gak bisa, aku sudah janji mau ikut makan bareng di acara makan-makan kali ini",aku menjelaskan.
Setelah sarapan selesai Selim pun mengantar ke kantorku sebelum akhir nya Selim datang ke kantor nya untuk bekerja.
Promosi di perusahaan lain pun selesai dan aku kembali ke kantor dengan tim promosi lain nya.
Saat aku sedang bersiap pulang Dikra datang dan mengajak ku pulang.
Aku tak menolak ajakan Dikra karena aku merasa terlalu lelah setelah promosi tadi bila harus pulang naik busway.
Saat akhirnya aku dan Dikra sampai di lantai 4 no 6 di depan unitku ternyata di situ ada Selim sedang berdiri menungguku.
"Dilara tadi aku jemput ke kantor kamu, aku nanya ke security kata nya kamu sudah pulang sama seseorang, ternyata seseorang itu Dikra", Selim marah melihat Dikra mengantarku pulang.
"Aku minta maaf Selim, aku gak tahu kalau kamu mau jemput aku karena hp ku lowbet"aku ketakutan.
"Meski begitu apakah harus kamu pulang bareng sama Dikra?", Selim membentak ku.
"Plak, diam ya kamu laki-laki gak tahu diri, dasar kamu laki-laki ******** deketin terus pacar orang",Selim menampar Dikra.
"Apa pacar orang? Dilara gak pernah bilang kalau dia punya pacar padaku",Dikra kaget.
"Oh jadi seperti itu, selama ini gak ada yang tahu kalau kita pacaran Dilara?",Selim bertanya.
"Enggak, aku belum cerita",aku menimpali.
"Apa selama ini kamu gak menganggap aku pacar mu, apa hanya di depan ku saja kamu mengakui aku pacar mu Dilara?",Selim kecewa.
"Aku gak bermaksud seperti itu Selim, biar aku jelaskan semuanya",aku mencoba mengklarifikasi.
"Sudah gak perlu",Selim pun bergegas pergi meninggalkan aku dan Dikra.
__ADS_1
"Selim, kamu jangan menghancurkan barang-barang di rumah mu lagi karena marah padaku",aku berteriak mengingatkan Selim.
"Kamu tahu dari siapa aku menghancurkan barang di rumahku Dilara?",Selim bertanya.
"Emmm",aku diam takut salah bicara.
"Aku bebas melakukan yang aku mau, Kamu gak usah ngatur-ngatur aku, kamu bukan pacar ku kan Dilara?",Selim membalikkan perkataan ku.
"Kamu jangan melampiaskan kemarahan mu pada orang lain Selim",aku mengingatkan Selim.
Setelah mendengar perkataan ku, Selim menarik tanganku dan menekan password unitku, membawa ku masuk ke dalam.
"Cepat bilang padaku siapa yang ngasih tahu ke kamu semua itu Dilara",Selim memaksaku.
"Rosa yang bilang, Rosa kemarin kesini dan menceritakan semua nya"aku pasrah.
"Apa Rosa menceritakan semua nya?, apa Rosa bercerita kalau aku pernah di siksa oleh mamah ku, badan di pukuli, kepala di benturkan ke tembok, tangan ku di siram air panas, apa Rosa cerita itu juga Dilara?",Selim mengintogasiku.
"Ya, Rosa menceritakan semuanya",karena penjelasan Selim aku menjawab seraya meneteskan air mata.
"Oh jadi karena itu kamu kemarin minta maaf padaku, karena kamu menyesal dan kasian padaku Dilara?",Selim pun meneteskan air matanya.
"Enggak Selim, kamu jangan berpikir seperti itu",air mataku keluar semakin deras.
"Selama ini ternyata aku terlalu percaya diri, mana ada orang yang tulus sayang padaku",Selim menahan kesedihannya.
"Aku sayang sama kamu Selim, aku tulus sama kamu",aku menjelaskan.
"Kamu gak usah berbohong Dilara, dari awal aku sudah tahu kamu tidak sayang padaku, hanya saja aku egois, aku hanya mencoba menyangkal nya",Selim mencoba tegar.
"Selim aku gak bohong, kamu harus percaya padaku",aku menyakinkan Selim.
"Gak aku gak percaya, mulai sekarang kita putus, aku gak akan ganggu kamu lagi Dilara",Selim berkata.
"Gak aku gak mau putus, hubungan kita gak akan putus Selim",aku menolak.
__ADS_1
"Kamu benar Dilara hubungan kita gak putus karena dari awal diantara kita gak ada hubungan apapun, kamu tak pernah menanggapku pacarmu",Selim menghapus air matanya mencoba tegar.
Selim pun akhirnya pergi meninggal kan unitku.