Cinta Diktator

Cinta Diktator
Weekend.


__ADS_3

"Akhirnya tiba juga weekend day",aku terbangun jam 08:00 setelah tadi sempat tidur lagi habis shalat subuh.


Aku teringat kalau hari ini ada janji makan siang bareng ibunya Selim, semoga saja gak jadi.


Soalnya semenjak Selim memarahi ku hari rabu kemarin sampai sekarang Selim tak pernah menghubungi ataupun menemuiku.


Saat aku akan beranjak pergi ke dapur untuk membuat sarapan, hp ku berbunyi dan akupun mengangkat panggilannya.


"Dilara, apakah kamu senang, rabu kemarin seharian bareng sama dia?",Selim berkata sesuatu yang tak ku pahami.


"Dia siapa?, Dikra maksud kamu,Selim?",aku kesal.


"Ya siapa lagi",Selim menjawab ketus.


"Selim, kamu masih ingat saja sih dan apa kamu juga masih marah sampai sekarang?",aku merasa sedikit bersalah.


"Hari itu seharian kamu gak ngasih kabar, gak makan siang bareng, seharian gak bisa ketemu kamu. Aku gak bisa sehari tanpa ketemu kamu",Selim mengeluarkan keluh kesah nya.


"Tapi kan pagi nya sarapan bareng dan berangkat kerja bareng",aku berkata.


"Itu kurang lebih cuman 30 menit, sedangkan dengan laki-laki itu kamu bertemu seharian bahkan makan siang dan makan malam bersama kan Dilara?",Selim menuduhku.


"Kamu juga tahu sendiri kan Selim, kalau aku dan Dikra bertemu seharian itu kan karena kerja di perusahaan yang sama. Apakah aku harus pindah kerja juga agar aku gak ketemu Dikra?",aku kesal.


"Ya itu seperti ide bagus",Selim tersenyum licik.


"Kenapa kamu jadi ngatur-ngatur aku sih Selim",aku protes.


"Ya sudah kalau gak mau, kamu yang bilang sendiri kok tadi. Sudah gak usah bahas itu lagi gak penting, kamu ingat kan hari ini ada janji makan siang sama mamahku?",Selim mengingatkan.


"Ya aku ingat",aku menjawab singkat.


"Nanti kalau mamahku nanya yang aneh-aneh kamu gak usah di jawab",Selim memberi saran.


"Bagaimana kalau mamah kamu memaksa ku untuk menjawab?",aku protes.


"Biarin saja gak usah di tanggapi, pokok nya kalau ucapan mamah ku kasar dan menyinggung persaan mu kamu telpon aku saja atau langsung tinggalin mamah ku saja",Selim kekeh.

__ADS_1


"Emang aku anak kecil apa, saat ada yang jahat sama aku harus telpon kamu",aku cemberut.


"Emang kamu anak kecil, nanti siang jam 12:30 kamu harus sudah siap untuk berangkat dan aku jemput kamu",Selim pun mematikan panggilan nya.


"Apa Selim melupakan kemarahan nya sesaat hanya agar aku bisa menemui ibu nya?, dasar Selim egois, aku gak mau menemui ibu nya kalau gitu",aku mengumpat Selim.


Aku langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Hari ini aku menggoreng sosis dan telur urak-arik dan susu UHT untuk sarapan.


"Aku harus membersihkan rumah ku sebelum pergi. Aku melakukan ritual pekerjaan rumah ku, cuci baju, cuci piring, nyapu, ngepel",aku berbicara pada diriku sendiri.


Dan akhir nya pekerjaan rumah ku selesai.


"Sudah jam 11:45 aku harus segera siap-siap untuk pergi ketemu ibu nya Selim",aku bergegas mandi.


Ketika hendak ke kamar mandi, terpikir oleh ku untuk mengerjai Selim, langsung ku duduk di sofa ruang tamu, ku ambil hp menelpon Selim.


"Halo Selim, aku gak mau pergi makan siang sama mamah mu batalin saja, aku malas karena kamu juga masih marah padaku",aku mulai mengerjai Selim.


"Pokok nya aku gak mau",aku langsung mengakhiri panggilan nya.


"Aku ingin tahu reaksi Selim setelah ini, apa dia mau berbaikan dengan ku?"aku menduga-duga.


Aku senang sudah berhasil mengerjai Selim.


Aku pergi mandi dan bersiap-siap.


aku memakai baju turtleneck sweater warna putih, overall skirt warna abu, toe flat shoes black, shoulder bag white dan gak ketinggalan pake jam tangan kulit white.


Saat aku sedang mengucir rambut ku, bel unit ku berbunyi.


Aku langsung membuka pintu.


Ternyata Selim yang datang, dia berdiri di depan pintu dan kaget melihat ku yang sudah berpakaian rapi.


"Dilara, katanya kamu gak mau pergi menemui mamah ku, tapi kok kamu sudah berpakaian rapi, apa kamu berubah pikiran Dilara?",Selim menduga-duga.

__ADS_1


"Enggak",aku masih mengerjai Selim.


"Oh aku tahu, kamu mau pergi sama si Dikra ya? maka nya kamu ngebatalin ketemu mamah ku"Selim mengeluarkan isi pikiran nya.


"Enggak juga",aku menjawab singkat.


"Kalau begitu berarti kamu lagi ngerjain aku ya Dilara?",Selim merasa yakin.


Setelah mendengar tebakan Selim benar, aku pun langsung menutup pintu kembali.


"Dilara hey buka pintu nya, awas ya kamu, aku cubit pipi kamu sudah ngerjain aku",Selim berteriak dari luar sambil mengetuk-ngetik pintu.


Aku masih berdiri di balik pintu, sambil menahan ketawa.


"Dilara cepetan buka pintu nya, kamu harus tanggung jawab sudah ngerjain aku",Selim masih ngotot untuk di bukakan pintu.


"Oke aku buka, tapi kamu janji gak akan nyubit",aku memberi syarat.


"Oke aku janji, aku gak akan nyubit",Selim menimpali.


Saat aku membuka pintu, Selim masuk dan malah menjewer kuping ku.


"Aku janji gak akan nyubit, tapi aku mau menjewer kuping mu Dilara",Selim berbicara sambil terus menjewer kuping ku.


"Sudah lepaskan tangan nya, cukup menjewer nya, Selim"aku memohon pada Selim.


Akhirnya Selim pun melepaskan tangan nya.


"Memang nya aku gak boleh kalau dandan seperti kalau di rumah",aku bertanya.


"Gak boleh, karena itu membuat ku semakin cinta sama kamu dan wajah kamu jadi selalu terbayang-bayang terus",Selim menggombal.


"Ya sudah aku hapus lagi make up nya ya",aku balik menggoda Selim.


"Eehh gak usah, kamu kan sekarang mau keluar rumah, jadi kamu boleh dandan.Ayo berangkat sekarang, kamu sudah siap kan Dilara",Selim berkata.


Aku dan Selim berangkat untuk menemui ibunya.

__ADS_1


__ADS_2