Cinta Diktator

Cinta Diktator
Perasaan yang sama ku rasakan.


__ADS_3

Selim menjemputku sepulang kerja.


Aku dan Selim pun sampai di apartemen ku.


Di ruang tv dalam unit ku.


"Dilara nanti lusa temenin aku datang ke resepsi pernikahan temen ku ya",Selim berkata.


"Lusa?,berarti malam sabtu, aku gak mau males",Aku menolak.


"Dilara, kamu kan pacar ku, masa aku harus datang ke resepsi nya sama mantan ku",Selim menyeringai.


"Ya sudah gak apa-apa, ajak saja mantan kamu datang ke resepsinya, yang nikah juga salah satu mantan kamu kan?",aku kesal.


"Oke kalau kamu mengizinkan aku datang ke resepsi nya sama mantan ku",Selim mengujiku.


"Aku izinkan kamu pergi kemana pun sama mantan mu",aku menimpali.


"Apa kamu ngomong seperti itu biar aku juga memberi kebebasan mu Dilara",Selim menuduhku.


"Enggak",aku mengerutkan dahiku.


"Tapi masalah nya aku bingung harus ngajak mantan ku yang mana untuk datang ke resepsinya",Selim menggoda ku.


"Kenapa harus bingung, ajak saja semua mantan mu datang ke resepsi nya, dasar playboy",aku menantang Selim.


"Oke aku ajak semua mantan ku, tapi kamu kan pacarku, aku pengen nya kamu yang nemenin aku Dilara",Selim merajuk di menyenderkan kepala nya di bahuku.


Enggak aku gak mau',aku jual mahal.


"Akkkhh Dilara, pokok nya kamu harus nemenin aku, kalau enggak aku akan marah-marah, akan ngerusak barang-barang di rumah ku lagi",Selim mengancamku.


"Apa kamu mengancam ku, Selim?, coba saja kalau berani", aku meladeni Selim.


"Kamu kenapa sih Dilara gak merasa cemburu aku pergi sama cewek lain",Selim cemberut.


"Karena aku tahu kamu suka nya cuman sama aku dan kamu sudah cinta mati sama ku",aku mencoba menebak.


"Hahaha, pede amat kamu Dilara, aku cinta mati sama kamu?, kok kamu tahu sih?",Selim tersipu malu.


"Jadi tebakan ku benar?",aku menjahili Selim.


"Tebakan mu benar, jadi kamu harus temenin aku karena kamu itu gak tergantikan Dilara",Selim memaksa.


Selim pun berpamitan dan pergi dari unitku.


Weekend pun datang, hari ini aku harus nemenin Selim datang ke resepsi pernikahan mantan nya.


Aku memakai gaun a line berwarna mauve, sandal stilleto berwarna hitam dan clutch bag warna hitam.

__ADS_1


Tak lama setelah aku selesai berdandan, Selim pun datang untuk menjemput ku untuk pergi.


Di perjalanan di dalam mobil.


"Kamu kenapa pake gaun seperti itu sih Dilara?, belahan samping nya terlalu tinggi, aku tak sudi kaki mulus pacarku terlihat semua orang",Selim berbicara sambil fokus menyetir.


"Ya aku sengaja biar gak kalah saing sama mantan pacar mu",aku menggoda Selim.


"Bukan itu masalah nya Dilara, dengan kamu berpakaian seperti ini nanti malah ada laki-laki lain yang menggoda kamu",Selim menjelaskan.


Aku dan Selim pun sampai di tempat resepsi nya.


Saat aku dan Selim sedang duduk dan menikmati pesta nya tiba-riba seorang wanita cantik memakai one shoulder dress mendatangi Selim.


Wanita tersebut membisikan sesuatu pada Selim.


"Tanyakan saja sama pacarku langsung",Selim melirik ku.


"Apakah aku boleh mengajak Selim berdansa",wanita tersebut bertanya padaku.


"Enggak, gak boleh , soal nya Selim gak bisa berdansa",aku merengut.


"Hahaha, apa kamu bukan Selim yang dulu ku kenal lagi?, Selim yang mahir dalam berdansa",wanita tersebut menyeringai.


"Aku menuruti apa kata pacar ku saja, kamu benar sayang, aku sekarang seperti gak bisa berdansa, aku lupa cara berdansa",Selim mendekatkan majah nya dan menatap kedua mataku.


"Kalau aku meminjam Selim sebentar apa gak boleh juga"wanita itu pun menarik tangan Selim dan membawa nya menjauh tanpa persetujuan ku.


Tak lama kemudian Selim pu kembali tempat duduk nya.


"Aku ingin pulang",aku merajuk.


"Oke, tapi tunggu sebentar lagi ya",Selim menimpali.


"Enggak mau, aku mau pulang sekarang juga",aku kesal.


"Tunggu 10 menit lagi ya Dilara",Selim nyantai menjawab.


"Ya sudah aku bisa pulang sendiri, kalau kamu gak mau pulang sekarang",aku beranjak dari kursi ku dan pergi.


Selim mengejarku dari belakang.


Dan menarik ku masuk ke dalam mobil nya.


"Jangan kaya anak kecil deh Dilara",Selim berbicara sambil mengemudi.


"Sekarang kamu tahu kan rasa nya di cemburuin itu gak enak",aku mengungkapkan perasaan ku.


"Mempercai seseorang itu tidak mudah kan, seharus nya kamu lebih mudah percaya padaku, karena kamu tahu kan aku sangat mencintaimu Dilara",Selim menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi tadi kamu terlalu intim Selim",aku emosi.


"Perasaan ku padamu tak kan berubah secepat itu Dilara, kerena butuh usaha yang keras untuk bisa memiliki mu dan itu membuatku frustasi",Selim memelas.


Aku tak menanggapi Selim.


Akhirnya sampai di apartemen ku.


Selim duduk di sofa ruang tamu dan aku sendiri duduk di sofa ruang tv karena masih kesal pada nya.


Selim pun menghampiri dan duduk di sampingku.


Seketika aku menangis menyandarkan kepalaku pada nya dan membenamkan wajahku di dadanya.


"Dilara, kamu kenapa nangis?, maaf kan aku kalau aku bikin kamu marah",Selim mengecup dan mengelus rambutku.


"Kamu jangan ninggalin aku saat berada di manapun begitu saja, saat aku bersamamu",aku berbicara sambil menangis.


"Tak pernah terbersit keinginan untuk meninggalkan mu sampai kapan pun dan dimana pun, tapi tadi tanganku di tarik tiba-tiba, jadi aku gak bisa menolak",Selim menjelaskan.


Selim terus mengelus-elus rambutku, tak terasa aku pun tertidur di pundak Selim.


Ke esokan hari nya saat aku terbangun, aku sudah berada di tempat tidur ku.


Terlihat oleh ku Selim masih terlelap di sofa ruang tv, aku bergegas mandi dan membuat sarapan.


Hari ini aku membuat smoothies buah, yaitu pisang, buah naga dan alpukat.


Setelah smoothies siap aku membangunkan Selim.


"Selim ayo bangun, sudah jam 06:00, aku sudah menyiapkan sarapan",aku mengelus-elus pipinya.


Aku senang bila bisa setiap hari seperti ini Dilara",Selim terduduk mendekatkan pipinya ke perutku.


"Cuci muka dan gosok gigi sana, setelah itu sarapan",aku bergegas ke meja makan.


Aku dan Selim pun mengobrol di meja makan dan menikmati smoothies buah yang ku buat.


"Bagaimana aku bisa tertidur di kasur ku Selim?",aku bertanya.


"Aku yang mengangkat mu ke tempat tidur semalam, ternyata kamu berat juga ya Dilara",Selim meledek ku.


"Tapi aku kan gak menyuruh mu untuk mengangkat ku ke tempat tidur",aku cemberut.


"Jadi kamu ingin tidur berdua dengan ku di sofa Dilara?",Selim menyeringai.


"Aku juga tak menyuruh mu tidur di apartemen ku",aku kesal.


"Oke aku pulang sekarang, tapi nanti sore aku akan datang lagi ke sini",Selim terkekeh.

__ADS_1


Selim akhir nya pergi meninggalkan apartemen ku.


__ADS_2