
Masih di restoran tempat dimana aku, Selim dan pak Daniel makan siang.
"Dilara kok kamu mau sih pacaran sama Selim, dia kan playboy",pak Daniel tersenyum meledek Selim.
"Kenapa bapak baru kasih tahu aku sekarang pak?, sekarang saya harus bagaimana pak? sepertinya sekarang saya cuman di jadiin yang kedua deh sama Selim",aku ikut meledeki Selim juga.
"Pak Daniel sesama playboy harusnya bapak gak usah saling menjatuhkan",Selim menyerang balik pak Daniel.
"Pak Daniel juga playboy?, sepertinya kamu salah Selim, pak Daniel itu orang nya setia pacarnya cuman satu",aku gak setuju dengan apa yang dikatakan Selim.
"Oh kamu gitu ya Dilara, mentang-mentang pak Daniel itu atasan kamu jadi kamu lebih membelanya dari pada pacar kamu sendiri",Selim cemberut.
"Saya bercanda kok Dilara. Selim sekarang kayak nya sudah tobat semenjak pacaran sama kamu. Selim itu dulu jadi playboy sekarang sudah enggak",pak Daniel tersenyum.
"Apa bapak bisa jamin kalau Selim sekarang sudah gak playboy lagi?",aku ikut tersenyum.
"Ya saya yakin Selim pasti akan setia kalau perempuan yang dia cintai itu kamu Dilara. Selim pasti akan berpikir ribuan kali terlebih dahilu bila harus mengkhianati kamu",pak Daniel kali ini bicara serius.
"Aahh berarti seperti nya saya kali beruntung ya pak Daniel",aku meledek Selim.
"Ya sedikit. Menurut saya yang paling beruntung disini Selim, dia bisa mendapatkan perempuan secantik dan selembut kamu",pak Daniel memujiku.
"Pak Daniel, bapak jangan memuji Dilara di depan saya, yang ada saya salah paham sama bapak",Selim bercanda.
"Tapi kamu harus tahu Dilara, pujian yang saya katakan tadi itu tulus.Pak Selim, saya pergi duluan ya soal saya harus segera menjemput Andien",pak Daniel berpamitan.
"Oh ya gak apa apa pak Daniel duluan saja, biar saya yang anterin Dilara ke kantor",Selim berkata.
Setelah membayar semua tagihan makan aku, Selim dan dirinya pak Daniel pun pergi untuk menjemput pacarnya.
Tak lama kemudian aku dan Selim pun pergi untuk kembali ke kantor.
Di perjalanan aku dan Selim berbincang.
"Dilara kamu katanya malas makan di luar tapi diajak pak Daniel makan diluar kamu mau",Selim mulai mengungkap kan kekesalan nya.
"Kamu tahu sendiri kan pak Daniel itu atasan ku, aku harus profesional",aku mengeles.
"Profesional itu bukan alasan yang tepat, hanya demi menuruti perintah atasan mu",Selim menyerang ku balik.
"Kenapa kamu bilang kita pacaran pada pak Daniel??",aku mengalihkan pembicaraan.
"Sebenarnya apa mau mu Dilara??, jangan bilang kalau pak Daniel itu gebetan kamu Dilara",Selim menuduh ku.
__ADS_1
"Apa?? masa aku suka sama atasan ku sendiri??",aku menyanggah ucapan Selim.
"Gak ada yang melarang suka sama atasan sendiri, mau aku bantu sampaikan pada Daniel kalau kamu menyukainya, Dilara??",Selim meyakinkan ku.
"Kamu gak usah bercanda Selim, itu semua gk lucu",aku kesal.
"Selim apakah kamu serius suka sama aku??, mungkin kah seseorang bisa suka saat baru pertama kali bertemu??,"aku mengintrogasi Selim.
"Jadi selama ini kamu gak mau mengakui aku ini pacarmu, karena kamu gak yakin kalau aku benar benar suka sama kamu, Dilara",Selim menebak maksudku.
"Bukan kah istilah cinta pada pandangan pertama sudah tak asing lagi di telingamu Dilara??, ya itu juga yang mungkin terjadi padaku saat ini",Selim terus mendesak ku.
"Dilara gak seharusnya kamu menanyakan ketulusan perasaan ku, cukup kamu jujur dengan apa yang kamu rasakan sekarang",Selim memberiku saran.
Aku dan Selim pun sampai di depan kantor ku.
"Dilara nanti pulang nya aku jemput, kali ini jangan menolak lagi",Selim memaksaku.
Selim pun kembali ke kantor tempat nya bekerja.
Di kantor tempat Selim bekerja.
"Halo kak Selim, aku denger kata kak Rosa kakak pacaran sama kak Dilara",Juwita berbincang lewat telpon.
"Kak, Wita dan semua orang di ruamah gak akan setuju kalau kakak pacaran sama kak Dilara",Juwita merengek.
"Dari dulu kan emang mamah selalu menentang keinginan kakak",Selim menjelaskan.
"Terserah, pokok nya kakak harus putus sama kak Dilara",Juwita kesal mengakhiri panggilan nya.
Hari ini Selim berniat menjemput ku, Selim pulang lebih awal 15 menit dari biasanya.
Selim telah sampai di depan loby kantor ku.
Selagi menunggu ku keluar kantor, Selim membeli satu ice cream cornetto rasa strawbery.
Dari kejauhan Selim melihat ku dan melambaikan tanagan padaku.
Saat aku akan masuk mobil dua wanita paruh baya yang aku kenal menyapaku.
"Dilara siapa cowok itu? kamu gak akan ngenalin dia ke saya?",mba Sarah salah satu atasan ku menyapa.
"Aduh. Kenapa saya harus ketemu mba Sarah saat sedang bersama Selim sih",gerutuku dalam hati.
__ADS_1
"Oh ya mba, dia ini Selim pacar saya",aku mengenalkan Selim dengan malu-malu.
Selim hanya merespon ku dengan tersenyum.
"Sudah ya mba, aku duluan soalnya lagi buru-buru",aku pun mengakhiri percakapan ku dengan mba Sarah.
Aku masuk mobil dan Selim menyalakan mesin mobil nya kita pun pergi.
"Apa ini??",aku menunjuk sebuah kantong kresek kecil berwarna putih.
"Lihat saja sendiri",Selim tak memberitahuku.
"Ice cream rasa strawbery, kamu sengaja membelikan nya untuk ku, Selim??",aku meragukan Selim.
"Ya makanlah nanti keburu cair",Selim berkata.
Aku pun membuka nya dan mulai memakan nya.
"Mmmm enak banget, kamu mau Selim",aku menyodorkan ice cream ke arah mulut Selim.
Tapi ternyata ice cream nya menetes tepat di kemeja yang di kenakan Selim.
"Ya ampun Dilara gara gara kamu kemeja ku jadi kotor",Selim marah.
"Maaf aku kan gak sengaja melakukan nya Selim",aku cemberut.
Selim pun menepikan mobil nya.
Di saat Selim sedang mengomeliku, hp Selim berdering.
"Halo Selim, kamu lagi dimana sekarang??, ada yang mau mamah omongin sama kamu, jadi kamu ke rumah mamah sekarang, mamah tunggu",Karina ibunya Selim menelpon.
"ya mah, Selim ke rumah mamah sekarang juga",Selim langsung mengakhiri panggilan dari ibu nya.
"Aku harus ganti kemeja, soalnya aku harus ke rumah mamah ku dulu"Selim berkata padaku.
Selim pun membuka satu persatu kancing kemeja nya.
"Selim, apa yang kamu lakukan??, kenapa kamu membuka bajumu di mobil",aku terkejut melihat apa yang dilakukan Selim.
"Aku mau ganti baju, tutup aja mata mu, gak akan lama kok",Selim menjelaskan.
Selim selesai mengganti kemeja putih nya dengan kemeja berwarna navy dan kita pun kembali melanjutkan perjalan.
__ADS_1